Jumat, 21 September 2018
Limit News > Jakarta > Pengusaha: Rp 100 Juta Untuk Terima Kasih ke Irman
Posted By: limitnews, 2:15 am, Desember 14, 2016

Pengusaha: Rp 100 Juta Untuk Terima Kasih ke Irman

Share

JAKARTA – Pemilik CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto mengaku, memberikan Rp 100 juta kepada mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman sebagai ucapan terima kasih karena membantu menyalurkan gula bulog sebanyak 1.000 ton.

“Uang Rp 100 juta itu awalnya mungkin inisatif kami sebagai ucapan terima kasih. Saya mengatakan ke Memi ‘Pak Irman sudah dibantu atau belum?’. Setelah saya mengetahui dari karyawan kalau istri saya meminta uang Rp 100 juta, lalu dia telepon dan saya tanya ‘Uang ini untuk apa?’ dan istri saya mengatakan untuk ucapan terima kasih untuk Pak Irman,” kata Xaveriandy dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (13/12).

Terdakwa dalam sidang tersebut adalah Irman Gusman yang didakwa menerima Rp 100 juta dari Xaveriandy Sutanto dan Memi karena telah mengupayakan CV Semesta Berjaya milik Xaveriandy dan Memi mendapat alokasi pembelian gula yang diimpor oleh Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) untuk disalurkan di provinsi Sumatera Barat dengan memanfaatkan pengaruhnya terhadap Direktur Utama Perum Bulog.

“Kenapa saudara bertanya ‘Irman Gusman sudah dibantu belum?’,” tanya anggota majelis hakim Jhon Halasan Butarbutar.

“Saya merasa mungkin Pak Irman sudah membantu saya untuk mendapatkan gula yang 1.000 ton, setelah mendengar cerita istri saya kalau Pak Irman sudah menghubungi direktur Bulog,” jawab Xaveriandy.

“Di BAP saudara menyebutkan ‘Ada info dari isri saudara katanya terdakwa minta fee?” tanya hakim Jhon.

“Pak Irman awalnya ingin mengajak bisnis bersama bidang gula dengan bagi hasil Rp 300 PER kilogram. Informasi awal yang saya dapat dari istri mengatakan Pak Irman juga bersedia untuk setor modal,” jawab Xaveriandy.

“Apakah alokasi 1.000 ton untuk CV Semesta Berjaya adalah bagian kerja sama kesepakatan?” tanya hakim.

“Jumlah 1.000 ton itu tidak ada bagian dari yang Rp300/kilogram, jadi Rp 100 juta hanya ucapan terima kasih bukan untuk pemberian fee,” tambah Xaveriandy.

Irman didakwa berdasarkan pasal 12 hurub b atau pasal 11 No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang mengatur mengenai pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah.

Padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya dengan hukuman minimal empat tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar. (ANT/SS)

Share
Bagikan:
Share

Berita Terkait lainya

Komentar Pembaca

Leave a Reply

Berikan komentar

Notifikasi

wpDiscuz