Minggu, 18 November 2018
Limit News > Jakarta > Saksi Solahudin Dalimunthe Sebut Terdakwa Akiong Memukul Korban
Posted By: limitnews, 3:02 am, November 2, 2018

Saksi Solahudin Dalimunthe Sebut Terdakwa Akiong Memukul Korban

Share

limitnews.net

Tiga saksi untuk terdakwa Akiong. Foto Thomson

JAKARTA –Saksi Solahudin Dalimunthe, SH di persidangan mengatakan, sesuai undangan RUPS dijadwalkan dimulai Pukul: 10.00 WIB. Solahudin Dalimunte hadir selaku kuasa dari Rudi Salim. Solahudin menyebut terdakwa Akiong melakukan pemukulan terhadap korban.

Sebelum RUPS dibuka saksi Solahudin menyampaikan pendapatnya, supaya yang bukan pemegang saham keluar dari ruangan. Hal itu disampaikannya karena menurutnya ada sejumlah orang yang bukan pemegang saham berada duduk satu meja bersama para pemegang saham. Diantaranya adalah Jojo dan Roger Miles. Tetapi Roger Miles memperkenalkan dirinya sebagai perwakilan dari bosnya yang akan membeli saham di PT. CSI.

Kemudin Solahudin menyampaikan pendapatnya agar terlebih dahulu Dirut dan jajaran selaku pengendali operasional perusahaan melaporkan laporan pertanggungjawaban keuangan kepada para pemegang saham. Dan pendapat dari Solahudin itu didukung para pemegang saham.

Namun Dirut PT. CSI Erika pada saat itu tidak mengabulkan permintaan pemegang saham, sehingga mulai ada ketegangan dalam rapat. Dan dalam RUPS  Dirut menyampaikan, akan menjual genset untuk menutupi biaya operasional perusahaan dan membayar cicilan ke Bank Mandiri.

Lalu Rudi Salim yang baru tiba memprotes penjualan genset itu. Dan sendainya genset mau dijual agar terlebih dahulu dilakukan audit investigasi agar dapat diketahui persoalan yang sebenarnya.

Dalam perdebatan itu, Roger Miles yang disebutkan sebagai tamu itu melakukan pemukulan terhadap Rudi Salim sebanyak dua kali kearah wajah dan kepala Rudi Salim. Sehingga Rudi Salim terjengkang.

Dan pada saat yang bersamaan terdakwa Akiong ikut melakukan pemukulan berkali-kali. Ketika terjadi keributan itu, Solahudin berusaha keluar ruangan untuk mencari bantuan. Tetapi saat itu Akiong menghalanginya keluar dari ruangan.

“Saya melihat Akiong sangat marah terhadap Rudi. Ada tiga orang yang memukul,” kata Solahudin.

Dalam kekacauan itu, Muliadi menyodorkan selembar cek senilai Rp 45 miliar untuk ditandatangani Rudi Salim. Tapi Rudi Salim tidak mau menandatangani cek tersebut. Meskipun Rudi Salim dalam tekanan.

Rudi Salim dapat keluar dari ruangan tersebut setelah Solahudin dan sejumlah temannya masuk ruangan dan memapah Rudi Salim keluar rungan RUPS dan selanjutnya melakukan visum ke Rumah sakit.

Kemudian majelis hakim bertanya, “apakah korban Rudi Salim saat itu di opname? Yang dijawab: “Beliau berobat jalan,” katanya.

Terungkap kemudian bahwa saksi Roger Miles (yang tadinya disebut mewakili bosnya di RUPS yang akan membeli Genset) ternyata dikenalkan Jojo kepada Akiong saat ada persoalan adminstrasi Akiong dengan Kantor Imigrasi, dan Roger Miles membantu mengurusnya dari Kantor Imigrasi. Jojo sendiri datang ke RUPS tanpa status yang jelas.

Hal itu terungkap dari  kesaksian Roger Miles dipersidangan. Bahkan inisiatif untuk membuat RUPS atas usulah Roger Miles.

“Saya yang mengusulkan agar diadakan RUPS,” ujar Roger Miles dipersidangan.

Roger Miles mengakui, dia melakukan pemukulan kepada Rudi Salim sebanyak lebih dari lima pukulan dalam dua babak. Tapi atas perbuatanya itu Roger Miles sudah minta maaf kepada Rudi Salim dan dia juga sudah dihukum 5 bulan atas perbuatannya itu.

“Kalau sudah damai mengapa masih lanjut kepersidangan?” tanya hakim.

Roger Miles bilang dia iklas menerima hukuman itu karena memang sudah salah.

“Saat perminta maaf saya diterima Pak Rudi Salim proses penyidikan sedang berjalan. Makanya saya dihukum ringan atas adanya perdamayan itu,” ujar Roger Miles.

Kemudian Majelis bertanya: “Setahu saudara, apakah terdakwa ini pernah berdamai dengan korban? Atau apakah tedakwa pernah meminta maaf?” yang dijawab: “Setahu saya belum pernah Bu Hakim.”

Saksi Ivan Wijaya yang hadir di RUPS  untuk mewakili Ayahnya selaku pemegang saham 15 persen di PT. CSI. Menurut Ivan Wijaya dalam rungan ada lebih dari 10 orang, yakni Roger Miles, Muliadi (Dirkeuangan PT. CSI), Erika (Dirut PT. CSI), Akiong, Solahudin Dalimunte, Yulia, Jojo, Vincen, Rudi Salim, dan yang lainnya yang tidak dikenalnya.

Apa yang disampaikan Ivan Wijaya tidak jauh berbeda dari kesaksian Solahudin Dalimunte. Yang berbeda hanya perlakukan Akiong kepada dirinya.

“Saya melihat bahwa Akiong mengejar saya. Dia paling proaktif mendorong saya dan juga menarik-narik dan mendorong pak Rudi Salim. Dan saat saya coba keluar terdakwa Akiong mencegahnya dengan keras, justru saudara Roger Miles yang meberikan isyarat sehingga pintu dibukan dan setelah saya lolos keluar ruang RUPS  selanjutnya saya langsung pulang,” ucap Ivan Wijaya.

Solahudin berharap Tedakwa Akiong dihukum berat karena diduga  sebagai dalang pengeroyokan tehadap korban Rudi Salim pada saat diadakan  Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT. Centra Steel Indonesia (PT. CSI) di Hotel Klasik, Jakarta Pusat 21 September 2016.

Akibat pengeroyokan itu, korban Rudi Salim mengalami luka memar-lebam. Selain terjadinya kesakitan yang dialami korban.

“Akibatnya RUPS pun gagal total,” kata Solahudin Dalimumte, SH kepada limitnews.net, usai memberikan kesaksian dipersidangan Pengedilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jl. Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (1/11/2018).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hartawan, SH menghadirkan 5 saksi untuk didengarkan keterangannya untuk terdakwa Akiong yang didakwa Pasal 170 KUHP, karena telah melakukan pengeroyokan kepada korban Rudi Salim. Tapi yang diperiksa dipersidangan baru tiga orang saja karena karena sudah malam. Sehingga untuk pemeriksaan dua saksi lagi dijadwalkan sidang pada Selasa (6/11/2018). (Thom)

Share
Bagikan:
Share

Berita Terkait lainya

Komentar Pembaca

Leave a Reply

Berikan komentar

Notifikasi

wpDiscuz