Sabtu, 20 Juli 2019

limitnews.net

Limit News > Jakarta > Jaksa Tuntut Pembunuh Berencana Seumur Hidup, Ibu Korban Kecewa
Posted By: limitnews, 1:39 PM, 18 Maret 2019

Jaksa Tuntut Pembunuh Berencana Seumur Hidup, Ibu Korban Kecewa

Share

SUMUT.CO

Kedua terdakwa terlihat berbincang dengan kuasa hukumnya. Foto Tomson

JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nugraha SH, MH dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menjatuhkan tuntutan seumur hidup terhadap dua terdakwa pembunuh berencana di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Jl. Gajah Mada, Jakarat Pusat, Senin (18/3/2019).

Dihadapan Ketua Majelis Hakim Dodong, SH, terdakwa Handoko alias Alex dan Abdullah Sunandar dijatuhi tuntutan hukuman seumur hidup itu karena telah melakukan pembunuhan berencana terhadap korban Herdi Sibolga alias Acuan, karena persaingan bisnis.

Terdakwa ditembak oleh Abdulah Sunandar sesaat setelah keluar dari mobilnya ketika hendak pulang ke rumahnya, di Jelambar Aladin, RT 03/06, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat (20/7/2018).

Terdakwa mengeksekusi Acuan dari jarak dekat dengan mengunakan pistol, setelah mengejarnya dengan menggunakan motor N-MEX. Lalu terdakwa menembak dada korban dua kali hingga dadanya tembus.

Tidak berapa jauh dari lokasi penembakan terdakwa Handoko alias Alek mengawasi pelaksanaan eksekusi itu. Alexlah yang membayar Sunandar untuk melakukan pembunuhan itu.

Atas tuntutan itu orang tua terdakwa Sho Hwi kecewa. “Jaksa harusnya menjatuhkan hukuman maksimal. Kita kecewa! Jaksa  tidak mewakili korban. Coba, coba dong rasakan jika jatuh kepada dirinya, apa yang kita rasakan. Anak saya tulang punggung keluarga. Coba pak!,” ucapnya sembari menyeka air mata kecewanya.

Adek korban Herdi Sibolga alias Acuan, Tika juga melontarkan rasa kecewanya. “Alex dan Abdullah Sunandar itu harusnya dihukum mati. Tidak berperikemanusiaan. Mereka yang telah menghabisi nyawa kakak saya secara sadis. Dia merencanakan pembunuhan berbulan bulan hingga tiba hari naas itu. Abang saya harus meregang nyawa dengan cara ditembak. Membayar pembunuh bayaran. Kenapa Abang saya harus dibunuh?,” kata Tika dengan menahan air matanya.

Terdakwa terlihat senyum mendengar tuntutan jaksa itu. “Wah, luar biasa! Kedua terdakwa terlihat tenang sekali, bahkan terlihat ada senyum saat jaksa membacakan tuntutan seumur hidup itu,” ucap salah seorang pengunjung sidang yang berkepala botak.

Terdakwa akan mengajukan pledoi pada persidangan, Senin (26/3/2019). (Tom)

Share
Bagikan:
Share

Berita Terkait lainya

Komentar Pembaca

Leave a Reply

Berikan komentar

Notifikasi

wpDiscuz