Bongkar Ikan Terganggu, MSPI Minta Kapal Besi Dipindahkan dari Pelabuhan Muara Baru

Posted by : limitnew 10 Januari 2024 Tags : MSPI Minta Kapal Besi Dipindahkan , Pelabuhan Muara Baru
Kapal besi bersandar di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara yang peruntukkannya untuk sandar kapal ikan. Limitnews/Demson

JAKARTA – Monitoring Saber Pungli Indonesia (MSPI) meminta kepada Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman Jakarta, Jakarta Utara untuk memindahkan kapal-kapal besi (non kapal ikan) dari PPS Nizam Zachman Jakarta karena sangat mengganggu bongkar ikan sebagaimana terjadi saat ini.

Kawasan PPS Nizam Zachman Jakarta (NZJ) atau yang biasa disebut Pelabuhan Muara Baru adalah pelabuhan khusus perikanan atau khusus kapal-kapal ikan yang sedang bongkar muat, namun faktanya, ada sejumlah kapal besi (Non Kapal Ikan) yang berlabuh dan bahkan secara permanen sandar di Pelabuhan PPS Nizam Zachman Jakarta selama ini, yang bahkan memakan lokasi hampir setengah kavasitas Dermaga Barat.

BACA JUGA: Soal Etika, Anies Lupa Cak Imin Deklarasi Dukung Prabowo Malah Jadi Cawapresnya

Menurut Direktur Hubungan Antar Kelembagaan (Dirhubag) MSPI, Thomson Gultom bahwa management PPS Nizam Zahman Jakarta telah melakukan sistim satu pintu untuk kapal-kapal ikan yang akan bongkar muatan, yakni di Dermaga Timur. Hal itu dilakukan guna mengontrol jumlah ikan tangkapan nelayan.

“Pada bulan Desember 2023 lalu, management PPS Nizam Zachman Jakarta di era Kalabu Ir. Mansur telah memberikan dispensasi bongkar ikan di Dermaga Timur sampai 31 Desember 2023, namun faktanya sampai Selasa, 9 Januari 2024 ada 5 titik Kapal Ikan yang sedang bongkar di Dermaga Timur,” kata Thomson Gultom kepada media, Rabu (10/1/2024).

Oleh karena itu, Thomson Gultom menyampaikan, lembaganya (MSPI) selaku fungsi sosial control mengamati bahwa keberadaan kapal-kapal besi (non perikanan) dipindahkan dari Pelabuhan Muara Baru.

“Kita meminta kepada Kepala Pelabuhan Muara Baru agar PPS Nizam Zachman Jakarta difungsikan sebagaimana mestinya. Keberadaan kapal-kapal non perikanan itu sangat mengganggu terhadap kapal-kapal ikan yang akan bongkar muatan,” tegas Thomson.

BACA JUGA: Harga Resmi Rp 14.700, BBM Solar Industri di Pelabuhan Muara Baru Dijual Hanya Rp 12.100

Selain mengganggu kapal ikan yang bongkar muatan, kapal-kapal besi itu diduga tidak memberikan kontribusi terhadap pemasukan restribusi kesyahbandaran pelabuhan perikanan. Oleh karena itu, katanya, perlu dikaji keberadaan kapal-kapal besi itu di PPS Nizam Zachman Jakarta.

 

Penulis: Demson/Herlyna

RELATED POSTS
FOLLOW US