Wabah Koruptip di Kota Bekasi, KPK Diminta Berantas Bersih Pepen dan Kroninya




Ilustrasi. Limitnews.net/Istimewa

02/11/2022 14:15:08

BEKASI – Tokoh masyarakat Kota Bekasi Andy Salim berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberantas bersih Pepen dengan kroni-kroninya yang sudah menjadi wabah koruptip di Kota Bekasi.

“Saya mewakili masyarakat Kota Bekasi berharap KPK berani dan tegas memberantas bersih Pepen dengan kroni-kroninya yang sudah menjadi wabah koruptip di Bekasi. Bila perlu KPK menaikkan para status saksi sebagai tersangka,” kata Andy Salim saat dikonfirmasi limitnews.net, Jumat (11/2/2022).

Menurut Andy Salim, wabah koruptip di Kota Bekasi mulai dari menjual jabatan, menjual peluang menjadi TKK honorer Pemda Kota Bekasi, jual beli proyek APBD dan sampai bantuan dana atau hibah kepada pihak terkait baik kader atau pengurus parpol maupun yang berbau ‘keluarga Pekayon’.

“Pada intinya buat memperkaya diri mereka menguras kas Pemda Kota Bekasi. Sesuai desakan masyarakat dengan berbagai tagar #miskinkankoruptor,” tegas Andy Salim.

BACA JUGA: Periksa Kepala Bapelitbangda, KPK Usut Anggaran Proyek Lahan Polder di Kota Bekasi

BACA JUGA: Benarkah Tahanan KPK Rahmat Effendi Masih Bebas Komunikasi dengan ASN?

BACA JUGA: Terkait Dugaan Harta Irasional, AA Disebut Turut Serta Memperkaya Tersangka RE

Periksa Kadisdik

Sementara itu, pada Jumat (11/2/2022), KPK memanggil Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi yang melibatkan tersangka Wali Kota Bekasi non-aktif Rahmat Effendi (RE).

"Hari ini, Inayatullah diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RE," kata Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya.

KPK juga memanggil dua saksi lain, yakni Rudi selaku pegawai Bidang Pendidikan SD pada Dinas Pendidikan Kota Bekasi dan Lurah Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Junaedi.

Sebelumnya, pada Kamis (6/1/2022), KPK menetapkan sembilan tersangka, yakni lima orang selaku penerima suap dan empat orang selaku pemberi suap, terkait kasus dugaan korupsi tersebut.

Penerima suap tersebut adalah Rahmat Effendi (RE), Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) M. Bunyamin (MB), Lurah Jati Sari Mulyadi (MY), Camat Jatisampurna Wahyudin (WY), dan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Bekasi Jumhana Lutfi (JL).

Sementara selaku pemberi suap ialah yakni Direktur PT ME Ali Amril (AA), pihak swasta Lai Bui Min (LBM), Direktur PT KBR Suryadi (SY), serta Camat Rawalumbu Makhfud Saifudin (MS).

 

Penulis: Olo Siahaan

Category: BekasiTags:
limitnews
No Response

Comments are closed.