Polres Metro Bekasi Kota Diminta Serius Usut Dugaan Penipuan yang Dilakukan Mantan Direktur SMP

Gedung Polres Metro Bekasi Kota (kiri), Rumah warga Cluster Green Village Bekasi Utara terhadang tembok (kanan). Limitnews/Olo

BEKASI – Warga Cluster Green Village, Kecamatan Bekasi Utara yang kehilangan akses jalan dan hidup bagaikan terjajah meminta Polres Metro Bekasi Kota segera mengusut tuntas dugaan penipuan yang dilakukan mantan Direktur PT. Surya Mitratama Persada (SMP).

Pasalnya, hingga kini Polres Metro Bekasi Kota belum juga menetapkan terlapor Junardi selaku mantan Direktur PT. SMP sebagai tersangka.

Salah satu warga yang berdampak langsung dan menjadi korban, Edi mengatakan, sebanyak sepuluh rumah warga Cluster Green Village Bekasi Utara terdampak langsung atas eksekusi yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri (PN) Bekasi pada tanggal 20 Juni 2023 lalu masih menyisakan persoalan di lingkungan Cluster tersebut.

“Sudah lebih dari enam bulan setelah eksekusi, sebanyak sepuluh rumah warga masih terpasang tembok beton berdiri kokoh persis di depan pintu keluar masuk rumah warga yang menjadi korban dari developer PT. Surya Mitratama Persada,” kata Edi kepada awak media, Jumat (12/1/2024).

BERITA TERKAIT: Warga Cluster Green Village Segera Laporkan Dirut PT Surya Mitratama Persada ke Mabes Polri

Sebelumnya kata Edi, telah dilakukan eksekusi lahan yang menjadi akses fasos fasum untuk jalan warga Green Village, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi berjanji akan memfasilitasi warga dengan pengembang.

“Namun sampai saat ini tidak ada realisasinya sama sekali, bahkan warga dibiarkan begitu saja, tanpa memiliki akses jalan sama sekali. Kami ini korban developer dan korban dari Pemkot Bekasi,” keluh Edi.

Lanjut Edi menerangkan, bahwa warga membeli sebuah hunian di Cluster Green Village sudah semestinya memiliki akses jalan, karena dalam site plan yang dikeluarkan oleh Dinas Tata Ruang Kota Bekasi sangat jelas ada Row 5 di depan rumah.

“Artinya ada jalan selebar lima meter di depan rumah, namun faktanya kami tidak memiliki akses sama sekali. Yang tersisa saat ini adalah sekitar 40cm sampai 50cm sebagai jalan akses kami masuk ke dalam rumah, itupun hibah dari pemilik tanah di depan rumah kami, yang memberikan dengan sukarela sebagai akses jalan kami, namun itu tidak menjadi sebuah solusi yang nyata, karena kendaraan warga tidak bisa masuk ke rumah, dan hanya bisa di parkir di sepanjang jalan gang rumah warga lain, dan ini sangat menggangu aktivitas warga lingkungan komplek,” terangnya.

“Pada tanggal 15 Juli 2023, kami sudah melaporkan saudara Junardi, selaku mantan Direktur dari PT Surya Mitratama Persada melalui Polres Metro Bekasi Kota, namun sampai saat ini, kami belum melihat adanya perkembangan yang berarti, kami berharap Polres Metro Bekasi Kota segera mengusut dugaan tindak pidana penipuan ini, dimana informasi yang kami dapatkan dari kuasa hukum kami, bahwa perkara yang dilaporkan ini sudah naik ke tahap penyidikan sejak tanggal 31 Oktober 2023,” sambung Edi.

BACA JUGA: Awal Tahun 2024, Tiga ASN Pemkot Bekasi Ditahan Kejaksaan

Di tempat yang sama, Ketua RW 07 Yunus Efendi, SH yang juga sebagai Ketua Lembaga Bantuan Hukum Pancaran Hati Kota Bekasi membenarkan kejadian tersebut, dan sebelumnya pada tahun 2022, Ketua RW 07 Yunus Efendi sudah bersurat ke Pemkot Bekasi, dan menjelaskan persoalan tersebut.

“Namun tidak ada penyelesaian atau solusi yang dapat diberikan oleh Pemkot Bekasi, dimana warga kami sebagai pembeli yang beritikad baik, warga kami membeli dengan cara yang yang benar dan sudah membayar pajak PPN dan BPHTB kepada Pemerintah Daerah Kota Bekasi, namun belum ada tindak lanjut apapun, hidup warga saya melebihi terjajah,” kata Yunus Efendi.

“Saya selaku Ketua RW 07 meminta pihak kepolisian dari Polres Metro Bekasi Kota segera mengusut Perkara ini sampai tuntas, mengingat akses jalan warga saya adalah salah satu hal yang sangat penting saat terjadi suatu keadaan kedaruratan, dan ini adalah hak mereka, serta menjamin kepastian hukum bagi warga saya, dimana sampai saat ini warga saya masih membayar ke pihak perbankan, namun tidak ada jaminan kalau warga saya akan mendapat akses jalan yang layak,” tegas Yunus Efendi mengakhiri.

 

Penulis: Olo

RELATED POSTS
FOLLOW US