Selasa, 16 Oktober 2018
Limit News > Karawang > Kejari Karawang Geledah Kantor Dinas KUKM Terkait Revitalisasi Pasar
Posted By: limitnews, 2:38 pm, Desember 13, 2017

Kejari Karawang Geledah Kantor Dinas KUKM Terkait Revitalisasi Pasar

Share

kejari karawang

Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, Jawa Barat/Foto: IST

KARAWANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, Jawa Barat, menggeledah kantor Dinas Koperasi dan UKM setempat terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi revitalisasi pasar tradisional tahun anggaran 2013.

“Penggeledahan ini bagian dari upaya paksa yang kita lakukan untuk memperkuat alat bukti yang sudah kita miliki,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Karawang Deny Marincka Pratama, di Karawang, Rabu (13/12).

Ia mengatakan, penggeledahan dilakukan untuk mencari dokumen pendukung sangkaan korupsi yang diduga dilakukan pengurus Koperasi Serba Usaha (KSU) Damai Sentosa di Desa Tanjung Bungin, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang.

Revitalisasi pasar sebesar Rp 900 juta merupakan bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM yang diberikan ke koperasi pasar.

Dalam penggeledahan yang dilakukan selama empat jam itu, tim penyidik memasuki setiap ruangan dan memeriksa lemari dan laci yang ada di dalam ruangan. Penyidik membuka seluruh dokumen yang ada dalam ruangan dan memeriksa satu persatu.

“Kita mencari sejumlah dokumen untuk memperkuat alat bukti yang sudah kita miliki. Dalam kasus ini kita sudah menetapkan tiga orang pengurus koperasi Damai Sentosa sebagai tersangka yaitu MJR, MTS, AHM,” ujarnya.

Lanjutnya, ada 64 dokumen yang saat ini dicari. Di antaranya dokumen proposal permohonan bantuan program, dokumen kegiatan serta dokumen penggunaan uang bantuan tersebut. Dalam mengungkap kasus itu, penyidik telah memeriksa sekitar 30 orang saksi terkait dengan pembangunan pasar di Desa Tanjung Bungin Kecamatan Pakisjaya.

Penyidik menetapkan tiga tersangka karena telah ditemukan perbuatan melanggar hukum, yakni pembangunan pasar yang seharusnya dilakukan dengan cara swakelola, tapi dikerjakan oleh rekanan yang sengaja ditunjuk. Akibatnya, terjadi kerugian negara sebesar Rp 170 juta untuk fisik bangunan. Namun penyidik juga menemukan potensi kerugian negara yang lainnya sekitar Rp 100 juta yang dikelola oleh Koperasi Damai Sentosa. (DS/SS)

Share
Bagikan:
Share

Berita Terkait lainya

Komentar Pembaca

Leave a Reply

Berikan komentar

Notifikasi

wpDiscuz