Senin, 24 Juni 2019

limitnews.net

Limit News > Jakarta > Terbukti Langgar KUHP, Hakim Vonis Bebas Terdakwa Penipuan
Posted By: limitnews, 5:00 AM, 12 April 2019

Terbukti Langgar KUHP, Hakim Vonis Bebas Terdakwa Penipuan

Share

limitnews.net

Sidang penipuan dan penggelapan di PN Jakarta Utara. Foto Istimewa

JAKARTA – Ketua Majelis Hakim Parnaehan Silitonga SH didampingi hakim anggota Sarwono dan  Rianto Adam Pontoh membebaskan terdakwa kasus penipuan dan penggelapan atas nama suami istri John Barri dan Angeline Meliyanica dari tuntutan pidana di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Jl. Gajah Mada, Jakarta Pusat, Kamis (11/4/2019).

Terdakwa dibebaskan dari perbuatan pidana  sebagaimana dalam dakwaan dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anthon Hardiman, SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara yang telah menjatuhkan tuntutan 2 tahun pidana penjar karena melanggar Pasal 378, Jo Pasal 372 KUHP atas perbuatan telah melakukan penipuan dan penggelapan terhadap 3 unit mobil mewah senilai Rp. 2,140 miliar.

Sebelum menjatuhkan vonis Ketua  Majelis  Hakim Parnaehan Silitonga, SH mengatakan sependapat dengan tuntutan JPU,  bahwa kedua terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan penipuan terhadap 3 unit mobil yaitu satu unit  Toyota Alphard dan dua unit Toyota Harrier dan melakukan  penipuan terhadap uang Rp.2,140 miliar hasil penjualan ke tiga unit mobil mewah tersebut.

Namun pada Putusannya majelis menyatakan, bahwa ke-dua terdakwa tersebut melakukan perbuatan melawan hukum namun bukan perbuatan pidana melainkan perbuatan keperdataan.

Mendengar vonis hakim itu, JPU yang tadinya manggut-manggut mendengar analisis dan pertimbangan hukum yang sudah menyatakan sependapat dengan JPU, langsung menyenderkan diri ke kursinya, sebagai ekspresi kaget atas putusan onslah hakim itu.

“Kasasihlah bang, sudah pasti kita kasasi! Saya kaget Alang  kepalang! majelis  menyatakan sependapat dengan dakwaan dan tuntutan kita,  terbukti melanggar pasal 372  KUHP dan  terbukti  melanggar Pasal 378 KUHP, dimana onslahnya? Ya kagetlah kita,” ucap Anthon Hardiman diluar persidangan saat mintai tanggapannya oleh sejumlah wartawan atas putusan hakim itu.

Sejumlah wartawan yang biasa meliput di PN Jakarta Utara pun kaget  alang kepalang. Karena putusan itu seperti seorang penerjun payung yang terjun bebas dari langit biru jatuh ke bumi tanpa alat pengaman, karena lupa membuka parasutnya; Grebab!

Parnaehan Silitonga ketika dikonfirmasi didepan pintu ruang persidangan atas putusannya itu mengatakan: “Maju tak gentar membela yang benar. Lihatlah tangisan  terdakwa itu. Dia tidak yakin kalau putusannya onslah,” ucap Parnaehan lagi menjelaskan ekspresi terdakwa.

Penasehat Hukum terdakwa Carly, SH juga mengatakan: “Mungkin karena doa para terdakwa. Bukan karena pledoi. Itu nasib para terdakwalah. Kita tidak berbuat apa-apa,” ucap Carly seakan tidak percaya bebasnya kliennya.

“Karena merupakan perbuatan kukan perbuatan pidana melainkan perdata, maka kami perintahkan JPU mengeluarkan kedua terdakwa dari tahanan,” tegas Parnaehan.

Menurut majelis hakim perbuatan itu didasari dari perjanjian yang mana kedua terdakwa menjual mobil yang diambil dari shorum milik korban yang mana pembayaranya dalam tempo satu minggu setelah mobil diambil. Dan terdakwa sudah membayar satu unit mobil Toyota Harrier .

Menurut JPU Kedua terdakwa memiliki Showroom mobil dikawasan Pluit, Jakarta Utara,  sejak tahun 2010 hingga tahun 2018 dan terdakwa telah menjual tiga unit mobil milik PT Pluit Auto dengan total harga Rp 2.140 milyar lebih dengan perjanjian akan membayar lunas kepada Rico Meras pemilik Shorum Pluit Auto seminggu setelah mobil terjual.

Namun setelah mobil terjual kedua terdakwa tidak membayarkan uang hasil penjualan tersebut kepada korban Rico Meras, melainkan digunakan untuk keperluanya sendiri, diantaranya untuk membayar hutang ke Bank .

Padahal setiap pembeli membeli mobil di Showroom milik terdakwa, selalu dibayar cash. Akibat perbuatan para terdakwa saksi korban menderita kerugian sebesar Rp 2,1 miliar.

Vonis hakim tersebut disambut tangisan sukacita terdakwa. Secara bergantian terdakwa menyalami hakim serta mengucapkan terimakasih. (Olo)

 

Share
Bagikan:
Share

Berita Terkait lainya

Komentar Pembaca

Leave a Reply

Berikan komentar

Notifikasi

wpDiscuz