Sabtu, 20 Juli 2019

limitnews.net

Limit News > Jakarta > Lakukan Pengrusakan, Suseno Halim Diancam Pidana 7 Tahun Penjara
Posted By: limitnews, 7:17 AM, 21 Maret 2019

Lakukan Pengrusakan, Suseno Halim Diancam Pidana 7 Tahun Penjara

Share

limitnews.net

Terdakwa Suseno Halim. Foto Tomson

JAKARTA – Sidang perkara penyerangan dan pengeroyokan keluarga Herman Yusuf (wartawan) dangan terdakwa Suseno Halim kembali di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Jl. Gajah mada, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2019), dengan agenda keterangan saksi usman zainudin.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anthon Hardiman menghadapkan saksi Usman Zainudin kehadapan persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Indri Murti mengatakan bahwa dirinya mendengar suara keras wanita minta tolong yang membuat dia berlari ke arah Blok C, No. 15. Keamanan kompleks perumahan Bisma itu pun bergegas meninggalkan Pos Keamanan bersama warga setempat.

“Jeritan minta tolong tersebut ternyata bersumber dari kediaman Herman Yusuf. Saya segera masuk memastikan apa yang terjadi di dalam rumah tersebut. Akhirnya saya tahu kalau yang berteriak  minta tolong adalah istri pak Herman Yusuf. Selain istri Herman Yusuf ternyata di dalam rumah ada pula dua anaknya  dengan beberapa lelaki yang tidak saya kenal. Mereka ribut dan perang mulut tetapi saya tidak tahu apa yang mereka ributkan, ” ungkap saksi Usman Zainuddin dalam keterangannya.

Usman Zainuddin mencoba melerai dengan menyuruh diam kawanan lelaki yang diyakininya bukan penghuni rumah tersebut.

“Saya beberapa kali memerintahkan kawanan lelaki yang tidak saya kenal itu keluar rumah Pak Herman Yusuf, tetapi tidak diindahkan. Mereka berteriak-teriak dan terus  perang mulut,” tutur Usman.

Kawanan lelaki berkulit hitam itu akhirnya keluar dari kediaman Herman Yusuf setelah sejumlah petugas Polsek Tanjung Priok dan Polres Jakarta Utara tiba di tempat kejadian perkara. Mereka tidak saja diperintahkan keluar rumah tetapi sekaligus juga diangkut ke Mapolres Jakarta Utara. “Tetapi saya tidak tahu apa yang mereka jalani di kantor polisi,” katanya.

Menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim Indri SH MH. Usman Zainuddin mengakui bahwa rumah yang didiami keluarga Herman Yusuf tengah dipersengketakan Herman Yusuf dengan Soeseno Halim, yang juga warga kompleks perumahan Bisma Sunter. Namun Usman tidak tahu siapa sesungguhnya pemilik sah rumah tersebut.

“Hanya garis besarnya saja saya tahu, karena baik Herman Yusuf maupun Soeseno Halim sama-sama mengirim surat ke keamanan  saling menyatakan bahwa rumah yang diperebutkan itu milik masing-masing. Saya tidak baca suratnya, panjang-panjang Pak Hakim,” tutur Usman Zainuddin.

Anggota majelis hakim Oloan Harianja SH MH kemudian bertanya apakah saksi tahu siapa yang mengerahkan kawanan lelaki yang diduga preman dari organisasi massa (ormas) itu hingga melakukan penyerangan ke kediaman Herman Yusuf, Usman Zainuddin mengaku tahu dari aparat kepolisian bahwa yang menyuruh adalah Soeseno Halim.

“Sebelumnya saya tidak tahu kalau Soeseno Halim yang mengerahkan. Hal itu saya ketahui setelah bicara dengan aparat kepolisian di lokasi kejadian. Padahal, Soeseno Halim sama-sama dengan saya di Pos Keamanan ke rumah tempat kejadian perkara sewaktu istri Herman Yusuf berteriak-teriak minta tolong,” tutur Usman.

Saksi mengaku bahwa sebelumnya Herman Yusuf dengan keluarganya tidak bermukim di Jalan Bisma Sunter.

“Keluarga itu tinggal di sana sejak beberapa tahun terakhir. Mungkin ada 10 tahun mereka menghuni rumah itu,” ungkap Usman seraya menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui riwayat dan pemilik sah rumah tersebut.

Hanya karena yang menghuni selama puluhan tahun terakhir adalah Herman Yusuf dan keluarga, maka saksi beranggapan bahwa rumah tersebut adalah milik Herman Yusuf.

Atas keterangan saksi Usman itu, terdakwa Soeseno Halim tidak keberatan.

Sebelumnya JPU Anthon mendakwa Terdakwa Soeseno Halim dengan Pasal 170 KUHP ke-1, diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun, jika dengan sengaja menghancurkan barang atau jika kekerasan yang digunakan mengakibatkan luka-luka, terhadap keluarga Herman Yusuf dengan menggunakan preman dan ormas. Diketahui bahwa terdakwa Soeseno Halimlah yang mengerahkan massa tersebut. (Olo)

Share
Bagikan:
Share

Berita Terkait lainya

Komentar Pembaca

Leave a Reply

Berikan komentar

Notifikasi

wpDiscuz