Kamis, 19 September 2019

limitnews.net

Limit News > Jakarta > Untuk Kepentingan Klien, Advokat Albert Tiensa Diduga Palsukan Surat
Posted By: limitnews, 5:11 AM, 22 Mei 2019

Untuk Kepentingan Klien, Advokat Albert Tiensa Diduga Palsukan Surat

Share

limitnews.net

Terdakwa saat menjalani persidangan. Foto Tomson

JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maidarlis SH MH dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menghadirkan tiga orang saksi masing-masing Ira Irvita, Elen Hetty, Lina Miranti, untuk didengarkan keterangannya pada persidangan  terdakwa Selvi Hartanto dan terdakwa Advokat Albert Tiensa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019).

Dihadapan Ketua Majelis Hakim  H. Sunarso, SH MH ketiga saksi itu mengatakan pernah diperiksa penyidik Polda Metro Jaya sebagai saksi terhadap terdakwa Selvi Hartanto dan terdakwa Advokat Albert Tiensa karena membuat surat palsu bersama dengan Piping (PNS) dalam berkas terpisah (Split dan sudah inkrah) berupa  riwayat tanah.

Saksi Ira Irvita yang diperiksa pertama mengatakan, bahwa kedua terdakwa itu dilaporkan oleh Ripan ke Polda Metro Jaya karena telah menyuruh Piping menandatangani surat pengakuan riwayat tanah yang seolah-olah piping mengetahui terjadinya jual beli sebidang tanah dengan sertifikat atas nama Sinta.

Dan surat riwayat tanah yang ditandatangani oleh Piping itu dipergunakan oleh Advokat Albert Tiensa untuk kepentingan pembelaan kliennya saksi Lina Miranti yang saat itu telah dijadikan Terdakwa dengan dakwaan Pasal 551 KUHP memasuki pekarangan orang dengan paksa.

Berdasarkan surat palsu itu perkara pidana terdakwa Lina Miranti diputus onslah oleh hakim.

Namun kemudian terdakwa Piping mengaku dan membuat pernyataan hitam diatas putih; bahwa dirinya tidak pernah mengetahui tanah yang dipersengketakan dan surat riwayat tanah yang ditandatangani olehnya itu dinyatakan adalah palsu.

Karena saat surat itu disodorkan oleh Selvi Hartanto dan advokat Albert Tiensa tidak diberikan waktu untuk membacanya secara cermat dan seksama sehingga tidak mengerti isi surat yang disodorkan untuk ditandatangani itu. Karena saat Piping mencoba membaca untuk memahami isi surat itu terdakwa Advokat Albert Tiensa membuat cerita-cerita yang seolah disengaja diciptakan untuk mengganggu konsentrasi piping. Karena didesak untuk ditandatangani walaupun tidak mengerti isi suratnya Piping akhirnya menandatangani.

Namun saat surat yang sudah ditandatangani itu diberikan untuk ditandatangani oleh Lurah  Kemayoran, Bangun, Lurah tidak mau membubuhkan tandatangan dan stempel Lurah. Dengan alasan dan Lurah Bangun menyarankan agar para ahli waris dihadirkan.

Hal itu dikatakan Lurah Kemayoran Bangun pada persidangan sebelumnya. “Terdakwa Albert Tiensa dan Selvi Hartanto atau Selvia Hartanto yang datang saya tidak tahu. Karena Selvi Hartanto dengan Selvia Hartanto kembaran jadi saya tidak bisa membedakan keduanya.

Dan terdakwa Albert Tiensa saat itu mengatakan bahwa surat itu adalah surat pendampingan surat somasi pertemuan 31 Maret. Tapi saya tidak mau Tandatangan dan saya sarankan untuk menghadirkan semua ahli waris,” ujar Bangun saat diperiksa dipersidangan lalu.

Terdakwa Selvi Hartanto dan terdakwa Advokat Albert Tiensa didakwa pasal 263 KUHP. (Olo)

Share
Bagikan:
Share

Berita Terkait lainya

Komentar Pembaca

Leave a Reply

Berikan komentar

Notifikasi

wpDiscuz