Forkim Ingatkan Bawaslu Kota Bekasi Terkait Pelanggaran Pemilu

Posted by : limitnew 10 Januari 2024 Tags : bawaslu kota bekasi , Forkim Ingatkan Bawaslu
Ketua Forkim Indonesia, Mulyadi (tengah) saat menjadi narasumber sosialisasi Pemilu oleh Bawaslu di SMA Korpri Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (17/11/2023). Limitnews/Olo

BEKASI – Forum Komunikasi Intelektual Muda (Forkim) Indonesia ingatkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi dalam menyelesaikan dugaan berbagai pelanggaran Pemilu 2024. Jika tidak mampu, Mulyadi menyarankan Komisioner Bawaslu lebih baik membantu sortir melipat surat suara logistik KPU Kota Bekasi.

Ketua Forkim Indonesia, Mulyadi mengatakan selama dilantik sampai saat ini, Bawaslu Kota Bekasi  belum menemukan adanya pelanggaran Pemilu diantaranya pelanggaran-pelanggaran itu terdiri dari pelanggaran administrasi, tindak pidana Pemilu, pelanggaran hukum, pelanggaran penyelenggara Pemilu hingga pelanggaran netralitas ASN di Kota Bekasi.

“Sejumlah kasus yang menjadi sorotan publik antara lain aksi sebelumnya, 11 orang ASN tersebut terdiri dari 10 orang Camat dan 1 orang Satpol PP. Kepala Cabang BJB termasuk Penjabat (Pj) Wali Kota Bekasi Raden Gani pamer jersey nomor dua di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi pada hari Jumat, 29 Desember 2023 yang meresahkan masyarakat Kota Bekasi,” kata Mulyadi dalam keterangannya, Rabu (10/1/2024).

BERITA TERKAIT: Forkim Desak Bawaslu Kota Bekasi Tegas Tegakkan Aturan Terkait Jersey Sepak Bola Nomor 2

Menurut Mulyadi, berdasarkan proses persidangan yang saat ini sedang di tangani Bawaslu, jika akhirnya putusannya tidak terbukti, berarti kajian mereka ngawur, ketidakmampuan aparat penegak keadilan Pemilu terlebih pada majelis pemeriksa yang jumlahnya 5 orang.

“Kita tahu setiap tahapan ini masih saja ditemukan sejumlah dugaan pelanggaran Pemilu di Kota Bekasi, namun Bawaslu justru terkesan diam dan tak ambil tindakan secara responsif dan professional terhadap sejumlah pelanggaran dalam tahapan-tahapan Pemilu 2024,” ujarnya.

“Badan ini dibentuk untuk mengawasi, bahkan diberikan kewenangan yang lebih untuk mengadili segala bentuk pelanggaran Pemilu, kalau sampai tidak bisa menjalankan tugas dan fungsinya, kan rusak lembaga ini,” sambung Mulyadi menegaskan.

BACA JUGA: Soal Etika, Anies Lupa Cak Imin Deklarasi Dukung Prabowo Malah Jadi Cawapresnya

Mulyadi mengatakan, Bawaslu dalam pelaksanaan Pemilu, bisa diibaratkan seorang wasit pertandingan yang harus paham akan fungsinya, mekanisme dan regulasinya. Terlebih Bawaslu dibiayai oleh negara untuk bekerja penuh tanggung jawab menjaga kualitas Pemilu dalam menegakkan pelanggaran-pelanggaran Pemilu.

“Jika Bawaslu tidak bisa berguna dalam bekerja suruh saja Komisioner Bawaslu ini membantu melakukan sortir melipat surat suara logistik KPU yang telah diterima dari percetakan agar bisa berguna,” tandas Mulyadi.

 

Penulis: Olo

RELATED POSTS
FOLLOW US