Jumat, 21 September 2018
Limit News > Bekasi > Jelang Pemilu 2019, PSI Kota Bekasi Berharap Masyarakat Tidak Terjerat UU ITE
Posted By: limitnews, 5:00 am, September 13, 2018

Jelang Pemilu 2019, PSI Kota Bekasi Berharap Masyarakat Tidak Terjerat UU ITE

Share

limitnews.net

Ketua DPD PSI Kota Bekasi Tanti Herawati (tengah duduk), Sekretaris Johan Simbolon (kiri), Rachmat Adhie (kanan), Wakil Sekretaris Imas Nur Sarifah dan Wakil Ketua Oloan Surung Siahaan (berdiri). Foto Ist

BEKASI – Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (DPD PSI) Kota Bekasi, Jawa Barat berharap tidak ada lagi masyarakat yang terjerat Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) menjelang Pemilu 2019.

“Pantauan saya di media sosial baik itu facebook maupun twitter sudah ada gerakan yang masif menyebarkan kebencian terhadap pemerintah saat ini. Saya harapkan kita-kita masyarakat awam ini bisa menahan diri dan tidak terpancing apalagi sampai menyebarluaskannya karena dampaknya kita sendiri yang akan berhadapan dengan UU ITE,” kata Wakil Ketua DPD PSI Kota Bekasi, Oloan Siahaan kepada limitnews.net, Kamis (13/9/2018).

Untuk itu, Oloan Siahaan yang juga terdaftar sebagai Calon Legislatif (Caleg) dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Kecamatan Bekasi Utara itu meminta masyarakat untuk meningkatkan literasi terhadap informasi-informasi yang beredar di media sosial tersebut.

“Untuk itu, saya berharap agar masyarakat khususnya masyarakat Kota Bekasi meningkatkan literasi jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 baik pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden dan wakil presiden agar tidak jadi korban UU ITE,” ujar pria yang akrab disapa Olo itu.

Menurut Olo, literasi secara umum adalah kemampuan individu mengolah dan memahami informasi saat membaca atau menulis. Untuk itu, masyarakat harus selalu memverifikasi satu informasi yang berkembang.

“Apalagi, jangan sampai masyarakat malah langsung terburu-buru termakan dan menyebarluaskan isu yang kebenarannya tak bisa dipertanggungjawabkan,” kata Olo yang lebih cenderung memperkenalkan dirinya sebagai Caleg dari pintu ke pintu.

Lanjut Olo, berkaca pada Pilgub DKI Jakarta hingga selesai, begitu banyak masyarakat yang tidak mengerti apa-apa terjerat UU ITE karena kepentingan politik dan minimnya literasi.

“Tentu kita berharap jelang Pemilu 2019, masyarakat semakin pintar lagi dan bisa menahan diri agar tidak terpancing dengan informasi-informasi yang beredar di media sosial yang menggunakan penyebaran kebencian dan fitnah dengan menggunakan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA),” ujar Olo. (Vid)

Share
Bagikan:
Share

Berita Terkait lainya

Komentar Pembaca

Leave a Reply

Berikan komentar

Notifikasi

wpDiscuz