Warga Keluhkan Kualitas Beras, Dinsos Bekasi: Itu Program BPNT Kemensos

Ilustrasi. Limitnews.net/Istimewa

BEKASI – Beras bantuan sosial (bansos) kualitas rendah yang dikeluhkan warga diakui berasal dari program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Kementerian Sosial RI. Hal itu diakui Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bekasi Kustanto, Sabtu (5/6/2021).

"Benar, itu dari program BPNT Kemensos, tapi perlu diketahui pula bagaimana alur distribusinya," kata Sekretaris Dinsos Bekasi Kustanto.

Kustanto mengatakan teknis distribusi beras bantuan sosial program BPNT di Kabupaten Bekasi dilakukan Kementerian Sosial dengan cara menyalurkan dana bantuan melalui Bank Negara Indonesia (BNI).

Pihak bank kemudian melakukan proses transfer ke nomor rekening masing-masing warga atau yang dikenal sebagai keluarga penerima manfaat BPNT.

Setelah dana itu masuk, keluarga penerima manfaat lalu membelanjakannya dan mengambil bantuan pangan tersebut di warung kecil diberi nama elektronik warung gotong royong (E-Warong) yang telah ditunjuk pihak bank.

"Jadi kami hanya melakukan pengawasan saja atas pelaksanaan kegiatan tersebut," ujarnya.

Dia mengaku telah melakukan pengecekan lapangan bersama Kementerian Sosial RI untuk menindaklanjuti keluhan warga di Desa Karangjaya, Kecamatan Pebayuran.

Diketahui sebagian warga Karangjaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengeluhkan beras bantuan yang diterima tak layak konsumsi karena berbau, dan berwarna kekuningan.

Perwakilan warga setempat juga telah melaporkan kejadian itu ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi. Sementara itu Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri dan Kepolisian Resor Metro Bekasi turut menyelidiki ada tidaknya indikasi dugaan korupsi di balik bantuan pangan non-tunai tersebut.

 

Penulis: Olo Siahaan

Category: BekasiTags:

limitnews
No Response

Comments are closed.