Selasa, 25 Juni 2019

limitnews.net

Limit News > Jakarta > Ketua Majelis Hakim PN Jakarta Utara Tolak Eksepsi Terdakwa Tedja Widjaja
Posted By: limitnews, 7:13 AM, 22 November 2018

Ketua Majelis Hakim PN Jakarta Utara Tolak Eksepsi Terdakwa Tedja Widjaja

Share

limitnews.net

Ketua Majelis Hakim PN Jakarta Utara menolak eksepsi terdakwa Tedja Widjaja. Foto Thomson

JAKARTA – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara melalui Ketua Majelis Hakim Tugiyanto, SH, MH menyatakan menolak eksepsi kuasa hukum terdakwa Tedja Widjaja, pada putusan selanya yang dibacakaan, di PN Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Kamis (22/11/2018).

Oleh karena itu Hakim memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fedrick Adhar dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara untuk melanjutkan persidangan pemeriksaan pokok perkara, Rabu (27/11/2018). 

Tugiyanto yang didampingi hakim anggota Salman, SH, Sarwono, SH menyampaikan kepada JPU dan kuasa hukum terdakwa supaya melengkapi bukti bukti untuk persidangan pembuktian pada pokok perkara.

Dalam putusan selanya majelis menyatakan keberatan-keberatan (eksepsi) yang diajukan kuasa hukum terdakwa sudah masuk ranahnya pembuktian pada pokok perkara, yakni ukuran tanah yang tidak sesuai dengan ukuran tanah yang sebenarnya. 

“Apa  yang menjadi keberatan terdakwa atas dakwaan JPU sudah masuk pada pokok perkara. Untuk itu kami memerintahkan JPU mengahadirkan terdakwa pada persidangan pemeriksaan pokok perkara,” kata Tugiyonto pada putusan selanya.

Sebelumnya JPU Fedrick Adhar, SH mendakwa terdakwa Tedja Widjaja melanggar Pasal 372, 378 KUHP karena telah memalsukan sertifikat lahan milik Yayasan Univ 17 Agustus 1945 (UTA’45) dengan memecah PBB-P2, dan yang menggunakan dokumen palsu.

Ketua Yayasan Bambang Sulistomo, yang didampingi Purek Rajes dan Berlin Pangaribuan yang juga disertai ratusan mahasiswa UTA’45, menyatakan terimakasihnya kepada Majelis hakim yang telah menolak eksepsi terdakwa Tedja Widjaja.

“Kami sangat berterimakasih kepada majelis hakim yang telah secara objektif menilai dan mempertimbangkan putusan selanya. Ini artinya ada keadilan bagi rakyat. UTA’45 ini adalah milik rakyat dan kita berjuang untuk memperjuangkan hak-hak rakyat yang menuntut ilmu. Semoga keadilan dapat tegak di negara hukum Indonesia. Janganlah yang kuat yang berkuasa, tetapi harapan kita selaku pendidik biarlah yang berjuang dan bekerja keras yang mendapatkan haknya. Janganlah dengan tipu-tipu dan intimidasi,” kata Bambang Sulistomo.

Bambang Prabowo yang telah melaporkan terdakwa Tedja Wijaya ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) atas suap Rp 1 miliar ke kepala PPURD Tanjung Priok, juga nyatakan kesiapannya menjadi saksi dalam kasus penipuan dan penggelapan  terdakwa Tedja Widjaja terhadap lahan kampus UTA’45.

“Saya sudah siap jadi saksi. Saya memiliki bukti-bukti bahwa terdakwa Tedja Widjaja telah mendapatkan lahan Yayasan UTA’45 secara ilegal. Saya siap,” tegas Bambang usai mendengarkan penolakan hakim terhadap eksepsi terdakwa Tedja Widjaja. (Thom)

Share
Bagikan:
Share

Berita Terkait lainya

Komentar Pembaca

Leave a Reply

Berikan komentar

Notifikasi

wpDiscuz