Jumat, 21 September 2018
Limit News > Karawang > ANAK MUDA GARDA DEPAN POLITIK INDONESIA
Posted By: limitnews, 2:47 pm, Januari 16, 2017

ANAK MUDA GARDA DEPAN POLITIK INDONESIA

Share

Oleh: Romadhoni

MASIH ingatkah dengan beberapa anak muda seperti Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng dan Angelina Sondakh? Sebelum masuk ke partai politik dikenal sebagai sosok yang cemerlang. Anas pernah menjabat Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam. Angelina Sondakh sebelumnya dikenal sebagai Putri Indonesia. Namun, pribadi-pribadi cemerlang itu tiba-tiba menjadi sosok kotor akibat predikat tersangka korupsi yang diletakkan pada mereka. Itu terjadi setelah mereka bergabung ke dunia politik.

Menurut Peter Merkl, politik dalam bentuk yang paling baik adalah usaha mencapai suatu tatanan sosial yang baik dan berkeadilan, sedangkan politik dalam bentuk yang paling buruk adalah perebutan kekuasaan, kedudukan, dan kekayaan untuk kepentingan diri sendiri.

Seperti kenyataan sekarang ini, politik dijadikan sebagai ajang perebutan harta, politikus berlomba-lomba untuk menumpuk harta yang justru digunakan untuk melanggengkan kekuasaan dan kedudukannya serta berbagai kepentingan pribadi lainnya.

Bagi perpolitikan, pemuda merupakan aset berharga yang dapat dijadikan kader-kader potensial partai dalam meneruskan visi dan misi perjuangannya. Pemuda dengan identifikasinya sebagai manusia kreatif dan memiliki energi yang besar merupakan keunggulan dari generasi muda. Oleh karena itu pemuda harus berani melangkahkan kakinya ke dunia politik untuk mengembangkan potensinya, terutama potensi untuk berpolitik dan potensi kepemimpinan.

Di partai politik pemuda dapat berkreasi dan mengungkapkan berbagai pemikiran dan gagasannya dalam membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara lebih baik. Selain itu, pemuda dapat mempelajari proses politik dari kepemimpinan generasi di atasnya untuk kemudian dijadikan pelajaran dalam mengembangkan kepemimpinannya di kemudian hari.

Oleh karena itu, membina dan mengembangkan potensi politik pemuda pada hakekatnya merupakan investasi cemerlang bahkan dapat dikatakan “karya emas“ dari partai politik jika mampu melahirkan generasi politik yang lebih baik. Partai politik harus memperbanyak rekrutmen kader yang bersih, jujur, idealistis dan cerdas. Sekarang publik lebih banyak melihat partai politik sebagai sekumpulan oknum yang ambisius, gila jabatan dan bermental korup.

Sesungguhnya politik itu mulia, maka berpolitik lah. Aristoteles menyebut politik itu sebagai seni tertinggi untuk mewujudkan kebaikan bersama (common and highest good) bagi sebuah negara. Semua tentang politik tidak melulu menyoal korupsi. Tawar menawar di pasar yang kita sebut transaksi dalam bidang ekonomi, juga hakekatnya adalah politik. Semua kegiatan manuisa itu adalah politik.

Anak muda jangan hanya diposisikan sebagai sekumpulan objek politik, hanya untuk memperoleh suara. Namun setelah semua tercapai anak muda diposisikan sebagai penggembira. Anak muda seharusnya bisa menjadi subjek atau pelaku yang terlibat dalam menentukan kebijakan utama dalam politik Indonesia. Tentu ini sesuatu yang cukup menarik, mengingat untuk sebuah bangsa dapat bertumbuh harus lahir pemimpin-pemimpin muda yang idealis.

Selain itu, perempuan juga merupakan salah satu kaum anak muda. Begitu bagus untuk ikut berperan dalam politik. Sebelum lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di era Kolonialisme Belanda kita mengenal Raden Ajeng Kartini, ia lahir sebagai pemimpin perempuan yang memperjuangkan kebebasan perempuan melalui emanisipasi dalam bidang pendidikan. Saat ini banyak perempuan yang terlibat dalam politik di Indonesia, bahkan orang nomor satu di Republik ini pun pernah di duduki seorang perempuan, yaitu Ibu Megawati.

Banyak orang beranggapan perempuan adalah kaum yang lemah. Namun nyatanya tidak selamanya pernyataan tersebut benar, sudah banyak perempuan yang duduk di Parlemen, yang telah berhasil membuktikan bahwa kaum perempuan sanggup menjadi sama seperti kaum laki-laki. Sekarang, dalam dunia politik perempuan sudah berada dalam masa modern. Sebagai contoh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti adalah salah satu wanita yang masuk dalam kabinet pemerintahan Jokowi.

Selain Ibu Susi, masih banyak wanita yang sudah masuk dalam dunia politik, sebut saja Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang berhasil membawa Surabaya mendapatkan berbagai prestasi dari dalam negeri maupun luar negeri. Masih banyak lagi kaum wanita yang sudah menduduki roda pemerintahan yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Untuk perempuan Indonesia, barpolitiklah! Karya-karya tangan mu sudah di tunggu anak-anak bangsa.

Sudah saatnya siapa pun kita saat ini untuk menyerukan semangat membangun peradaban bangsa dengan gerakan “politik mulia”, khususnya anak muda. Politik yang mengutamakan kejujuran, kerja keras, integritas dan prestasi. Sebab, kita tahu bahwa politik tidak seburuk rupa yang terlihat. Oleh karena itu, jangan jauhi politik hanya karena kebencian kita kepada perilaku politikus. Jika kita membuat sekat, kita bisa membangun politik kebencian yang turun temurun.

Saat ini sudah banyak berdiri partai politik, para anak muda adalah sosok yang potensial untuk terjun ke perpolitikan Indonesia. Secara kuantitatif, anak muda memang memiliki jumlah yang cukup signifikan, sehingga hampir semua partai politik menjadikan pemuda sebagai prioritas untuk dibidik. Anak muda memiliki karakteristik yang unik, memiliki kecenderungan untuk membangun identitas yang sama dengan tingkat solidaritas yang cukup kuat.

Solidaritas ini lah yang penting dalam dunia politik dan partai politik. Selain itu anak muda lah yang menjadi harapan, garda depan perpolitikan Indonesia. Mari pemuda Indonesia, kita bersama memutuskan cabang perpolitikan kotor agar tidak tumbuh tunas-tunas baru yang dapat merusak Negara ini. Sehingga tidak akan lahir lagi pemuda seperti Angeline Sondakh, Andi Malarangeng dan Anas Urbaningrum serta pelaku-pelaku korup lainnya di masa yang akan datang.

Share
Bagikan:
Share

Berita Terkait lainya

Komentar Pembaca

Leave a Reply

Berikan komentar

Notifikasi

wpDiscuz