Demi Kepentingan Besar Golkar Kota Bekasi, Andy Salim Mengalah Tidak Melakukan Eksekusi Tahun 2017

Andy Salim saat diwawancarai limitnews.net di salah satu Restro di Kota Bekasi, Kamis (15/4/2021) siang. Limitnews.net/Olo Siahaan

BEKASI – Berpikir secara besar dan tidak memikirkan kepentingan pribadi, ternyata sosok Andy Salim sudah pernah mengalah tidak melakukan eksekusi kantor atau gedung DPD Partai Partai Golkar Bekasi tahun 2017. Sikap mengalah dilakukan Andy Salim untuk kepentingan besar Golkar Kota Bekasi dan kepentingan Rahmat Effendi.

Hal di atas dikatakan Andy Salim kepada limitnews.net di salah satu Restro di Kota Bekasi, Kamis (15/4/2021) siang. Menurut Andy, pada tahun 2017 tidak melakukan eksekusi karena Golkar Kota Bekasi sedang menghadapi hajatan besar yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

“Saat itu sedang proses Pilkada Kota Bekasi. Saya mengalah demi kepentingan besar Partai Golkar dan dia (Rahmat Effendi-red) tidak melakukan eksekusi terhadap gedung atau kantor DPD Partai Golkar pada tahun 2017,” kata Andy Salim.

Menurut Andy Salim, jika pada tahun 2017 ia melakukan eksekusi kantor DPD Partai Golkar Kota Bekasi, maka Rahmat Effendi saat itu berpotensi didiskualifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Bekasi.

“Kalau saat itu saya eksekusi, dia didiskualifikasi oleh KPU. Saat itu dia meminta saya menunggu sampai pencoblosan selesai, saya tunggu. Usai pencoblosan, dia minta sampai pengumuman resmi KPU, saya tunggu lagi. Usai pengumuman putusan resmi KPU, dia minta saya menunggu lagi sampai dia dilantik, saya tunggu lagi. Begitu dia dilantik jadi Wali Kota Bekasi, dia kemudian ajukan gugatan baru lagi. Apakah publik tahu semua begini kelakuannya..?,” ungkap Andy Salim.

BACA JUGA: Kantor Jalan Ahmad Yani Digembok, Niat Baik Aria Girinaya Kembalikan Marwah Partai Golkar Kota Bekasi Dihadang Oknum 

BACA JUGA: Digadang Maju Pilwalkot, Kekuasaan Ade Puspitasari di Partai Golkar Malah Rontok

Intinya, tegas Andy Salim mengalah tidak melakukan eksekusi karena pada Pilkada Kota Bekasi saat itu hanya ada dua calon. Dan Rahmat Effendi sebagai calon Wali Kota Bekasi.  

Bahkan menurut Andy Salim, demi kebaikan dan kemajuan Partai Golkar Bekasi saat ini, ia mengizinkan gedung di Jalan Ahmad Yani dipakai untuk kepentingan Golkar.

“Demi kebaikan dan kemajuan Golkar saya izinkan gedung itu dipakai untuk kepentingan Golkar, selama bukan untuk kepentingan Pepen pribadi atau keluarganya karena saya sudah kenyang dibohongin,” tegas Andy.

Sebelumnya, pada Rabu (14/4/2021), pengurus DPD Partai Golkar Kota Bekasi membentuk Forum Pejuang Golkar (FPG) membantah klaim bahwa gedung DPD Partai Golkar Bekasi Jalan Ahmad Yani adalah milik Andi Salim.

Koordinator FPG Abdul Manan mengatakan, FPG dibentuk untuk membantah sekaligus meluruskan terkait pemberitaan di media sosial pada 12 April 2021, bahwa Andy Salim telah mengklaim dan menyampaikan asumsi bahwa gedung Golkar adalah miliknya di salah satu portal media online.

 

Penulis: Olo Siahaan

Share
Category: BekasiTags:

limitnews
No Response

Comments are closed.