Forkim Minta Mendagri Copot Raden Gani Muhammad Sebagai Pj Wali Kota Bekasi

Penjabat (Pj) Wali Kota Bekasi Raden Gani Muhammad (kiri), Menteri Dalam Negeri (Menadgri) Tito Karnavian (kanan). Limitnews/Istimewa

BEKASI – Pengamat kebijakan publik sekaligus Ketua Forum Komunikasi Intelektual Muda (Forkim) Indonesia, Mulyadi meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mencopot Raden Gani Muhammad sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Bekasi.

Pasalnya kata Mulyadi, setidaknya ada beberapa hal yang merupakan dampak dari ketidaknetralan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bekasi dalam Pemilu 2024 yang harus diperhatikan, yaitu terjadinya diskriminasi pelayanan, pengkotak-kotakan PNS, konflik kepentingan, dan PNS menjadi tidak profesional lagi dalam menjalankan tugasnya sebagai aparatur yang peran dan fungsinya sebagai alat pemersatu, pelayan, penyelenggara pemerintahan di Kota Bekasi.

“Kita mencium bau busuk satu persatu mulai terbongkar dari ASN atas pernyataan salah satu Camat yang memenuhi panggilan Bawaslu Kota Bekasi terkait kasus foto Penjabat Wali Kota Bekasi bersama sejumlah ASN Pemerintah Kota Bekasi memamerkan jersey nomor dua. Salah satu Camat menyampaikan disuruh panitia berkumpul, berbaris 12 Camat untuk menerima kaos simbolis. Lalu panitia meminta memamerkan jersey nomor dua,” kata Ketua Forkim Indonesia, Mulyadi dalam pernyataannya, Senin (15/1/2024).

BERITA TERKAIT: Forkim Ingatkan Bawaslu Kota Bekasi Terkait Pelanggaran Pemilu

Mulyadi menilai, jika hal ini dibiarkan terjadinya fragmentasi dalam birokrasi di Kota Bekasi jika terkotak-kotak dalam berbagai kepentingan politik akan mempengaruhi kualitas pelayanan publik atas dugaan Pj Wali Kota Bekasi sedang mengendalikan netralitas ASN menjelang Pemilu.

“Artinya ada kejahatan politik yang hendak diseludupkan melalui ASN Kota Bekasi. Saya katakan seorang Pj Wali Kota Bekasi Raden Gani tidak mungkin netral Pemilu 2024 di Kota Bekasi. Kita membuktikan bahwa ia adalah utusan elit politik untuk membawa misi politik menjelang Pemilu yang tidak baik untuk masyarakat Kota Bekasi,” ungkap Mulyadi.

Untuk itu, Mulyadi meminta kepada Mendagri Tito Karnavian mengganti Pj Wali Kota Bekasi Raden Gani Muhammad karena tidak netral dalam gelaran kampanye Pilpres 2024.

“Berbagai kegagalan capaian pembangunan di Kota Bekasi juga tidak berjalan karena Pj Wali Kota Bekasi sibuk menjalankan politik praktis, dan ini sangat jelas merugikan masyarakat Kota Bekasi. Mendagri Tito Karnavian harus mengganti Raden Gani Muhammad sebagai Pj Wali Kota Bekasi,” tegas Mulyadi.

Selain itu, Mulyadi mengimbau kepada seluruh pihak untuk bersama-sama mewujudkan Pemilu 2024 yang berintegritas penyelenggara berintegritas, calon berintegritas, dan pemilih juga harus berintegritas.

BACA JUGA: Polres Metro Bekasi Kota Diminta Serius Usut Dugaan Penipuan yang Dilakukan Mantan Direktur SMP

 

Penulis: Olo

RELATED POSTS
FOLLOW US