Jammika Kota Bekasi Nilai Tri Adhianto Lebih Pentingkan Pilkada Ketimbang Capres

Calon presiden (Capres) Ganjar Pranowo yang diusung PDI Perjuangan. Limitnews/Istimewa

BEKASI – Kordinator Aliansi Jammika (Jajaran Masyarakat Minggir Kali) Kota Bekasi, Muhammad Hendry menilai mantan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto lebih mementingkan pemilihan kepala daerah (Pilkada) ketimbang pemilihan presiden (Pilpres) pada 14 Februari 2024.

Hal ini disampaikan Hendry terkait sikap Tri Adhianto yang terkesan membela camat se-Kota Bekasi yang dituduh tidak netral karena memamerkan jersey dengan nomor punggung 2 usai acara olahraga di Stadion Patriot Chandrabaga.

“Wajar saja kalau misalnya Ketua DPP PDI Perjuangan mewanti-wanti dan memberikan sanksi kepada para kadernya yang tidak bersedia dengan usungan capres dan cawapres, karena hal tersebut dianggap akan mencederai soliditas partai politik,” kata Kordinator Aliansi Jammika, Muhammad Hendry melalui pernyataannya, Minggu (7/1/2024).

BACA JUGA: Awal Tahun 2024, Tiga ASN Pemkot Bekasi Ditahan Kejaksaan

Hendry menduga ketidakseriusan Tri Adhianto dalam memenangkan capres Ganjar Pranowo yang diusung PDIP terindikasi tidak hadirnya Tri Adhianto sebagai Ketua DPC PDIP Kota Bekasi pada agenda konsolidasi pemenangan Ganjar Pranowo, yang berdampak internal partai banteng itu geram.

“Hal tersebut menjadi sorotan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono. Ketidakhadiran Tri saat itu dianggap menyalahi aturan. Sebab, bobot konsolidasi itu sama halnya dengan rapat partai yang diatur oleh AD/ART,” ujar Hendry.

Oleh karena itu, Hendry meragukan militansi Tri Adhianto sebagai kader partai PDI Perjuangan terlebih Tri Adhianto sosok yang bukan terlahir dari rahim partai PDI Perjuangan.

“Sebelumnya Tri tercatat sebagai kader PAN Kota Bekasi. Sesaat setelah mengundurkan diri dari ASN, Tri masuk PAN dan kemudian maju bersama Rahmat Effendi di Pilkada. Seiring Konfercab DPC PDIP Kota Bekasi berlangsung akhirnya benar-benar mengeluarkan keputusan mengejutkan Tri Adhianto yang bukan asli kader banteng, tiba-tiba didaulat dan resmi menjadi Ketua DPC PDIP Kota Bekasi,” terang Hendry.

“Sejatinya sesorang tanpa prinsip ideologis yang jelas akan lebih mengutamakan jabatan atau karier politik sehingga tanpa rasa malu berpidah haluan dari satu partai ke partai lain,” sambung Hendry mengakhiri.

BACA JUGA: Forkim Desak Bawaslu Kota Bekasi Tegas Tegakkan Aturan Terkait Jersey Sepak Bola Nomor 2

 

Penulis: Olo

RELATED POSTS
FOLLOW US