Ayah dan Anak Tipu Netty Malini, Ahli Pidana: 378 Penipu Merugikan Orang Lain

limitnews.net

Saksi Ahli Pidana Dr. Efendi Saragi, SH, MH memberikan keterangan devinisi Pasal 378 KUHP di PN Jakarta Utara, Kamis (5/8/2021). Limitnews.net/Tomson

JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta Rumondang Sitorus, SH kembali menghadapkan terdakwa Ng Meiliana dan ayahnya Alex Wijaya (anak dan ayah) untuk diadili secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Jl. Gajah Mada, No 17, Jakarta Pusat, Kamis (5/8/2021).

Agenda persidangan, JPU Rumondang Sitorus, SH, MH menghadirkan saksi ahli pidana Dr. Efendi Saragi, SH, MH untuk didengarkan keterangannya keahlian nya terhadap perbuatan terdakwa Ng. Meiliana dan Alex Wijaya dihadapan Ketua Majelis Hakim Tumpanuli Marbun SH, MH dengan Anggota Majelis Tiares Sirait SH, MH, dan Rudi F Abbas, SH, MH.

Dr. Efendi Saragi ahli pidana staf pengajar Fakultas Hukum (FH) Univ Trisakti itu dihadirkan untuk menjelaskan karakteristik Pasal 378 sebagaimana yang  didakwakan JPU Rumondang Sitorus kepada terdakwa Alex Wijaya dan Ng. Meiliana akan investasi Rp.22 miliar Netty Melani kepada PT. Innopack dimana Terdakwa Alex Wijaya sebagai Komisaris Utama dan Ng. Meilani menjabat Direktur Utama.

Kepada Majelis Hakim Tumpanuli Marbun SH, JPU Rumondang Sitorus SH dan Penasehat Hukum (PH) Terdakwa advokat Dr. Efendi Simanjuntak, SH, MH, dan Farida, SH, Ahli Pidana itu mengatakan penipuan adalah perbuatan seseorang yang membujuk atau digerakkan untuk menyerahkan suatu barang atau membuat hutang atau menghapus piutang.

Penipuan pokok menurut Pasal 378 KUHP adalah barang siapa dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hukum, baik menggunakan nama palsu atau keadaan palsu, maupun dengan tipu daya, ataupun dengan rangkaian perkataan-perkataan bahong: membujuk orang supaya menyerahkan barang atau supaya membuat utang atau menghapus piutang.

Barang itu diserahkan oleh yang punya dengan jalan tipu muslihat. Barang yang diserahkan itu tidak selamanya harus kepunyaan sendiri, tetapi juga kepunyaan orang lain. Penipu itu bermaksud untuk menguntungkan dirinya sendiri atau orang lain tanpa hak. Dari maksud itu ternyata bahwa tujuannya adalah untuk merugikan orang yang menyerahkan barang itu.

Dalam persidangan sebelumnya saksi Netty Malini mengatakan terdakwa Ng. Meiliana dan Alex Wijaya bertemu di Senayan City membahas investasi.

"Ya, yang mulia, saya ditawarkan investasi di perusahaan nya PT. Innopack lalu saya investasi Rp.10 miliar pada akhir tahun 2013 dengan frovit 2 persen setiap bulan. Saya tertarik karena disebutkan PT. Innopack bonafid. Dan Alex Wijaya mengatakan mengenal banyak petinggi negara karena dirinya anggota BAIS.

Kemudian pada pertemuan kedua Awal tahun 2014 Netty Malini bertemu dengan Alex Wijaya.  Maksud  Netti hendak menagih frovit 2 persen/bulan sebagaimana yang diperjanjikan Alex Wijaya sebelumnya, sehingga Netty Malini tertarik investasi Rp. 10 miliar.

Pada pertemuan kedua itu Netty Malini tidak menerima frovit, tetapi terdakwa Alex Wijaya malah menawarkan agar Netty Malini investasi lagi Rp.12 miliar keperusahaannya yang sedang akan go publik.

Kemudian pada pertemuan ke tiga Alex Wijaya dan Ng. Meiliana bertemu dengan Netty Malini yang didampingi Budianto Salim membicarakan investasi Rp.12 miliar. Dan Alex Wijaya menyerahkan giro senilai 10 miliar sebagai jaminan kepada Netty Malini.

Namun meskipun Netty Malini telah menyerahkan uang Rp.22 miliar atau berinvestasi ke perusahaan terdakwa Alex Wijaya dan Ng. Meiliana, Netty Malini tidak mendapatkan atau tidak menerima frovit 2 persen setiap bulan sebagai mana yang dijanjikan Alex Wijaya.

Karena tidak dapat dihubungi baik secara langsung mau bay telp, akhirnya Saksi Netty Malini membuat laporan ke Polda Metro Jaya hingga saat ini menjadi terdakwa dengan dakwaan Pasal 378, Jo. Pasal 372 KUHP.

Diluar persidangan Saksi Netty mengaku kenal dengan Alex Wijaya di gereja. Dan Alex Wijaya dipandang sebagai berpengaruh karena banyak membantu kegiatan gereja.

"Saya yakinlah sama bapak Alex Wijaya, beliau kan aktif di Gereja. Rupanya apa yang dilakukan di gereja berbanding terbalik dengan kelakuan diluaran. Dan perlu bapak tahu, mungkin masih banyak orang yang menjadi korban seperti saya," ujar Netty Malini kepada wartawan diluar persidangan usai memberikan keterangan didalam persidangan.

 

Penulis: Tomson

Category: JakartaTags:

limitnews
No Response

Comments are closed.