Jumat, 6 Desember 2019

limitnews.net

Limit News > Jakarta > Albert Tiensa Kalah Pada Gugatan Rivan Lawan Lina Miranti
Posted By: limitnews, 3:50 AM, 27 September 2019

Albert Tiensa Kalah Pada Gugatan Rivan Lawan Lina Miranti

Share

limitnews.net

Proses persidangan Albert Tiensa. Tomson/limitnews.net

JAKARTA I LIMITNEWS.NET – Albert Tiensa kalah pada gugatan Rivan Hartanto cs melawan Lina Miranti cs dan telah berkekuatan hukum tetap (incrah).

Putusan Mahkamah Agung (MA) telah menolak kasasi yang diajukan Lina Miranti yang diajukan melalui advokat Albert Tiensa & Rekan, dan yang artinya putusan MA itu menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, yang telah mengabulkan gugatan Rivan cs melalui advokat Silahuddin Ayyub, S.H., M.H. dari Kantor Hukum “Silahuddin, S.H., Widjaya & Associates”

Putusan MA RI, No. 2220 K/Pdt/2018, Senin 8 Oktober 2018, telah menguatkan Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, No.472/PDT/2017/PT.DKI, Jakarta tgl 8 Februari 2018, yang telah menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat No.429/Pdt.G/2016/PN.Jkt.Pst. tgl 9 Februari 2017, yang  pada pokok perkara.

Dengan demikian perbuatan para tergugat I-VI tersebut perbuatan tanpa hak (PMH) (Onrechtamatigedaad, ex Pasal 1365 KUHPerdata).

Inilah putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap (incrah).

Oleh karena para tergugat tidak mengindahkan somasi sebanyak 3 kali itu, maka Rivan (ahli waris) melaporkan Lina Miranti ke Polda Metro Jaya dengan lapora Pasal 167 KUHP (1), “Barang siapa memaksa masuk ke dalam rumah, ruangan atau pekarangan tertutup yang dipakai orang lain dengan melawan hukum atau berada di situ dengan melawan hukum, dan atas permintaan yang berhak atau suruhannya tidak pergi dengan segera, diancam dengan pidana penjara.

Saat Lila Miranti menghadapi dakwaan Pasal 167 KUHP itu, Lina Miranti menggunakan jasa advokat Albert Tiensa selaku penasehat hukumnya dalam persidangan.

Disaat Lina Miranti, Selvi mendatangi Kantor Albert Tiensa minta pendampingan dalam menghadapi proses hukumnya itu, Albert Tiensa bertanya kepada Lina Miranti cs dan menjelaskan duduk perkara sejak awal menempati rumah itu.

Kemudian Menurut Albert Tiensa, Lina Miranti dan Selvy menceritakan bahwa rumah yang ditempati itu yang menjadi pokok perkara 167 KUHP itu, adalah milik ayah Lina Miranti (Herman Hertanto) yang juga adalah Kakek dari Selvy. Adapun sertifikat atas nama alm Shita Hartanto hanya sekedar pinjam nama. Artinya bahwa uang yang digunakan untuk membeli tanah dan rumah di Jl. Kepu Selatan No.41 itu adalah uang dari Herman Hartanto. Jadi adapun sertifikat atas nama Shinta Hartanto hanyalah pinjam nama, kata Albert Tiensa menirukan pernyataan Lina Miranti dan Selvy saat membacakan pledoinya, dipersidangan.

Berdasarkan cerita dari Lina Miranti dan Selvy itu lalu FX Benny (staf legal kantor Albert Tiensa) atas perintah Albert Tiensa mengetik surat pernyataan tgl 14 April 2016, yang isinya Bahwa  rumah dan tanah adalah milik Herman Hartanto, adapun sertifikat  atas nama Shinta hanyalah pinjam nama.

Hal itu dilakukan Albert Tiensa untuk kepentingan pembelaan perkara Terdakwa Lina Miranti dipersidangan, agar seolah-olah bahwa keberadaan Lina Miranti berada pada rumah jl. Kepu Selatan tidak melanggar hukum sebagaimana dalam dakwaan jaksa dalam Pasal 168 KUHP terhadap Lina Miranti.

Benar, apa yang dibuat dan diupayakan itu berhasil. Majelis hakim yang menyidangkan perkara Terdakwa Lina Miranti memutuskan onslah (ada perbuatan melawan hukum yang dilakukan Lina Miranti tetapi perbuatan itu adalah keperdataan) sehingga Lina Miranti luput dari hukuman pidana.

Menurut Albert Tiensa bahwa surat 14 April 2016 hanya menguatkan surat kesepakatan 31 Maret 2015 yang mana surat aslinya tidak diketahui keberadaannya. Jadi menurut Albert Tiensa perlu dibuat surat pernyataan yang menguatkan surat 31 Maret 2015.

Tetapi menurut JPU Maidarlis, bahwa isi surat 14 April 2016 tidak sama dengan isi surat 31 Maret 2015. Jadi justru isi surat itu yang dipalsukan, kata Maidarlis.

“Isi surat kesepakatan 31 Maret 2015 adalah kesepakatan bahwa rumah dan tanah Jl. Kepu Selatan No. 41 milik bersama. Bukan Milik Herman Hartanto. Namun demikian surat kesepakatan itu  tidak ada Tandatangan Rivan, Lina Miranti. Ada tiga nama yang tertuang dalam surat kesepakatan milik bersama itu yang tidak ikut menandatangani surat itu. Namun demikian isi surat 14 April 2016 berbeda dengan isi surat 31 Maret 2015. Perbedaan isi surat itulah yang dipalsukan Terdakwa I dan terdakwa II, sehingga saat ini kita tuntut” ujar Maidarlis.

JPU Maidarlis dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menjatuhkan Tuntutan 2 tahun dan 6 bulan pidana penjara terhadap terdakwa Selvy dan Albert Tiensa karena telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 263 KUHP. (Tom)

Share
Bagikan:
Share

Berita Terkait lainya

Komentar Pembaca

Leave a Reply

Berikan komentar

Notifikasi

wpDiscuz