Memprihatinkan, Pemilik Pijat Refleksi di Cileungsi Akui Pekerjakan Anak Dibawah Umur




Pijat refleksi di Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Limitnews.net/Jonathan

12/18/2021 10:32:33

BOGOR - Maraknya pijat refleksi di Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang sering disebut Pangkalan 12 menuai sorotan dari sejumlah masyarakat. Pasalnya, keberadaan lokasi pijat refleksi tersebut diduga telah dijadikan bursa transaksi birahi alias esek-esek. Ironisnya, tempat-tempat tersebut juga diduga mempekerjakan anak di bawah umur dan seolah tak tersentuh penegak perda dan aparat penegak hukum.

Keberadaan pijat refleksi, menurut pengakuan masyarakat yang tinggal tidak jauh dari lokasi pijat refleksi tersebut, sangat meresahkan. Masyarakat meminta pihak berwajib untuk segera turun dan melakukan penertiban langsung terhadap lokasi pijat refleksi yang diduga telah dijadikan tempat maksiat.

“Saya meminta kepada Satpol PP dan pihak kepolisian segera menindaklanjuti masalah ini. Apalagi, kami dengar ada pekerjanya di bawah umur,” tutur salah seorang warga yang meminta namanya tidak ditulis, belum lama ini.

Untuk memastikan hal tersebut awak media melakukan investigasi disalah satu pijat refleksi Putra Melati di Jalan Raya Narogong, RT 05 RW 02, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, diketahui salah satu pekerja pijat refleksi, sebut saja M, mengaku berumur 18 tahun dan belum memiliki identitas KTP.

"Iya pak, saya belum punya KTP karena baru umur 18 tahun dan bekerja disini juga baru," aku pekerja pijat refleksi tersebut.

Terkait hal tersebut, awak media mengkonfirmasi kepada Adel pemilik pijat refleksi tersebut, dan mengakuinya bahwa benar ada pekerjanya yang belum punya KTP dan dibawah umur.

"Betul pak, ada salah satu pekerja saya yang belum punya KTP tapi sudah pernah nikah dan saya baru tau sekarang," katanya, Kamis (15/12/2021).

Disinggung tentang larangan memperkerjakan anak dibawah umur, dirinya berdalih tidak tahu karena yang bekerja disitu itu sifatnya freelance dan orang yang saya percayakan mengurus pijat refleksi tidak pernah laporan.

"Saya tahu kalau dilarang tentang hal itu tapi saya nggak tahu karena orang yang saya percayakan ngurusnya tidak ada laporan ke saya," dalihnya

Diketahui, Undang-Undang Ketenagakerjaan Pasal 68 menegaskan, bahwa pengusaha dilarang memperkerjakan anak dibawah umur, yang berdasarkan ketentuan adalah anak yang usianya dibawah 18 tahun.

Adapun ancaman bagi pengusaha atau perusahaan yang masih mempekerjakan anak yang belum berusia 18 tahun adalah pidana penjara paling sedikit 1 tahun dan paling lama 4 tahun dan/atau denda paling sedikit Rp100 juta dan paling banyak Rp400 juta.

 

Penulis: Jonathan

Category: BogorTags:
limitnews
No Response

Comments are closed.