Forkim: Kesejahteraan Ribuan ASN Kota Bekasi Terancam Turun Tahun 2024

Posted by : limitnew 4 Desember 2023 Tags : ASN Kota Bekasi , Ketua Forkim Mulyadi , Mulyadi Forkim
Pengamat Kebijakan Publik juga Ketua Forkim (Forum Komunikasi Intelektual Muda) Indonesia, Mulyadi. Limitnews/Istimewa 

12/04/2023 21:21:00

BEKASI – Akibat buruknya pelaksanaan dan perencanaan tata kelola keuangan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, tambahan penghasilan pegawai (TPP) belasan ribu aparatur sipil negara (ASN) terancam turun pada tahun 2024. Hal itu diungkapkan Pengamat Kebijakan Publik sekaligus Ketua Forkim (Forum Komunikasi Intelektual Muda) Indonesia, Mulyadi.

“Ancaman turunnya kesejahteraaan ASN Kota Bekasi tidak lepas dari buruknya pelaksanaan dan tata kelola keuangan Pemerintah Kota Bekasi yang dipimpin oleh Raden Ghani,” kata Mulyadi kepada awak media, Senin (4/12/2023).

BACA JUGA: PAD Terancam Turbulensi, Forkim: Pj Wali Kota Bekasi Raden Gani Muhammad Harus Bertanggungjawab

Indikator turunnya penghasilan ASN Pemkot Bekasi lantaran pendapatan asli daerah (PAD) yang tidak tercapai.

“Padahal ini sudah masuk Desember, APBD TA 2024 sudah diketuk palu dalam waktu yang mepet,” ujar Mulyadi.

Mulyadi juga mengkritik adanya retribusi daerah mengalami penurunan sebesar Rp 10,398 miliar, sehingga secara keseluruhan PAD menjadi sebesar Rp 3,112 triliun lebih. Sedangkan konstribusi terbesar terhadap pembentukan PAD tahun 2023 berasal dari pendapatan pajak daerah yaitu sebesar Rp 2,454 triliun lebih atau sebesar 78,86%. Hal ini tidak lepas dari lemahnya menejerial skill dan leadership Penjabat (Pj) Wali Kota Raden Ghani Muhammad.

Selain retribusi daerah mengalami penurunan, Mulyadi juga mengatakan pendapatan daerah yang bersumber dari pendapatan transfer mengalami penurunan juga secara kumulatif sebesar Rp 402 miliar lebih, turun sebesar 16,18% atau menjadi sebesar Rp 2,085 Triliun.

Pendapatan transfer yang berasal dari pendapatan transfer pemerintah pusat sebesar Rp 1,274 triliun atau menurun sebesar Rp 402 miliar lebih (24,01%).

“Harapannya Raden Ghani bisa lebih baik dari Tri Adhianto. Namun faktanya Ghani lebih asyik dengan model kepemimpinannya yang seremonial,” urainya.

BACA JUGA: Jika Terpilih Anggota DPR RI, Nofel Saleh Hilabi Janji Salurkan Gaji dan Tunjangan ke Masyarakat

Selain itu, pria berkopiah hitam ini, menandaskan bahwa 74 hari pasca Ghani Muhammad memimpin belum memberikan indikator harapan untuk membawa Kota Bekasi lebih baik lagi selama masa transisi.

“Banyak persoalan, tata kelola pemerintahan, tata kelola keuangan, hingga saat ini tidak berubah ugal ugalan seperti saat dipimpinan Tri adhianto,” pungkas Mulyadi.

 

 

 

Penulis: Olo

RELATED POSTS
FOLLOW US