Rabu, 13 Desember 2017

DPD PSI Kota Bekasi NATAL

Limit News > Bekasi > Kombes Hero: Tiga Pengeroyok Polisi Berstatus DPO
Posted By: limitnews, 6:46 am, Desember 5, 2017

Kombes Hero: Tiga Pengeroyok Polisi Berstatus DPO

Share

kombes hero toleran

Kapolres Bekasi Kota, Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Hero Henrianto/IST

BEKASI – Kapolres Bekasi Kota, Kombes Hero Henrianto mengatakan, pelaku pengeroyokan dua anggota Polisi Polsek Pondokgede merupakan merupakan remaja yang tergabung dalam kelompok Rawa Lele 212, yang beranggotakan puluhan remaja di Jalan Celepuk II RT01 RW12 Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi.

Menurut Kombes Hero, dari sepuluh remaja di kawasan itu yang telah dijaring polisi, sebanyak lima di antaranya kini berstatus sebagai tersangka kasus pengeroyokan korban.

Tersangka masing-masing berinisial HY, MI, IO, FA dan FM, sementara tiga pelaku lainnya berstatus daftar pencarian orang (DPO).

“Lima remaja lainnya yang tidak terbukti hanya berstatus saksi mata dan sudah kita pulangkan setelah membuat perjanjian tidak mengulang perbuatan tawuran,” kata Kombes Hero di Bekasi, Selasa (5/12).

Lanjut Hero, kelima tersangka pengeroyokan polisi dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman kurungan 5 tahun penjara.

Mulai Stabil

Sementara itu, dua anggota Kepolisian Sektor Pondokgede yang menjadi korban penganiayaan pada Minggu (3/12) mulai stabil pascaperawatan intensif.

“Dari laporan rumah sakit, korban Bripka Slamet Aji adalah yang paling parah karena harus dijahit lukanya sampai 80 jahitan di bagian kaki, pinggang dan tangan,” kata Hero.

Hero saat gelar kasus di halaman Mapolrestro Bekasi Kota mengatakan, Slamet mengalami luka pendarahan akibat bacokan dan hantaman benda tumpul di tubuhnya, yang dilakukan oleh para pelaku.

“Slamet menderita luka sobek pada bagian lutut kaki sebelah kiri, luka sobek pada betis kaki kiri, luka sobek pada lengan kanan akibat bacokan,” ujarnya.

Sedang kondisi korban Iptu P Anjang hanya mengalami beberapa luka jahitan di bagian tangan akibat lemparan batu dan batako.

Menurut dia, kondisi fisik kedua korban saat ini sudah stabil pascaoperasi yang dilakukan oleh tim medis Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta sejak Senin (4/12).

“Korban Slamet sudah menjalani operasi dua kali sejak dilarikan ke rumah sakit. Saat ini kondisinya sudah stabil dan bisa berkomunikasi dengan anggota,” katanya. (OLO)

Share
Bagikan:
Share

Berita Terkait lainya

Komentar Pembaca

Leave a Reply

Berikan komentar

Notifikasi

wpDiscuz