Sabtu, 20 Juli 2019

limitnews.net

Limit News > Jakarta > Terdakwa Muliadi Supardi Diduga Palsukan Akte Lahir
Posted By: limitnews, 5:44 AM, 4 Juli 2019

Terdakwa Muliadi Supardi Diduga Palsukan Akte Lahir

Share

limitnews.net

Terdakwa saat mengikuti proses persidangan. Foto limitnews/Tomson

JAKARTA – Kasus pemalsuan Akta Lahir  atasnama terdakwa mantan Direktur Keuangan PT Central Stell Indonesia (PT CSI), Mulyadi Supardi alias Hua Ping alias Aping beserta istrinya, Lian Hiang Liang, dan anaknya bernama Yulia kembali disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jl. Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (2/7/2019).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pengganti Priyo dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat menghadirkan saksi dari Bareskrim Polri atas nama Bripka Erwin Adhi P.

Dihadapan Ketua Majelis Hakim Sunarso SH MH saksi Bripka Erwin mengungkapkan kasus dugaan pemalsuan identitas tersebut berawal dari sebuah laporan adanya dugaan jika Mulyadi merupakan Warga Negara Asing (WNA) Tiongkok.

Berdasarkan hal tersebut, penyelidikan dilakukan dengan melakukan pencocokan akta kelahiran terdakwa Mulyadi dengan data milik Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta.

Berdasarkan data sekaligus keterangan pihak Dinas Dukcapil DKI Jakarta itulah mengungkapkan bahwa akta kelahiran milik terdakwa Mulyadi itu tidak sah karena tidak terdaftar. Atas hasil penyelidikan tersebut kemudian dituangkan dalam berita acara register di Dinas Dukcapil DKI Jakarta. Dan selanjutnya, saya diperintahkan membuat laporan Polisi,” kata Bripka Erwin.

Tidak hanya sebatas pemeriksaan berkas, penyelidikan dan penelusuran alamat terdakwa Mulyadi, yakni Jln. Mangga Dua Selatan, RT 08/08, Kel. Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat serta alamat terdakwa sebelumnya yang diketahui berada di wilayah Pekojan, Tambora, Jakarta Barat.

“Dia mengaku, pindah sudah lama, diduga surat keterangan pindahnya pun palsu karena dari Kel. Pekojan Mulyadi ini tak terdaftar juga. Dari dokumen akta kelahiran tersebutlah terdakwa bisa membuat paspor, KK dan identitas lainnya yang dimiliki,” ungkap Erwin.

Paspor Palsu

Dalam persidangan sebelumnya, Rabu (26/6/2019), sejumlah saksi telah diperiksa, antara lain staf Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi, Muhammad Alfi. Selain itu Ahli Administrasi Kependudukan, Zakaria, Lurah Pademangan Barat, Dini serta Wiwi Widaningsih selaku pemilik rumah yang dikontrak oleh Terdakwa Muliadi.

Jaksa mengatakan Alfi telah melakukan penyidikan terhadap data Mulyadi dan Hiang Liang. Hasilnya, diketahui Mulyadi dan Hiang Liang memiliki dua buah paspor, yakni paspor Indonesia dan paspor Kebangsaan Rakyat Tiongkok.

Paspor tersebut dikeluarkan 27 Juni 2011. Demikian juga dengan Lian Hiang Liang diduga warga Tiongkok memiliki nama Yan Xu Feng pada 22 Maret 2011.

Dari keterangan saksi saksi itu dapat diduga Mulyadi Supardi memalsukan persyaratan perpanjangan paspor ke Kantor Imigrasi Jakarta Timur, kartu keluarga, akta kelahiran, dan paspor lama atas nama Mulyadi Supardi itu.

Sedangkan, Lian Hiang Liang diketahui memalsukan kartu keluarga, akta kelahiran dan paspor lama. Lian Hiang Liang juga diketahui pernah menggunakan paspor lain, yaitu paspor Republik Rakyat China.

Terkait pelanggaran tersebut, Mulyadi beserta anak dan istrinya didakwa telah melanggar Pasal 264 ayat 2 KUHP atau Pasal 93 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013.

Kasus pemalsuan identitas tersebut mulai diungkap bermula ketika PT CSI mendapatkan fasilitas kredit dari Bank Mandiri  (Persero) Tbk. Rp.450 miliar selama tahun 2011-2014 yang dicairkan secara bertahap. PT. CSI perusahaan yang bergerak di bidang peleburan besi bekas menjadi besi beton dan besi ulir untuk bahan bangunan yang didirikan pada 2005 itu meninggalkan beban utang bagi pemegang saham masing-masing Rp.30 miliar, karena PT. CSI dipailitkan terdakwa.

Atas perbuatannya itu Direktur Keuangan PT CSI, Mulyadi Supardi (Hua Ping/Aping), dijatuhu hukuman kurungan 5 tahun 6 bulan dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan oleh PN Jakarta Pusat.

Sementara Direktur Utama PT. CSI Erika Widiawati Liong divoni 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta. Keduanya terbukti bersalah dalam kasus penyalahgunaan kredit Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar Rp 450 miliar.

Dan saat ini Muliadi Supardi sedang menjalani hukuman tersebut di Rutan Kejaksaan Agung Cabang Salemba.  Sementara terdakwa Hiang Liang dan terdakwa Yulia berstatus tahana kota. (Rung)

Share
Bagikan:
Share

Berita Terkait lainya

Komentar Pembaca

Leave a Reply

Berikan komentar

Notifikasi

wpDiscuz