Pasca OTT KPK, Andy Salim: Tidak Ada Stakholder Kota Bekasi Nyatakan Korupsi Musuh Bersama




Andy Salim. Limitnews.net/Istimewa

01/25/2022 20:45:02

BEKASI – Andy Salim sosok yang selama ini blak-blakan, berani dan konsisten mengkritisi Rahmat Effendi alias Pepen merasa aneh dengan stakholder di Kota Bekasi. Pasalnya, pasca tertangkapnya Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi (RE), hingga tersangka dan ditahan oleh KPK, stakholder Kota Bekasi tidak satupun secara resmi menyatakan bahwa korupsi musuh bersama di Kota Bekasi.

“Inilah fakta riil yang terjadi di Kota Bekasi ketika sebagian kita berjuang agar KPK menuntaskan para koruptor di Kota Bekasi,maka muncul lah para penggiat korupsi menteror, membenci, bahkan mengancam,” kata Andy Salim saat dihubungi limitnews.net, Selasa (25/1/2022) malam.

Seperti diketahui, Andy Salim mulai berpolemik dengan Rahmat Effendi terkait pembelian tanah dan bangunan yang pernah digunakan sebagai Kantor DPD Partai Golkar Kota Bekasi yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani RT04/RW03, Kecamatan Bekasi Selatan. Andy Salim merasa kecewa karena telah dihohongi oleh Rahmat Effendi sewaktu masih aktif menjabat Wali Kota Bekasi.

Diketahui, pada Rabu, 5 Januari 2022, Kota Bekasi dihebohkan dengan penangkapan Rahmat Effendi atau Pepen CS oleh KPK kasus korupsi terkait pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di Pemerintahan Kota Bekasi dan mengamankan barang bukti uang mencapai Rp 5,7 miliar dengan perincian Rp 3 miliar dalam bentuk tunai dan sisanya saldo rekening buku tabungan.

BACA JUGA: KPK Perpanjang Masa Penahanan Tersangka RE dan Kawan-kawan

BACA JUGA: Periksa 7 Lurah, KPK Telusuri Aliran Dana untuk Tersangka RE dari Potongan Dana ASN

BACA JUGA: Andy Salim Nilai Pepen Ada di Hulu dan Hilir Perilaku Koruptif di Kota Bekasi

BACA JUGA: Terkait Dugaan Harta Irasional, AA Disebut Turut Serta Memperkaya Tersangka RE

BACA JUGA: MSPI Desak KPK Usut Tuntas Praktik KNN di Dinas Perkimtan Kota Bekasi

Anehnya, kata Andy Salim baik Organisasi Masyarakat (Ormas), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Lembaga Keagamaan dan lembaga lainnya yang menyatakan korupsi adalah musuh bersama pasca OTT KPK di Kota Bekasi.

“Ini menandakan bahwa korupsi di Kota Bekasi sudah tersistem dan tidak bisa dihilangkan karena semua elemen menjadi pelaku korupsi dari sajadah sampai haram jadah. Inilah gambaran di Kota Bekasi,” tegas Andy Salim.

Bahkan ungkap Andy Salim, bahwa di Kota Bekasi mempertontonkan kejahatan yang luar biasa yang dibalut dengan kebaikan, bahkan modusnya memberikan bantuan sosial pada masyarakat dan ada juga sumbangan buat mesjid.

“Tidak berlaku itu, dimana korupsi menjadi hal yang sudah biasa sebuah kejahatan yang dibalut dengan kebaikan maka kejahatan itu sudah menjadi biasa dan tersistem dengan kuatnya. Sampai pada para penggiat korupsi yang akhirnya malah ikut menjadi pelaku korupsi dan meligitimasi korupsi di Kota Bekasi,” ungkap Andy Salim.

“Jadi mari kita hidupkan korupsi di Kota Bekasi, tidak ada itu WBK Wilayah Bebas Korupsi yang ada Wilayah Banyak Korupsi karena masih banyak para oknum Kepala Dinas sampai di tingkat bawah melakukan korupsi,” tandas Andy Salim.

 

Penulis: Olo Siahaan

Category: BekasiTags:
limitnews
No Response

Comments are closed.