Senin, 24 Juni 2019

limitnews.net

Limit News > Jakarta > Hakim Ramses Pasaribu Tidak Konsisten, dan Dituding Pembohong
Posted By: limitnews, 5:14 AM, 15 April 2019

Hakim Ramses Pasaribu Tidak Konsisten, dan Dituding Pembohong

Share

limitnews.net

Proses sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Foto Tomson

JAKARTA – Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara Ramses Pasaribu, SH tidak konsisten dan dituding pembohong besar karena menjatuhkan hukuman 6 bulan pidana penjara terhadap terdakwa Haryanto bin Sujoni Wardoyo yang didakwa melanggar Pasal 263 KUHP, dalam penggunaan buku pelaut.

Padahal, pada persidangan sebelumnya saat pemeriksaan dua saksi masing-masing Zairi dan Along, Hakim Ramses Pasaribu berulang-ulang mengucapkan bahwa terdakwa tidak bersalah, yang bersalah adalah kedua saksi yang sedang diperiksa.

“Saudara jaksa, terdakwa ini tidak tahu apa-apa, dia hanya robot, seharusnya saksi Along lah yang paling bertanggung jawab, mengapa dia tidak dijadikan terdakwa dalam perkara ini?,” kata Ramses.

Terdakwa Haryanto bin Sujoni Wardoyo menjadi Anak Buah Kapal (ABK) nelayan kapal KM Inka Mina 831 memiliki dan atau menggunakan buku pelaut Palsu atas pemberian Zairi (Kepala Bagian Operasional KM Inka Mina 831; sudah dijatuhi pidana 2 tahun 4 bulan) dan atas perintah Along (pemilik KM Inka Mina 831; hanya saksi) yang telah membuat 6 kali buku pelaut palsu untuk ABK 11 kapal lainnya miliknya (Along). 

Atas putusan itu Penasehat Hukum terdakwa Percoyok menyatakan melakukan upaya hukum banding.

“Saya banding! Sudah jelas dong  kita banding. Kan sudah sangat jelas dan secara terang benderang terungkap di dipersidangan siapa yang bertanggungjawab. Terdakwa hanya menggunakan. Dan itu sudah jelas diterangkan oleh saksi Zairi. Zairi mengatakan terdakwa hanya mengunakan, yang mengurus adalah dia. Zairi atas perintah Along. Uang dari Along kepada Zairi, dan  Zaidi yang mengurus pembuatan buku pelaut. Terdakwa foto saja, ya sudah jadi. Dia tak mengerti prosesnya. Jangankan prosesnya, untuk apa buku pelaut itu dipergunakan terdakwa tidak mengerti. Namanya orang kampung,” ungkap Percoyok.

Dia juga menceritakan kalau dalam perkara itu ada aliran uang. “Saya mendengar ada duit dibagi-bagi terkait perkara yang saya tangani. Tetapi saya tidak tahu darimana uang itu dan siapa saja yang kebagian,” ujar Percoyok. (Olo)

Share
Bagikan:
Share

Berita Terkait lainya

Komentar Pembaca

Leave a Reply

Berikan komentar

Notifikasi

wpDiscuz