Senin, 24 Juni 2019

limitnews.net

Limit News > Jakarta > Kuasa Hukum: Opini Berkembang Seolah Bupati Cianjur Sudah Bersalah
Posted By: limitnews, 3:04 PM, 17 Desember 2018

Kuasa Hukum: Opini Berkembang Seolah Bupati Cianjur Sudah Bersalah

Share

limitnews.net

Kuasa Hukum Bupati Cianjur saat temu Pers. Foto Thomson

JAKARTA – Kuasa Hukum Bupati Cianjur mengharapkan masyarakat tidak mempolitisasi kasus yang saat ini sedang ditangani KPK.

“Kita sebagai Kuasa Hukum Bupati keberatan dengan opini-opini yang berkembang di masyarakat yang seolah-olah bupati sudah  bersalah,” kata Kuasa Hukum Bupati Cianjur, Dr. Indra Yudha Koswara kepada jurnalis di Setia Budi Building, Senin (17/12/2018).

Koswara yang didampingi DR. I. Alfies Sihombing, SH, MH, DR. Iur. Liona S. Supriatna, SH, M.Hum, DR. T. Mangaranap Sirait, SH, MH, CTA, DR. Fernando Silalahi, ST, SH, MH, CLA, DR. dr. Yeni Nuraeni, SH, MH, MMRS, Erlang Rio Pratama, SH menegaskan, bahwa mereka tetap mendukung proses hukum yang dilakukan KPK.

“Biarkan penyidikan berjalan. Janganlah ada Opini yang menyesatkan yang dapat mengganggu berjalannya penyidikan yang dilakukan KPK. Jika masih ada pernyataan-pernyataan yang melampaui kinerja KPK, atau yang membuat pernyataan diluar hasil statement juru bicara KPK, kita akan melakukan tindakan hukum, baik secara pidana maupun secara perdata. Kita akan lakukan tindakan hukum! Marilah kita menghormati azas praduga tak bersalah,” ujar Koswara.

Direktur Eksekutif Cyber Pungli Dr. Fernando Silalahi, ST, SH, CLA juga menyatakan seperti yang disampaikan Koswara, bahwa opini publik yang dihembuskan oleh orang-orang tertentu akan menyesatkan masyarakat.

“Cyber Pungli sangat mendukung kinerja KPK. Hukum harus harus ditegakkan! Namun jika ada opini-opini yang dihembuskan orang-orang tertentu kita akan melakukan tindakan hukum. Kita tidak akan segan-segan, ini demi keadilan. Jika bisa proses hukum yang sedang dilakukan KPK, kita ikuti, jangan sampai ada pernyataan-pernyataan yang diluar hasil penyidikan yang dikeluarkan KPK. Membangun opini seolah-olah bahwa terperiksa sudah divonis bersalah, itu sangat berdampak buruk kepada masyarakat Cianjur dan keluar. Kita berharap jangan dikait-kaitkan dengan pilpres 2019. Proses hukum janganlah dikaitkan politik,” kata Fernando.

Kuasa hukum Bupati Cianjur yang terdiri dari para doktor itu berharap agar masyarakat menghormati proses hukum yang berjalan.

Irvan terpilih sebagai Bupati Cianjur pada Pilkada 2016, dan masa jabatannya akan berakhir pada 2021. Irvan melanjutkan tongkat estafet sebagai bupati dari ayahnya, Tjetjep Muchtar Soleh, yang sebelumnya menjadi Bupati Cianjur dua periode berturut-turut.

Sebagai politikus, Irvan dikenal merupakan petualang politik. Ia memulai karier politik sebagai politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), kemudian pindah ke Partai Demokrat, dan menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.  

Selanjutnya, ia melompat ke Partai Golkar hingga terpilih sebagai Bupati Cianjur masa jabatan 2016-2021. Setelah terpilih menjadi Bupati Cianjur, Irvan hengkang dari Partai Golkar. Ia bergabung dengan Partai Nasdem bersama ayahnya, Tjetjep Muchtar Soleh yang menjabat Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Cianjur dan caleg DPR RI dari Wilayah Jabar III di Pemilu 2019 mendatang. (Thom)

Share
Bagikan:
Share

Berita Terkait lainya

Komentar Pembaca

Leave a Reply

Berikan komentar

Notifikasi

wpDiscuz