Pembangunan Ruko Milik Mantan Anggota Dewan Bogor Diduga Bermasalah




Sederetan ruko yang menjadi polemik, karena diduga adanya pelanggaran perizinan. Limitnews/Jonathan

06/07/2022 10:42:05

BOGOR - Pembangunan sederetan ruko yang diduga dikerjakan tanpa perizinan dan melanggar site plan serta merusak lingkungan terus berjalan. Ruko yang diduga merupakan milik mantan Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Budi Sembiring tersebut menjadi preseden nyata buruknya kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, pasca OTT Bupati Bogor Ade Yasin oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sejauh ini, pengurus RW 014 telah  menerima dua surat dari warga yang menanyakan keberadaan ruko tersebut melalui Ketua RW 014 Cileungsi Hijau, Joni Hermawan. Joni mengatakan, telah dilakukan tindakan nyata, namun Budi Sembiring tidak menggubris dan kini sudah ditangani pihak terkait yang lebih tinggi dari desa, bahkan sudah mengirim tim relawan ke desa untuk mengecek hal tersebut.

BACA JUGA: KPK: Bupati Ade Yasin Suap BPK Agar Kembali Dapat WTP

BACA JUGA: Tertangkap OTT KPK, Ini Profil Singkat Bupati Bogor Ade Yasin

Berbeda dengan pernyataan dari Ketua RW 014, Pemdes Cileungsi yang dihubungi warga untuk konfirmasi, mengatakan tidak ada tim yang datang ke desa. Terkait ruko, Pemdes hanya pernah mengeluarkan izin lingkungan untuk apotik satu ruko seluas 50 meter persegi.

Sementara itu, pihak UPT Bangunan Pemkab Bogor yang juga dihubungj  awak media, sebelumnya pada Minggu (5/6/2022) menyatakan telah melayangkan surat untuk pengecekan perizinannya, namun pada Senin (6/6/2022) menyatakan, bahwa sedang diproses perizinannya.

Namun pihak UPT Bangunan mengakui seharusnya diurus dulu perizinannya baru dibangun. Ini menjadi preseden buruk atas kinerja Pemkab Bogor.

"Apa karena mantan Anggota DPRD dan dari partai berkuasa, bisa semaunya. Bayangkan yang dulu mengeluarkan peraturan sekarang melanggarnya," tutur Silaen, salah satu warga setempat.

BACA JUGA: Hanya Tarik Uang Sewa, MSPI Minta Menteri BUMN Bubarkan PT Perindo

BACA JUGA: Kompi Duga Banyak Terjadi Tindakan Melawan Hukum di TPST Bantar Gebang

Terpisah, Camat Cileungsi Adhi Nugraha, yang berusaha dihubungi melalui WhatsApp (WA) untuk menanyakan dugaan adanya pelanggaran perizinan, ketidaksesuaian peruntukkan sebagaimana site plan perumahan dan adanya pengrusakkan lingkungan hidup, belum memberi tanggapan hingga berita ini diturunkan.

Sementara saat ini pada bangunan ruko telah terpasang banner ‘Ruko Ini Dikontrakan’.

 

Penulis: Jonathan

Category: Bogor
limitnews
No Response

Comments are closed.