Sabtu, 21 Juli 2018
Limit News > Jakarta > Ho Haryati Nekat Menggugat Diduga Pakai Akta Pelepasan Hak Bodong
Posted By: limitnews, 2:11 am, Januari 12, 2018

Ho Haryati Nekat Menggugat Diduga Pakai Akta Pelepasan Hak Bodong

Share

sidang gugatan

Sidang gugatan diduga pakai akta pelepasan hak bodong/Foto TOM

JAKARTA – Ho Haryati nekat melakukan gugatan dengan Akta Pelepasan Hak “bodong” melawan Suryati di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara. Dalam gugatannya yang terdaftar dalam perkara nomor: 669/Pdt.G/2017/PN.Jkt.Utr, tanggal 15 Desember 2017 itu, mengklaim bahwa lahan milik Suryati yang terletak di RW. 02 Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara itu, miliknya.

Hal itu dikatakan Yayat Surya Purnadi, SH, MH yang didampingi Indra Kasyanto Pasaribu, SH, M.si dari Kantor Advokat YSP & Patners selaku Kuasa Hukum Suryati tergugat I, kepada awak media usai persidangan perdana di PN Jakarta Utara, Kamis (11/1).

“Gugatan yang diajukan oleh Ho Haryati tidak mempunyai dasar hukum yang kuat. Dia terlalu nekat!,” tegas Yayat.

Menurutnya, Akta Pelepepasan Hak No.97, tanggal 31 Agustus 2000 dasarnya alas hak Akte Jual Beli (AJB) No. 130/JB/V/1988 tanggal 28 Mei 1988, Akta Pelepepasan Hak No.96 tanggal 31 Agustus 2000 dasarnya alas hak AJB No. 131/JB/V/1988 tanggal 24 Mei 1988 dan Akta Pelepepasan Hak No.102 tanggal 31 Agustus dasarnya alas hak AJB No. 135/JB/V/1988, tanggal 25 Mei 1988 berdasarkan persil Nomor 29 SII Kohir No. C. 732.

Padahal katanya, AJB tersebut sudah di sita dan dijadikan barang bukti oleh Kejaksaan Agung sejak tanggal 16 Agustus 2000, dalam kasus korupsi atas nama terpidana Ho Kiarto atas putusan kasasi Mahkamah Agung RI.

“Bagaimana mungkin akta pelepasan hak tersebut bisa ada setelah AJB No. 130, 131 dan 135 disita oleh kejaksaan agung RI terkait kasus korupsi tukar guling goro. Hal tersebut dapat di ketahui dari putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara No. 164/Pid.B/2009/PN.Jkt.Utr tanggal 11 Maret 2010, dan Putusan Mahkamah Agung No. 181 K/Pid.Sus/2011 tanggal 15 Juni 2011 yang salah satu amar putusan nya antara lain AJB atas nama pegawai Hokiarto semenjak tahun 1988 sampai dengan 1997, dan buku register PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) Kecamatan Cilincing sejak tahun 1988 sampai dengan tahun 1998 tetap terlampir dalam berkas perkara,” ungkap Yayat Surya Purnadi.

Ketua Majelis Hakim Dodong Imam R, SH dengan anggota majelis Sutedjo Bimantoro, SH dan Chris Fajar Sosiawan mengundur sidang perdana gugatan itu karena para tergugat belum hadir semuanya. Yang hadir baru kuasa tergugat I dan tergugat II. Sementara tergugat III dan turut tergugat lainya belum hadir. Oleh karena itu sidang akan dibuka kembali Kamis (18/1). (TOM)

Share
Bagikan:
Share

Berita Terkait lainya

Komentar Pembaca

Leave a Reply

Berikan komentar

Notifikasi

wpDiscuz