Rabu, 20 Juni 2018
Limit News > Jakarta > Rohadi: Mengapa KPK Takut Sama Hakim Ifa Sudewi?
Posted By: limitnews, 4:49 am, Juni 3, 2018

Rohadi: Mengapa KPK Takut Sama Hakim Ifa Sudewi?

Share

limitnews.net

Mantan Panitera Pengganti (PP) Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara Rohadi. Foto Tomson

JAKARTA – Sejuta pertanyaan ditujukan kepada Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) yang menangani kasus suap mantan Panitera Pengganti (PP) Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara Rohadi, yang hingga saat ini belum mampu menjerat Jaksa dan Hakim dalam kasus suap perkara pedangdut Saiful jamil.

Publik menantikan kepastian penegakan hukum dalam penanganan kasus suap Rohadi, yang sudah cukup terang benderang terungkap didalam persidangan, siapa dalang pemrakarsa terjadinya suap Rp 300 juta, dibalik putusan 3 tahun pidana penjara terdakwa Saiful Jamil yang dijerat kasus pelecehan seks terhadap anak dibawah umur.

Rohadi penasaran terhadap sikap KPK yang hingga saat ini belum menjadikan Hakim Ifa Sudewi (Ketua Majelis Hakim), Dasma (Hakim Anggota), Karel Tumpu (Hakim Tinggi Jabar) dan Pansek RIni Pertiwi yang saat ini sudah mutasi ke PN Jakarta Timur, serta Jaksa Yansen Dau sebagai tersangka dalam kasus suap ini.

Rohadi melalui pernyataannya, Sabtu (2/6/2018), pemrakarsa untuk membantu perkara Saiful Jamil datang dari Karel Tumpu (Hakim Tinggi Jabar) yang juga mantan hakim PH Jakarta Utara. Karena kebetulan perkara Saiful Jamil ditangani Advokat Berthanatalya Cs yang adalah istri dari pada hakim Karel Tumpu. Karel Tumpu beberapa kali menghubungi Ifa Sudewi dan mengatakan supaya kasus Saiful Jamin dibantu.

Karel Tumpu pun menelepon Rohadi. Kemudian atas pesan Karel Tumpu itu, Berthanatalya bertemu Rohadi dengan percakapan: “kang Rohadi, perkara kita atas nama Saiful Jamil akan segera dilimpahkan, supaya diperhatikan,” kata berthanatalya kepada Rohadi.

Kemudian beberapa hari kemudian sebelum perkara Saiful Jamil disidangkan, Berthanatalya menyerahkan uang Rp 50 juta kepada Rohadi sebagai uang panjar tanda jadi kesepakatan.

Dan setelah Rohadi menerima uang Rp 50 juta itu, Rohadi menelepon Ifa Sudewi, memberitahukan bahwa uang Rp 50 juta sudah diterima dari pengacara Saiful Jamil, Berthanatalya sebagai uang tanda jadi. Kemudian Ifa Sudewi menyarankan kepada Rohadi agar uang itu deserahkan kepada Rini Pertiwi.

Uang itu diserahkan kepada Rini Pertiwi supaya dikumpulkan untuk biaya perjalan Karyawan, Pegawai, PP dan Hakim PN Jakarta Utara, Jakarta-Solo-pulang pergi dalam rangka mengikuti acara hajatan pernikahan anak salah seorang hakim PN Jakarta Utara.

Sebelum putusan perkara Saiful Jamin dibacakan, ada beberapa kali agenda sidang putusan yang ditunda. Menurut rohadi, penundaan itu karena belum ada kesepakatan berapa lagi jumlah uang yang akan diserahkan pengacara Saiful Jamin kepada hakim.

Bahkan Hakim Dasma (saat itu sudah pindah tugas) ada beberapa kali menelepon Rohadi yang mempertanyakan uang dari pengacara Saiful Jamil, yang terkait berapa lagi yang akan ditambahkan sebagai tambahan Rp 50 juta uang tanda jadi yang sudah diserahkan Rohadi kepada Rini Pertiwi untuk biaya pelesiran ke solo, itu.

Pada saat pertemuan Rohadi dan Berthanatalya dalam serah-terima uang Rp 250 juta sebagai tambahan Rp 50 juta itulah KPK menyergap Rohadi dan Berthanatalya dan akhirnya Rohadi dijatuhi hukuman 7 tahun pidana penjara dan sejumlah harta dan asetnya disita KPK.

Bahkan RS Resya di Indramayu yang katanya milik Rohadi berupaya ditutup KPK, sampai proses hukum selesai. Kini warga Indramayu sedang berjuang untuk mepertahankan RS Resya agar tetap dibuka dan meberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Oleh karena KPK belum menjerat Hakim dan jaksa maka Rohadi bertanya: Mengapa KPK Takut Sama Hakim Ifa Sudewi?

Rohadi berhasrat sekali ingin membongkar mafia hukum dalam perkara ini. Dengan keinginannya itu, Rohadi telah menerbitkan buku: “Mengungkap Praktek Mafia Hukum dibalik Vonis Pedangdut Saiful Jamil”. (Tom)

Share
Bagikan:
Share

Berita Terkait lainya

Komentar Pembaca

Leave a Reply

Berikan komentar

Notifikasi

wpDiscuz