Rabu, 13 Desember 2017

DPD PSI Kota Bekasi NATAL

Limit News > Tangerang > Gelapkan Warisan, Alexander Van Spall Dilaporkan ke Polisi
Posted By: limitnews, 3:28 am, November 30, 2017

Gelapkan Warisan, Alexander Van Spall Dilaporkan ke Polisi

Share

LAPOR

Elisa Manurung, SH (kiri) dan rekan-rekan saat menujukkan bukti laporan telah melaporkan Alexander Van Spall ke Polisi/THOMSON

TANGSEL – Alexander Van Spall alias Jesaja Sinaga Van Spall dilaporkan ke Polres Tangerang Selatan, Rabu (29/11), oleh saudara tirinya Edyson Purba karena diduga menggelapkan hak warisan.

Edyson Purba melalui Advokat Dr. Hotman Sitorus, SH, MH, Elisa Manurung, SH, AKBP (Purn) Paingot Sinambela, SH, MH dan Ezen Hower Sinaga, SH, dari Kantor “Esen Hower & Rekan” membuat laporan polisi No: LP/K/851/K/X/2017/SPKT/Res.Tangsel, tertanggal 29 Nopember 2017, melaporkan Alexander Van Spall alias Jesaja Sinaga Van Spall dengan Pasal 385 KUHP, karena telah menggelapkan Barang tidak bergerak pada bulan Oktober 2017 di Villa Jombang Ciputat, Kota Tangerang Selatan.

Menurut Elisa Manurung yang dijuluki advokat revolusioner, bahwa Edyson Purba adalah salah salah satu ahli waris dari almarhum ibunya Lyza Rezi Manik menikah dengan Edward Purba dan memiliki dua anak yakni Rita dan Edyson namun Ayahandanya lebih dahulu meninggal dunia.

Kemudian Ibu Manik menikah dengan James Van Paspall WNA (Negara Belanda) dan mempunyai dua orang anak yang bernama Alexander Van Spall alias (Jesaja Sinaga Van Spall) dan Zolita Van Spall alias (Rebecca Manik) sesuai KTPnya dan tinggal di Villa Jombang Ciputat, Kota Tangerang Selatan.

“Kemudian pada 9 Mei 2017, Lyza Rezy Manik meninggal dunia, namun kematian ibunya pelapor itu tidak diberikan kabar oleh terlapor. Dan terlapor baru mengetahui ibunya meninggal pada tangga 23 Mei 2017. Pada saat Edyson Purba menemui Alexander Van Spall dan mepertanyakkan hak warisnya, Edyson Purba tidak dilayani dengan baik, justru malah Alexander menolak untuk bermusyawarah bahkan Edyson Purba dinyatakan bukan anak sah dari almarhum Lyza Rezi Manik,” kata Elisa kepada limitnews.net setalah membuat laporan polisi di Polres Tangerang Selatan, Rabu (29/11).

“Kami akan melakukan test DNA dan menyelidiki dugaan WNA Belanda menyalahgunakan Kewarganegaraanya menjadi WNI tanpa proses sesuai undang-undang kewarganegaraan pada saat itu,” tegasnya.

Kemudian pada bulan Nopember 2017, masih kata Elisa, Edyson Purba diberitahukan oleh saksi Logan Manik bahwa sebidang tanah milik almarhum Lyza Rezi Manik dikelurahan Mekar Sari Kec. Cilengsi Bogor dengan bukti SHM No. 168, SHM No.169, SHM No.57 diduga telah dijual oleh terlapor tanpa seijin dan sepengetahuan dari pelapor.

“Atas kejadian tersebut klien kami sebagai ahli waris yang sah tidak mendapat hak apapun lagi dari warisan itu dan akibatnya dia mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp.25 miliar dari sebagaian harta warisan. Inilah yang kita perjuangkan selaku warga Negara Indonesia harus mendapatkan perlindungan hukum karena Negara RI menjamin hak-hak kewarganegaraan serta ha katas harta benda atau harta penonggalan orang tuanya. Karena tertutup jalur musyawarah oleh wna tersebut maka bersama kuasa hukumnya Edyson Purba membuat laporan tersebut di Tangerang Selatan guna proses penyelidikan lebih lanjut,” ungkap Elisa. Dia juga berharap agar ketiga orang tersebut (WNA Negara Belanda) dicekal agar tidak melarikan diri.

Advokat AKBP (Pur) Paingot Sinambela, SH, MH juga menyayangkan tindakan terlapor.

“Seharusnya terlapor (Alexander Van Spall) menyadari perbuatanya itu merupakan pelanggaran hukum di Indonesia. Diduga kuat bahwa terlapor juga masih sebaga warga Negara asing (WNA) Belanda sebagaimana kewarganegaraan orang tuanya laki-laki. Ini masih dalam penelurusan tim kita,” ungkap Sang Advokat yang sudah 32 tahun menjadi Penyidik di Ditkrimsus Polda Metro Jaya ini.

Lebih jauh dia mengungkapkan, sesuai dengan Perauran Menteri Hukum dan HAM No.M.01.HL.03.01 tau 2006 tentang Tata Cara Pendaftaran Memperoleh Kewargaegaran RI berdasarkan UU No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarga Negaraan RI, naturalisasi sebagai warganegara RI harus melalui persetujuan Presiden RI, jelas Sinambela.

Esen Hower Sinaga juga menyatakan penyesalannya atas tindakan Alexander Van Spall alias Jesaja Van Spall. Menurutnya, terlapor sudah berniat tidak baik terhadap saudaranya sendiri.

“Coba kita bayangkan, seorang orang tua yang telah melahirkan kita kedunia ini meninggal dunia, dan tidak diberitahukan kepada kita, ini sesuatu yang sangat menyedihkan. Apalagi orang batak, peristiwa meninggalnya orang tua sesuatu yang sangat sakral. Ini acara adatnya besar, dan semakin besar lagi adatnya apabila orang tua yang meninggal itu mempunya anak laki-laki dan anak perempuan dan anaknya itu sudah menikah semuanya sehingga yang meninggal itu punya cucu dan cicit. Jadi peristiwa itu sesuatu yang sangat ditungu-tungu bagi orang batak,” ungkap Esen Hower, SH. (TOM)

Share
Bagikan:
Share

Berita Terkait lainya

Komentar Pembaca

Leave a Reply

Berikan komentar

Notifikasi

wpDiscuz