Senin, 24 Juni 2019

limitnews.net

Limit News > Bekasi > Ikuti Jejak, Oloan Siahaan Belum Bisa Tandingi Karier Bapaknya Ungkap Siahaan (1)
Posted By: limitnews, 5:01 AM, 27 Maret 2019

Ikuti Jejak, Oloan Siahaan Belum Bisa Tandingi Karier Bapaknya Ungkap Siahaan (1)

Share

limitnews.net

Calon anggota DPRD Kota Bekasi Dapil 2 Kecamatan Bekasi Utara, Oloan Surung Siahaan saat blusukan mengkampanyekan dirinya, PSI Nomor 11 dan Capres Nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Harapan Jaya, Bekasi Utara, Kota Bekasi. Foto Istimewa

BEKASI – Calon anggota DPRD Kota Bekasi Daerah Pemilihan Kecamatan Bekasi Utara Nomor Urut 4 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Oloan Surung Siahaan mengaku belum bisa menandingi karier Bapaknya, Ungkap Siahaan sebagai Wartawan di Sinar Indonesia Baru (SIB) pada masa Orde Baru.

“Saya dan Bapak saya itu sama-sama Wartawan. Bedanya Bapak saya aktif sebagai Jurnalis di Koran Harian Indonesia Baru (SIB) pada masa Orde Baru di Kisaran, Kabupaten Asahan, sedang saya aktif sebagai Jurnalis setelah Orde Reformasi di Koran Harian SENTANA di Jakarta,” kata Oloan Surung Siahaan saat diwawancarai limitnews.net di kediamannya, Rabu (27/3/2019) pagi.

Menurut Oloan, dalam dunia jurnalis dia tidak bisa menandingi karier Bapaknya yang memulai profesi wartawan di SIB sejak tahun 1972 sampai 1992, sedang dia memulai profesi sebagai jurnalis di SENTANA sejak tahun 2002 sampai tahun 2018.

“Jam terbang saya masih kalah jauh. Bahkan saya jadi saksi saat saya masih duduk di bangku sekolah kelas dua SD, rumah orang tua saya dirusak salah satu Ormas Kepemudaaan karena pemberitaan Bapak saya yang bersinggungan dengan Bupati Asahan yang saat itu Bupatinya Zulfirman Siregar. Persamaannya, kami sama-sama memulai profesi wartawan sebelum menikah,” kata Oloan sembari tertawa.

Kata Oloan, dulunya dia juga sangat tidak berkeinginan menggeluti dunia wartawan mengingat saat itu kehidupan ekonomi orang tuanya jauh dibawah pas-pasan.

“Dulunya Bapak saya itu terkenalnya luar biasa, kami sembilan bersaudara yang dilahirkan dari seorang Ibu Tiamar boru Sibarani, jika kami bepergian keluar rumah kami selalu disebut orang-orang anaknya si Ungkap Wartawan. Sebutan anaknya si Ungkap Wartawan melekat pada kami anak-anaknya, tapi dari segi ekonomi hidup kami jauh dibawah pas-pasan karena Bapak saya punya rumah sendiri setelah menjadi Anggota DPRD Kabupaten Asahan,” kata Oloan.

Setelah menamatkan kuliah di Universitas Medan Area (UMA) pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) tahun 1999, bahkan kata Oloan, ibunya Tiamar boru Sibarani melarangnya dengan keras menjadi Wartawan.

“Saat wisuda bahkan Mamak saya melarang keras saya menggeluti dunia wartawan. Kemarahan Mamak saya semakin menjadi ketika selesai wisuda di Medan, saat itu Bapak saya langsung membawa kami ke Kantor Redaksi SIB di Medan dan dalam perjalanan pulang dari Medan ke Kisaran saya putuskan menolak kemauan Bapak saya menjadi Wartawan SIB di Kisaran,” ungkap Oloan.

Mengikuti kemauan Mamaknya agar Oloan bekerja di perusahaan, akhirnya dengan restu Bapaknya, Oloan merantau ke Jakarta tahun 2000, dan tak satu pun perusahaan menerima dia.

“Dua puluhan lamaran kerja saya kirimkan melalui Kantor POS saat itu ke perusahaan tak satupun mendapat panggilan dan akhirnya saya berkenalan dengan seorang wartawan Harian SENTANA namanya Pak Yanto di Terminal Kalideres, ikut Pak Yanto sampai akhirnya saya melamar sebagai wartawan dan diterima penugasan liputan di wilayah Jakarta Utara,” ujar Oloan.

Sama dengan apa yang dialami Mamaknya, istri Oloan Surung Siahaan, Nurlaya boru Napitupulu juga kerap mengatakan Wartawan tidak ada uangnya, dua putri Oloan Siahaan Shania Tiurma Siahaan dan Begin Cristin Siahaan juga mengatakan hal yang sama.

“Saya tahu persis bapak saya itu dulu kerap menolong orang dengan ikhlas selama menjadi wartawan dengan pengaruhnya, sementara sembilan anak-anaknya juga butuh pertolongan dan itu juga saya alami setelah menjadi wartawan, bisa menolong orang tapi menolong keluarga tidak bisa. Contoh kecil beberapa tahun yang lalu saya bisa bantu belasan orang tua siswa SD yang minta tolong agar anaknya masuk SMP Negeri, dan itu bisa saya wujudkan tapi menolong anak saya sendiri masuk SMP Negeri tidak bisa,” kata Oloan yang membuat kru limitnews.net ikut tertawa.

Lanjut Oloan, semasa Bapaknya Ungkap Siahaan jadi wartawan di Kisaran hampir tiap minggu ada saja orang yang datang ke rumah mereka meminta pertolongan dengan berbagai urusan.

“Pertolongan Bapak saya kepada orang-orang saat itu membuat Mamak saya dan kami sembilan bersaudara membuat kami tidak menyukai sikap Bapak kami karena kami saat itu hidup masih mengontrak di rumah orang. Tapi sekarang saya baru tahu bahwa Bapak saya menanamkan kepada kami sembilan bersaudara hidup itu harus menolong satu sama lainnya dan tidak mendewa-dewakan uang,” kata Oloan.

Bukti hasil perbuatan baik Bapaknya, kata Oloan dari sembilan bersaudara, satu kakaknya (Perempuan) dan satu adiknya (Laki-laki) diterima kerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkab Asahan, dua adiknya (P) bekerja di PTPN di Asahan tanpa sogok menyogok.

Lima lainnya, kakaknya (P) menikah dengan TNI, kakaknya (P) penginjil, abangnya (L) swasta, adiknya (L) swasta. “Hanya saya yang mengikuti jejak Bapak saya,” kata Oloan. (Vid)

Share
Bagikan:
Share

Berita Terkait lainya

Komentar Pembaca

Leave a Reply

Berikan komentar

Notifikasi

wpDiscuz