Rabu, 20 Juni 2018
Limit News > Jakarta > Jonru Ginting Divonis Penjara 1,5 Tahun Denda Rp 50 Juta
Posted By: limitnews, 3:40 pm, Maret 2, 2018

Jonru Ginting Divonis Penjara 1,5 Tahun Denda Rp 50 Juta

Share

limitnews.net

Jon Riah Ukur alias Jonru Ginting meneriakkan takbir usai divonis penjara 1,5 tahun penjara dan denda Rp 50 juta. Foto Ist

JAKARTA – Jonru Ginting divonis 1,5 tahun penjara dan denda Rp 50 juta. Pria bernama lengkap Jon Riah Ukur dinyatakan Majelis Hakim terbukti bersalah menyebarkan ujaran kebencian lewat Facebook.

“Menyatakan terdakwa Jon Riah Ukur alias Jonru Ginting terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan perbuatan dengan sengaja menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu sebagai perbuatan berlanjut,” kata Hakim Ketua Antonius Simbolon membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jalan Dr Sumarno, Cakung, Jaktim, Jumat (2/3/2018).

Empat status Jonru yang disebarkan lewat posting-an di fanpage Facebook miliknya. Posting-an pertama pada 23 Juni 2017 soal Quraish Shihab, yang akan menjadi khatib salat id di Masjid Istiqlal. Kedua, posting-an terkait Syiah bukan bagian dari Islam pada 15 Agustus 2017. Ketiga, posting-an soal Indonesia belum merdeka dari jajahan mafia China pada Kamis, 17 Agustus 2017.

“Menimbang bahwa posting-an tersebut berpotensi menimbulkan adanya kebencian dan permusuhan, khususnya antara muslim dan nonmuslim. Posting-an tersebut membenturkan kelompok muslim dan nonmuslim,” ujar hakim anggota.

Sedangkan posting-an keempat mengenai antek-antek penjajah pada 18 Agustus 2017. Jonru dalam posting-annya menyebut penjajah nonmuslim dan yang melawan penjajah adalah mayoritas muslim.

“Selain itu, terdakwa mem-posting tulisan NU telah menerima uang Rp 1,5 triliun yang dikaitkan dengan pembubaran HTI serta mem-posting tulisan yang pada pokoknya menyatakan Jokowi adalah capres yang tidak jelas asal muasalnya,” kata hakim anggota membacakan unsur-unsur dalam putusan.

Jonru terbukti bersalah melakukan pidana dalam Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45A ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Sementara itu, Jonru Ginting mengaku putusan hakim tidak adil.

“Apapun keputusan di sini, keputusan yang intinya selain saya bebas itu adalah keputusan yang sangat tidak adil,” kata Jonru usai sidang.

Jonru mengaku dizalimi dalam perkara ini. Jika nanti ia menerima putusan ini, maka Jonru menyatakan orang yang menzaliminya akan mendapat balasan setimpal.

“Kalau pun nanti misalnya saya menerima, saya yakin orang-orang yang menzalimi saya akan mendapat balasan yang setimpal dari Allah,” ujar Jonru. (Ss)

Share
Bagikan:
Share

Berita Terkait lainya

Komentar Pembaca

Leave a Reply

Berikan komentar

Notifikasi

wpDiscuz