Sabtu, 20 Juli 2019

limitnews.net

Limit News > Jakarta > Terdakwa Bantah Keterangan Saksi Polisi Terkait Kasus Judi Online
Posted By: limitnews, 4:50 AM, 21 Maret 2019

Terdakwa Bantah Keterangan Saksi Polisi Terkait Kasus Judi Online

Share

limitnews.net

Tiga terdakwa saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Rabu (20/3/2019). Foto Tomson

JAKARTA – Terdakwa kasus judi online Mery Andrian, Aristharkus Randy Harrys alias Andi, dan Vicky Armando membantah keterangan tiga saksi dari Cyber Bareskrim Polri di sidang Pengadilan Negeri  (PN) Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Rabu (20/3/2019).

Mery yang diminta hakim menanggapi pertama keterangan 3 saksi penangkap  mengatakan bahwa dirinya ditangkap sedang berbelanja tidak sedang mengelola perjudian.

“Saya ditangkap sedang berbelanja, dan saya tidak mengelola perjudian,” ucap Mery.

Menanggapi tanggapan terdakwa itu Ketua Majelis Hakim mengatakan bahwa ada pengakuan di Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Namun pernyataan hakim itu tidak ditanggapi terdakwa.

Sebelumnya, terdakwa mengajukan praperadilan di PN Jakarta Selatan, yang dipimpin hakim tunggal Ferry Agustina Budi Utami. Namun praperadilan itu dinyatakan gugur lantaran pemeriksaan pokok perkara kasus tersebut telah dimulai di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Ketika Parperadilan diajukan, pihak Direktorat Cyber Bareskrim Polri tidak hadir dipersidangan sehingga sah tidaknya penangkapan, penetapan tersangka dan penahanan bagi ketiga terdakwa itu tidak sempat diuji dalam Praperadilan.

Ketiga saksi dari Cyber Crime Bareskrim Polri itu mengatakan, untuk dapat menangkap ketiga terdakwa, dua orang dari saksi mendaftar website terdakwa yang mengelola judi online. Untuk dapat bermain harus menyetorkan uang untuk membeli koin. Setelah memiliki coin itu baru bisa bermain dengan memilih permainan judi apa.

“Jadi ada pilihan judi apa saja. Termasuk judi bola, judi games dan judi angka,” kata saksi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Erma, SH dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara juga menghadirkan 2 saksi dari bank BCA. Saksi mengatakan tidak bisa mendeteksi jam transaksi di rekening terdakwa. Yang bisa diketahui hanya transaksi harian. Dan untuk apa transaksi itu dipergunakan, saksi mengatakan tidak tahu. (Olo)

 

Share
Bagikan:
Share

Berita Terkait lainya

Komentar Pembaca

Leave a Reply

Berikan komentar

Notifikasi

wpDiscuz