Selasa, 23 Januari 2018

DPD PSI Kota Bekasi NATAL

Limit News > Bogor > Diduga Mau Memeras, Oknum Jaksa Dilaporkan ke Kajari Bogor
Posted By: limitnews, 4:40 pm, Desember 14, 2017

Diduga Mau Memeras, Oknum Jaksa Dilaporkan ke Kajari Bogor

Share

meras

Sidang kasus penipuan dan penggelapan atas nama terdakwa Johan Hany Pinaria bin Paulus Pinaria yang disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Bogor/Foto THOMSON

BOGOR – Diduga mau memeras tersangka, oknum Jaksa Kejari Bogor dilaporkan ke Kepala Kajari Bogor. Modusnya, karena korban tak punya uang sehingga tidak sanggup memenuhi permintaan sang jaksa akhirnya perkara dipaksakan, meskipun bukti tidak cukup.

“Kita sudah melaporkan kejadian itu kepada Kajarinya. Memang kasus ini naik karena rekayasa penyidik polisi dengan JPU dengan maksud hendak memeras terdakwa. Seorang yang tidak bersalah bisa dipenjarakan, ini luar bisa,” ungkap Jupriyanto Purba, SH, MH di dampingi rekan M Taib Oherella SH.

Didang lanjutan pemeriksaan perkara kasus penipuan dan penggelapan atas nama terdakwa Johan Hany Pinaria bin Paulus Pinaria yang disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Bogor, mengungkapkan bahwa terdakwa Johan tidak bersalah karena tidak melakukan penipuan dan penggelapan sebagaimana dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fitri SH dan Gozwa Tuddien, SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor, Kamis (14/12)

Saksi Rohaya binti Suhaimin (istri alm Sugandi pelapor) saat dikonprontir dengan saksi Fitri Ariani dipersidangan mengakui kalau Sugandi telah menerima uang kontrak 3 bulan sebesar Rp 12 juta dan ada kwitansi penerimaan diatas materai yang ditandatangani alm Sugandi.

“Ya kan mba, malah mba kasih saya Rp 1 juta. Masak mba lupa,” kata Rohaya kepada Fitri Ariani menegaskan transaksi pembayaran sewa kontrak rental mobil.

Fitri Ariani menjelaskan, dipersidangan bahwa yang membuat dan mendatangani perjanjian kontrak sewa Mobil Toyota Avanza 1.3 E M/T. Tahun 2016 Warna Silver Metalik No. B-1356-UIF, adalah Sugandi dan Fitri Ariani.

“Jadi, posisi terdakwa dalam sewa menyewa mobil hanya sebagai perantara. Saya yang tandatangan perjanjian kontrak. Karena mobil itu dipakai di perusahan saya mengantar-jemput karyawan. Tetapi diperjalanan mobil ditarik leasing dan kemudian mobil itu dilelang. Penarikan mobil oleh leasing sudah kita beritahu dan pihak leasing juga memberitahukan,” ungkap Pitri Ariani menjelaskan duduk perkaranya

JPU dalam dakwaannya mengatakan, terdakwa telah menipu Sugandi Rp 12 juta dan menggelapkan mobil Toyota Avanza B-1356-UIF.

Menurut Taib SH, semasa hidupnya pelapor alm Sugandi sudah menyatakan pencabutan laporan polisinya kepenyidik. Tetapi penyidik tetap melanjutkan pemberkasan dan jaksapun menyatakan berkas P21 dan melakukan penahanan terhadap tersangka meskipun belum cukup bukti.

Mendengar keterangan saksi dipersidangan itu, Hendral SH, MH selaku Ketua Majelis Hakim yang memimpin persidangan geleng-geleng kepala.

Oleh karena itu, Jupriyanto Purba, SH., MH dan Taib SH Advokat & Konsultan Hukum pada Law Firm NEMESIO & ASSOSIATE selaku kuasa hukum terdakwa Johan Hany Pinaria kepada limitnews.net mengatakan, bahwa dakwaan JPU Gozwa Tudden, sudah terpatahkan.

Menurut terdakwa Johan alm Sugandi waktu itu mengalami sakit jantung dan mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit. Uang setoran sewa mobil habis buat berobat dan akhirnya pembayaran kredit mobil macet. (TOM)

Share
Bagikan:
Share

Berita Terkait lainya

Komentar Pembaca

Leave a Reply

Berikan komentar

Notifikasi

wpDiscuz