Lampaui Target, Bea Cukai Bekasi Himpun Penerimaan Negara Hingga Rp 1,39 Triliun




Kepala KPBC Bekasi Bekasi, Yanti Sarmu Hidayanti Sarizu (kanan), Kasi Penyuluhan dan Humas BC Bekasi Undani. Limitnews/Herlyna

01/12/2023 09:02:35

BEKASI - Bea cukai Bekasi berhasil menjalankan fungsi sebagai Revenue Collector atau penghimpun penerimaan negara hingga Rp 1,93 Triliun, selama tahun anggaran 2022. Hasil tersebut bahkan melampaui target yang diberikan Pemerintah.

“Penerimaan Pabean dan Cukai yang berhasil dikumpulkan tahun kemarin mencapai 108,23%. Untuk itu Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada semua yang terlibat, termasuk kepada pengguna jasa yang berkontribusi menyumbang penerimaan Negara. Prestasi tersebut bisa dimungkinkan jika kita bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja ikhlas,’’ ujar Kepala Bea Cukai Bekasi, Yanti Sarmu Hidayanti, Rabu (11/1/2023).

BACA JUGA: Bea dan Cukai Bekasi Musnahkan BB Senilai Rp 6,74 Miliar Barang Kena Cukai Ilegal

Yanti juga menjelaskan bahwa penerimaan negara yang dikumpulkan terdiri dari Penerimaan Pabean, Penerimaan Cukai dan Pajak dalam rangka impor.

"Per 31 Desember 2022 realisasi penerimaan Bea Cukai Bekasi per jenis penerimaan melampaui target. Penerimaan Pabean mencapai Rp 140,36 miliar dari target Rp 122,56 miliar (114,53%). Penerimaan Cukai mencapai Rp 758,90 miliar dari target Rp 708,31 miliar (107,14%). Sementara Pajak dalam rangka impor yang berhasil dihimpun mencapai Rp 1,039 triliun," katanya.

Dia merinci, bahwa data per 31 Desember 2022, Penerimaan Pabean terdiri dari Bea Masuk (Rp 123,39 miliar), Denda Administrasi Pabean (Rp 5,67 miliar), BM KITE (Rp 25,48 miliar); BM TP (Rp 0,68 miliar), dan BM Anti Dumping (Rp 1,20 miliar).

"Jika dirinci berdasarkan jenis dokumen penyelesaian, dokumen pabean BC 2.5 (Rp 91,09 miliar) dan BC 2.8 (Rp 48,28 miliar) masih menjadi penyumbang terbesar penerimaan negara. Jelas terlihat bahwa industri manufaktur turut berkontribusi dalam peningkatan penerimaan negara,” jelas dia.

“Sementara itu Penerimaan Cukai didominasi oleh Cukai Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) sebesar Rp 686,15 miliar. Sedangkan Cukai Hasil Tembakau sebesar Rp 44,20 miliar dan Cukai Etil Allkohol sebesar Rp 29,39 miliar. Denda Administrasi Cukai dan Cukai lainnya sebesar Rp 404,63 juta dan Rp 77,13 juta," lanjut Yanti.

Di sisi piutang katanya, kinerja Bea Cukai Bekasi juga menggembirakan. Penyelesaian piutang lancar mencapai 100% sebesar Rp 277,71 miliar. Outstanding piutang per 31 Desember  2022 sebesar Rp 89,43 miliar.

BACA JUGA: Sambut HUT PDIP Ke-50, TMP Kota Bekasi Bagikan Ratusan Nasi Box ke Jamaah Masjid

Yanti menjelaskan bahwa penerimaan negara yang dihimpun akan mendorong kinerja APBN, memperkuat pertumbuhan ekonomi Indonesia, mendukung neraca perdagangan, dan mendorong minat investasi sebagai penopang utama.

Tingginya penerimaan negara memperlihatkan pemulihan ekonomi yang terus terjaga, kontribusi harga komoditas yang masih di level relatif tinggi serta dampak positif dari berbagai kebijakan pemerintah. Meski begitu, Yanti berharap adanya penguatan koordinasi dalam mewaspadai perkembangan risiko global di antaranya dengan menyiapkan respons kebijakan termasuk di dalamnya peningkatan utilitas fasilitas Kepabeanan, cukai dan perpajakan.

 

 

Penulis: Herlyna

Category: BekasiTags:
limitnews
No Response

Comments are closed.