Minggu, 18 November 2018
Limit News > Jakarta > Akiong Disebut Tidak Tercatat Dalam Daftar Hadir RUPS PT CSI
Posted By: limitnews, 2:41 pm, November 7, 2018

Akiong Disebut Tidak Tercatat Dalam Daftar Hadir RUPS PT CSI

Share

limitnews.net

Terdakwa Akiong saat mendengarkan keterangan tiga saksi. Foto Tomson

JAKARTA – Akiong disebut tidak tercatat dalam daftar hadir RUPS PT CSI. Kehadiran Akiong di RUPS, dan sejumlah orang-orang hitam yang hadir dipertanyakan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hartawan, SH menghadirkan 3  saksi untuk didengarkan keterangannya untuk terdakwa Akiong yang didakwa Pasal 170 KUHP, karena telah melakukan pengeroyokan kepada korban Rudi Salim.  

Dihadapan persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Diah Siti Badriah, didampingi Hakim anggota Duta Baskara, saksi Notaris mengatakan, Akiong tidak tercatat dalam daftar hadir RUPS PT. CSI, pada 21 Nopember 2016 di Hotel Clascic, Jakarta Pusat.

“Sesuai daftar hadir yang ada sama saya, bahwa nama Akiong tidak tercatat. Dan posisi Akiong berdiri di belakang Erika dan posisinya berhadapan-hadapan dengan tempat duduk Pak Rudi Salim. Setelah Roger Miles menggebrak meja saya langsung keluar ruangan dan selajutnya pulang. Jadi apa yang terjadi sepeninggalan saya, saya tidak tahu lagi,” kata Notaris dipersidangan Pengdilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2018).

Baca Juga: Saksi Solahudin Dalimunthe Sebut Terdakwa Akiong Memukul Korban

Apa yang dibicarakan sehingga terjadi keributan? Tanya hakim, yang dijawab: terkait utang PT. CSI. Apa kaitannya dengan saksi Roger Miles? Yang dijawab; tidak tahu.

Sementara saksi Predy Wijaya (Maneger Restaurant Classic Hotel) menyebutkan, tidak melihat lagi peristiwa pengeroyokan itu.

“Saya datang kelokasi setelah ditelepon security. Setelah saya tiba dilokasi hendak masuk ruangan, ternyata pintu terkunci dari dalam. Akhirnya saya perintahkan security untuk membuka pintu,” kata Predy Wijaya di persidangan.

Menurut Predy, ruangan itu diboking adalah untuk makan siang, bukan untuk RUPS. Dan tempat duduk yang disediakan hanya 10 kursi  sesuai kapasitas ruangan. Fredy mengatakan pada penglihatannya tidak orang yang berdarah.

“Saya melihat diruangan itu ada sejumlah orang berkulit hitam,” ujar Predy.

Saksi Bambang (security) mengatakan mengetahui ada keributan dari anak buannya.

“Saya dilaporkan ada keributan dan saya hubungi pak Predy. Saya tidak melihat lagi terjadi pengeroyokan. Kami boleh masuk keruangan itu setelah kita buka pintu dengan paksa,” kata Bambang.

Ketiga saksi ini kembali dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hartawan dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, karena pada persidangan Kamis (1/11/2018) tidak sempat diperiksa dipersidangan. (Tom)

Share
Bagikan:
Share

Berita Terkait lainya

Komentar Pembaca

Leave a Reply

Berikan komentar

Notifikasi

wpDiscuz