Senin, 24 Juni 2019

limitnews.net

Limit News > Jakarta > Terdakwa Amel: Saya Difitnah
Posted By: limitnews, 5:11 AM, 12 April 2019

Terdakwa Amel: Saya Difitnah

Share

limitnews.net

Terdakwa Amel mengaku merasa difitnah saat menjalani sidang di PN Jakarta Utara. Foto Tomson

JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Erma Octari SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara kembali menghadirkan terdakwa  Amel  kepersidangan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Jl. Gajah mada, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2019).

Kali ini JPU Erma Octari, SH menghadirkan 2 saksi untuk didengarkan keterangannya dipersidangan, masing-masing Sugianto dan Susan Rahman.

Dihadapan Ketua Majelis Hakim, saksi Sugianto mengatakan bahwa terdakwa Amel sebagai Kepala Devisi Pemasaran di PT.  AD Time telah membuka rekening sendiri tanpa persetujuan dari pada Sugianto selaku Direktur PT. AD Time. Dan sekitar tahun 2017 diketahui ada sejumlah Rp2,5 miliar penjualan yang masuk kedalam rekening pribadinya.

Dan hal itu terungkap dari hasil audit internal perusahaan, bahwa ada PO palsu yang dikeluarkan.

Saksi Susan Rahman juga menyebutkan bahwa kerugian perusahaan itu ditemukan setelah adanya hasil audit internal. Sementara pertanyaainnya dikatakan tidak tahu.

Ketua Majelis Hakim bertanya kepada saksi Sugianto: “Sebelum membuat laporan apakah sudah pernah dipertanyakan kepada terdakwa atau di somasi untuk menjelaskan bagaimana pertanggungjawaban uang 2,5 miliar itu?” Yang dijawab, belum pernah.

Padahal menurut terdakwa, dia mengundurkan dengan baik baik dan surat pengunduran dirinya diterima oleh Sugianto selaku Direktur.

“12 tahun saya mengabdi apakah ini pantas mereka lakukan? Bagaimana bisa disebut penggelapan jika proses keluar barang sesuai dengan SOP?” ucap Amel sembari menyeka air matanya.

Terdakwa mengundurkan diri karena merasa diganggu oleh Susan Rahman dan Jhony, yang dimasukkan oleh saksi Sugianto. Namun dalam perjalanannya, Sugianto sudah sering menasehati Susan Rahman dan Jhony.

“Saya bekerja Sejak 27 Oktober 2007 PT AD TIME sebagai Admin Advertising and Promotion Divisi bank, dan ibu lulu sebagai atasan saya. Adapun pekerjaan saya yaitu mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan administrasi divisi penjualan yaitu memproses orderan,  mengirimkan barang, menagih, konfirmasi pengiriman dan melayani keluhan pembeli. Karena ketekunan saya dengan bekerja keras terus menaikan penjualan mulai dari sistim offline ke online saya dipercaya perusahaan,” ujar Amel.

“Sugianto selaku Direktur PT AD Time telah memanfaatkan kemampuan  saya untuk kepentingan pribadinya dengan membuka Branded nama STAR ARLOJI selain PT AD Time. Saya selaku head marketingplace, Bapak Sugianto selaku Direktur, Susan Rahman selaku Finance manager,  Sumanti selaku fakturis, dan team saya Imam dan Dewi. Kenapa harus punya akun pribadi? Alasan dari pak Sugianto, Kami berhak menjual product sendiri,” tutur Amel menirukan pernyataan Sugianto.

Amel mengatakan Sugianto menekan dirinya agar terus meningkat penjualan. “Beliau mengatakan ini account sudah pernah dipegang team Inggrid dan Riky tapi tidak jalan, karena saya yang pegang marketplace PT AD TIME dan penjualannya bagus, maka pak Sugianto menyerahkan kepada saya. Pada saat itu saya tidak memikirkan apapun, karena yang memerintahkan saya langsung dari direktur,” ujar Amel.

Amel menjelaskan SOP pengiriman Barang; yakni, PO di print oleh Imam lalu diserahkan ke Amel rangkap dua, satu untuk Amel satu untuk admin proses keluar barang dengan menuliskan tipe barang pada PO lalu diserahkan kebagian finance yaitu Fakturis untuk dibuatkan faktur. Faktur harus ditanda tangani oleh Fakturis (Evelyn), kepala fakturis adalah Sumanti dan Susan Rahman sebagai persetujuan terakhir. Setelah ditanda tangani oleh team finance faktur diturunkan ke gudang lalu gudang menyiapkan.

