Rabu, 19 Desember 2018
Limit News > Jakarta > Jaksa Serahkan Salinan Putusan 10 Bulan Pidana Penjara Atas Nama Akiong
Posted By: limitnews, 4:27 am, November 16, 2018

Jaksa Serahkan Salinan Putusan 10 Bulan Pidana Penjara Atas Nama Akiong

Share

limitnews.net

Sidang pidana atas terdakwa Jing Quahuang alias Akiong. Foto Thomson

JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Hartawan, SH menyerahkan salinan putusan 10  bulan pidana penjara atas nama Jing Quahuang alias Akiong kepada Majelis Hakim pimpinan Diah Siti Badriah, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jl. Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (15/11/2018) sore.

Salinan putusan itu adalah putusan Pengadilan Negeri  Jakarta Utara atas nama Akiong dalam kasus penipuan Rp 1,4 miliar uang pemesanan batu marmer Rudi Salim.

Baca Juga: Akiong Disebut Tidak Tercatat Dalam Daftar Hadir RUPS PT CSI

Penyerahan salinan putusan itu adalah upaya JPU untuk meyakinkan majelis hakim terdakwa Jiang Qahuang alias Akiong yang saat ini diadili atas  dakwaan Pasal 170 KUHP, karena telah melakukan pengeroyokan kepada korban Rudi Salim, adalah mantan narapidana.

Karena JPU yakin bahwa pengeroyokan yang dilakukan terdakwa Jiang Qahuang alias Akiong adalah rentetan persaingan dan ada unsur kesengajaan bahkan sudah diatur atas dasar kebencian, sehingga jaksa mengupayakan bukti bukti untuk menjerat Akiong.

Sebenarnya sidang ini agendanya adalah mendengarkan keterangan dua saksi. Tapi karena kedua saksi itu berhalangan hadir dipersidangan sehingga dengan persetujuan para pihak keterangan saksi dibawah sumpah itu disepakati untuk dibacakan.

Setelah keterangan saksi dibacakan  kemudian  sidang  dilanjutkan untuk  pemeriksaan terdakwa.

Baca Juga: Saksi Erika Beri Keterangan Berbeda di BAP dan di Persidangan

Terdakwa Akiong dalam keterangannya cukup menguras pikiran dan tenaga majelis  hakim dan JPU, karena terdakwa Akiong memberikan keterangan  yang berubah-ubah. Apa yang disampaikan kepada hakim berbeda dengan keterangan yang disampaikan kepada JPU dan berbeda pula dengan keterangan yang ada dalam BAP.

Dalam BAP Akiong menerangkan tidak ada terjadi pemukulan dalam kericuhan RUPS di ruang VIV Classic Hotel tanggal 21 Nopember 2016.

Tetapi kepada hakim terdakwa Akiong menyebut kan bahwa Roger Mules menampar Rudi Salim. Kemudian kepada JPU mengatakan tidak melihat Roger Miles memukul Rudi Salim.

“Tidak ada saya melihat Roger memukul Rudi Salim. Saya pun tidak ada menyentuh Rudi Salim,” kata Akiong.

Atas ke terangan terdakwa itu JPU mempertegas pertanyaannya.

“Terdakwa, dari keterangan Roger Miles, Dalimumte dan Ivan Sanjaya bahwa ada pemukulan yang dilakukan oleh Roger Miles dan dari keterangan para saksi itu bahwa terdakwa sendiri melakukan pemukulan dan penekanan yang keras terhadap saksi Rudi Salim, tapi saat itu terdakwa tidak membantah, mengapa sekarang terdakwa membantah?,” kata Hartawan.

Sebelumnya, terdakwa Akiong didakwa dengan pasal 170  KUHP atas pengeroyokan kepada korban Rudi Salim saat diadakan RUPS PT. Central Steel Indonesi, 21 Nopember 2016, di Clascis Hotel, Jakarta Pusat. (Thom)

Share
Bagikan:
Share

Berita Terkait lainya

Komentar Pembaca

Leave a Reply

Berikan komentar

Notifikasi

wpDiscuz