SDN Babakan 03 dan Praktisi Pendidikan Inisiasi Workshop Peningkatan Kompetensi Literasi Numerasi Guru se-Cileungsi




Workshop Peningkatan Kompetensi Literasi Numerasi Guru se-Cileungsi. Limitnews/Jonathan

10/15/2022 10:25:50

BOGOR - Kepala SDN Babakan 03 Dayeuh dan Komunitas Praktisi Pendidikan AB Three (Ayo Belajar Bersama Bakti) menginisiasi Workshop Peningkatan Kompetensi Literasi Numerasi Guru se-Cileungsi.

Kegiatan ini dibuka Ketua K3S yang diwakili Sekretaris K3S, yang juga Ketua Gugus 5, Tata Sutanto, sebagai perwujudan dari identifikasi, refleksi dan pembenahan rapor pendidikan yang diterbitkan Kemendikbud untuk  semua sekolah negeri maupun swasta, karena nilai literasi numerasi peserta didik masih rendah (merah, red) di hampir semua satuan pendidikan di Cileungsi.

Workshop yang dilaksanakan berjasama dengan Gugus 5 dan K3S, yang disponsori Penerbit Erlangga dan Primagama ini berlangsung menarik dan penuh antusias, dengan beberapa guru aktif bertanya bahkan ada yang meminta ulang penjelasan agar benar-benar paham.

Adapun peserta berasal dari komite pembelajaran SDN Babakan 03, para kepala sekolah, guru-guru yang ada di kecamatan Cileungsi berjumlah sekitar 40 orang.

Para peserta mengikuti pemaparan fasilitator dengan penuh semangat, banyak hal baru yang diajari Master Nasional Matematika Akhmad Bastari, salah satunya adalah bagaimana  membuat anak didik tertarik untuk belajar, agar mereka suka belajar.

Tujuan diadakan workshop adalah untuk memotivasi minat belajar dan kompetensi literasi kepala sekolah dan guru, agar mampu mengimbaskan ilmu yang di dapat di sekolahnya masing-masing agar nilai literasi numerasi siswa meningkat.

Kepala SDN Babakan 03 Esti Wahyu Mudjiastutik berharap, kegiatan ini mampu menumbuhkembangkan komunitas praktisi pendidikan sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Cileungsi, serta menggugah para pemangku kepentingan dan kebijakan baik tingkat kecamatan maupun kabupaten, agar dapat memfasilitasi dan mendukung keinginan guru untuk belajar sesuai filosofi Ki Hajar Dewantara yakni belajar sepanjang hayat.

Lebih jauh, Esti menuturkan, dirinya sngat senang dengan kegiatan ini, bukan hanya diikuti guru dari kecamatan Cileungsi tapi juga lintas wilayah, dari Parung salah satunya.

Alhasil, sambungnya, kegiatan ini bisa bersinergi dengan sekolah penggerak untuk selalu bergerak tumbuh dan berkembang sesuai perkembangan zaman, dan mampu mengimplementasikan kurikulum merdeka di sekolahnya masing-masing.

 

Penulis: Jonathan

Category: BogorTags:
limitnews
No Response

Comments are closed.