Setelah barang siap lalu gudang menginfokan kepada Dewi selaku admin untuk mengambil barang. Dewi mengambil barang disertai dengan tanda tangan bagian gudang sebagai pemberi barang dan Dewi sebagai penerima barang. Lalu Dewi mengirimkan barang kepada customer dengan menggunakan jasa ekspedisi pengiriman atau barang diambil kurir, kata Amel menjelaskan SOP pengeluaran barang dari gudang.

Tahun 2016 penjualan online Individual dengan nama STAR ARLOJI dan penjualan kantor dengan  nama PT AD TIME berjalan dengan lancar.

Pemasaran Online adalah pemasaran secara online yang dilakukan melalui sistem komputer online interaktif yang  menghubungkan pelanggan dengan penjual secara elektronik. Dimana hal paling mendasar agar penjualan memiliki traffic sales yg bagus harus memiliki harga yg competitive. Agar saya dapat bersaing dengan penjual lain di online, tentunya saya hanya bisa memaksimalkan penjualan pribadi atas nama Sugianto dimana harga yang telah di set masih bisa bersaing dengan penjual lainnya.

“Tahun 2017 nama Star Arloji sudah santer terdengar oleh dealer dan sales PT AD TIME. Saat itu timbul gejolak namun akhirnya reda. masalah. Pak Sugianto meminta saya untuk menginfokan secara resmi bahwa memang akun tersebut milik kantor. Ditahun yang sama setelah berita meredup, pak Sugi memanggil saya untuk membuat akun lain dengan nama Branded Watch. May 2017 Akun Branded Watch sudah jadi, dan penjualan berjalan lancar sampai pada akhirnya perkiraan bulan September/Oktober masuklah karyawan baru sebagai brand manager BONIA. Dan saya kenal  sebelumnya pernah menjadi karwayan AD TIME tahun 2007.”

“Saya diperkenalkan kembali pada saat meeting oleh Bapak Sugianto. Beliau mengatakan Mel ini Jhony, kamu kenal ya? Iya pak saya kenal dulu sempat di adtime. Oya Jhony jadi gini Amel pegang online Tapi kamu ga usah terlalu urusin punya Amel dia udah jalan onlinenya Cuma bantuin aja sebagai bussines development biar omset bisa lebih naik lagi.Cuma jangan terlalu difokusin, fokusin dealer Jhon. Masih di tahun 2017 Jhony mulai mencampuri pekerjaan saya dan diluar dari jobdesk dia yg di perintahkan saat meeting. Sampai pada akhirnya Jhony mulai mempertanyakan online Stars Arloji Online Branded Watch. Sekitar bulan November saya menyampaikan keluhan saya terhadap pak Sugianto, lalu pak sugi akhirnya membagi beberapa marketplace menjadi 2 team.”

“Dan pada saat itu saya sudah merasakan keanehan dan saya menjelaskan bahwa tidak mungkin dibagi karena orang yang handle online baik AD TIME ataupun Branded Watch sama nanti pasti akan tahu. Namun Bapak Sugi mencoba meyakinkan saya tidak mungkin, kamu tinggal bilang sama orang marketplacenya Amel kamu kasih tau, kamu ikutin aja kata saya, kamu tetap pegang online itu project bagus.  Ok saya ikuti arahan dia, hingga akhirnya Jhony terus menekan saya perihal online kenapa harus ada 2 online? Ini penjualan online yang mana? Dan saat itu susan tidak bisa membantu saya menjelaskan padahal Bapak Sugi sudah sampaikan ke Susan bahwa kalau Jhony Tanya kamu bilang online ini corporate. Jhony makin masuk lebih dalam lagi ke pekerjaan team saya, dan saya merasa tidak nyaman. Terlebih Susan seperti satu suara dengan Jhony ingin menggulingkan saya,” papar Amel.

Jadi Amel Yakin betul bahwa apa yang didakwaan kepadanya tidak benar. Bahkan penasehat hukum terdakwa Toni Mulia, SH dan Fredonandus SH mengatakan ada temuan Rp.70 juta, tetapi sudah ada transferan Rp.160 juta. “Saya juga bingung dari mana kerugian itu,” ungkap Toni Mulia. (Olo)

Share
Bagikan:
Share

Berita Terkait lainya

Komentar Pembaca

Leave a Reply

Berikan komentar

Notifikasi

wpDiscuz