Senin, 24 Juni 2019

limitnews.net

Limit News > Jakarta > Belum Siapkan Tuntutan, Jaksa Kembali Tunda Sidang Judi Online
Posted By: limitnews, 3:55 AM, 16 Mei 2019

Belum Siapkan Tuntutan, Jaksa Kembali Tunda Sidang Judi Online

Share

limitnews.net

Ketiga terdakwa kasus judi online. Foto Tomson

JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Harley Siregar SH, MH dari Kejaksaan Agung RI belum siapkan tuntutan tiga terdakwa kasus judi online masing-masing Mery Andrian, Aristharkus Randy Harrys alias Andi, dan Vicky Armando sehingga sidang pembacaan tuntutan kembali ditunda di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Rabu (15/5/2019).

Penundaan pembacaan tuntutan ini adalah untuk yang kedua kalinya. JPU Harley Siregar SH yang tidak pernah hadir dipersidangan pemeriksaan terdakwa memberitahukan kepada jaksa pengganti bahwa tuntutan dari Kejaksaan Agung belum turun.

“Kami belum siap dengan tuntutan Pak Hakim,” kata jaksa pengganti itu.

Mendengar hal tersebut, majelis hakim PN Jakarta Utara pimpinan Tugiyanto SH MH memperingatkan jaksa maupun terdakwa dengan pembelanya agar tidak main-main dengan proses persidangan kasus judi online yang disebut-sebut bermarkas di Singapura itu.

“Tuntutan harus dibacakan pada Senin pekan mendatang, karena hari Kamis kemudian putusan sudah harus dibacakan. Majelis tidak mau tahu apakah terdakwa maupun pembela sempat membacakan pledoinya atau tidak. Yang pasti majelis sudah harus memutuskan perkara ini pekan depan,” tegas Sugiyanto.

Jaksa yang hadir pada sidang penundaan itu adalah jaksa pengganti dari jaksa pengganti. Karena jaksa pengganti katanya sedang mengikuti acara pelantikan Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Jakarta Utara di Hotel Haris.

“Katanya ada pelantikan Kasi Pidum di Hotel Haris. Tadi ada JPU penggantinya di sini. Makanya persidangan agak sepi,” ucap salah satu sumber kepada media ini.

Adanya acara pelantikan atau serah terima jabatan di lingkungan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara selama ini tidak pernah lagi melibatkan wartawan.

“Kejaksaan belakangan ini tidak pernah lagi melibatkan wartawan jika ada kegiatan. Tapi giliran ada masalah kita dilibatkan.  Kejaksaan ini tidak fer juga,” ucap salah satu wartawan.

Majelis hakim sendiri menyebutkan pihaknya mau tidak mau harus mengirim surat ke Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta jika waktu penanganan perkara melampaui yang telah ditentukan. Majelis harus memberi alasan mengapa berlama-lama menangani sidang kasus perjudian online tersebut.

Sementara itu, di PN Jakarta Utara berkembang informasi yang menyebutkan bahwa penundaan pembacaan tuntutan untuk kedua kalinya itu berkaitan dengan adanya upaya oknum-oknum mendekati jaksa agar tuntutan terhadap para terdakwa rendah.

Ketiga terdakwa tidak menghendaki mereka dijerat dengan UU ITE, Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan KUHP sekaligus. Mereka menginginkan dijerat hanya dengan Pasal 303 tentang Perjudian dalam KUHP saja. Dengan demikian, tuntutan jaksa tidak sampai dua tahun atau cukup setahun saja atau lebih rendah lagi di bawah satu tahun.

Ketiga terdakwa tidak mau dijerat dengan UU ITE, apalagi TPPU, sehingga mereka dimungkinkan untuk dimiskinkan. Para terdakwa menginginkan dijerat dengan Pasal 303 KUHP sehingga hukumannya akhirnya bisa hanya setahun atau kurang lagi dari situ.

Jaksa pengganti dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara menolak menanggapi tudingan yang beredar bahwa tengah terjadi pengaturan atas tuntutan terhadap ketiga terdakwa judi tersebut.

“Saya hanya duduk mendengarkan saja, saya bukan jaksa pengganti kasus judi online ini,” ujar jaksa yang tidak berkenaan ditulis jati dirinya tersebut. (Olo)

 

Share
Bagikan:
Share

Berita Terkait lainya

Komentar Pembaca

Leave a Reply

Berikan komentar

Notifikasi

wpDiscuz