Kamis, 21 Maret 2019

limitnews.net

Limit News > Bekasi > DPD PSI Kota Bekasi Sampaikan Duka Cita Atas Bencana Tsunami Selat Sunda
Posted By: limitnews, 5:46 AM, 23 Desember 2018

DPD PSI Kota Bekasi Sampaikan Duka Cita Atas Bencana Tsunami Selat Sunda

Share

limitnews.net

Pasca tsunami di Pandeglang yang terjadi pada Sabtu (22/12/2018) malam. Foto Ist

BEKASI – DPD PSI Kota Bekasi menyampaikan duka cita mendalam atas tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda, khususnya di daerah Pandenglang, Lampung Selatan, dan Serang, pada Sabtu (22/12/2018) malam.

“Tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda khususnya di daerah Pandeglang, Serang dan Lampung Selatan, membuat hati kami menangis, disaat menjelang hari Natal dan Tahun Baru. Tuhan kasih cobaan untuk umatnya, semoga cobaan ini bisa kita ambil hikmahnya,” kata Ketua DPD PSI Kota Bekasi, Tanti Herawati melalui release Pers diterima limitnews.net Minggu (23/12/2018).

Pihaknya berharap, pemerintah segera terjun ke lokasi demi membantu semua permasalahan pasca tsunami tersebut.

“Semoga para korban dapat segera ditemukan, dan semoga tidak ada tsunami susulan. Kami berdoa untuk para korban yang meninggal dunia semoga arwah korban di terima oleh Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta ketabahan dan juga keikhlasan,” ujar Hera.

Dengan kejadian tsunami di Selat Sunda, Hera meminta pihak BNPB lebih peka terhadap potensi bencana-bencana yang akan timbul dengan cara memberikan peringatan atau informasi baik itu informasi sekecil apapun.

“Saya sangat berharap kedepannya setiap bencana yang terjadi di Indonesia menjadi perhatian khusus untuk kita semua terutama pemerintah setempat dan pemerintah pusat,” kata Hera.

62 Meninggal Dunia

Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, korban meninggal dunia akibat tsunami Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu (22/12/2018) malam, di sejumlah pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang dan Lampung Selatan menjadi 62 orang.

Sutopo dalam rekaman video yang diunggah di Grup Whatsapp wartawan BNPB diterima di Jakarta, Minggu (23/12/2018), mengatakan data dampak tsunami sampai dengan pukul 10.00 WIB, yakni 62 orang meninggal dunia, 584 orang mengalami luka-luka, 20 orang hilang, 430 rumah rusak berat, sembilan hotel rusak berat, 10 kapal rusak berat.

“Data ini, artinya data korban jiwa maupun kerusakan yang berdampak ke ekonomi akan bertambah mengingat belum semua wilayah dapat terdata. Dan saat ini petugas masih terus melakukan pendataan,” kata Sutopo.

Ia juga mengatakan, penanganan bencana tsunami yang menerjang beberapa pantai di tiga Kabupaten di Banten dan Lampung tersebut terus dilakukan berbagai pihak. Dan diketahui kawasan terparah terkena dampak tsunami dan gelombang tinggi ini ada di lokasi-lokasi wisata dan rumah warga di sepanjang pantai dari Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Panimbang dan Carita.

“Saat ini sedang disiapkan, akan diadakan survei dan pemetaan dengan pesawat terbang yang dilakukan TNI, BNPB juga mengerahkan helikopter,” ujar dia.

Sebelumnya, dalam keterangan tertulis di laman Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan telah merekam adanya gempa tremor menerus dengan aplitudo overscale 58 milimeter (mm) dan letusan Gunung Anak Krakatau pada Sabtu (22/12/2018), pukul 21.03 WIB, namun masih mendalami penyebab pasti tsunami yang terjadi di Selat Sunda.

Aktivitas terkini Gunung Anak Krakatau yang teramati pada 22 Desember 2018 yakni letusan dengan tinggi asap berkisar antara 300 sampai dengan 1500 meter di atas puncak kawah. (Vid)

Share
Bagikan:
Share

Berita Terkait lainya

Komentar Pembaca

Leave a Reply

Berikan komentar

Notifikasi

wpDiscuz