Diduga Lepaskan BBM Ilegal, Kapolda dan Direktur Polairud Polda Metro Jaya Diadukan ke Propam Polri




Barang bukti saat dilakukan penangkapan Tongkang TB Baruna I Samarinda. Limitnews.net/Olo Siahaan

02/28/2022 20:25:14

JAKARTA - Kapolda Metro Jaya dan Direktur Polairud Polda Metro Jaya diadukan ke Propam Polri oleh Monitoring Saber Pungli Indonesia (MSPI) karena melepaskan tanggkapan Tongkang TB Baruna I Samrinda yang diduga memiliki BBM (Solar) ilegal, Senin (21/2/2022).

Melalui surat Nomor: 014 / Lapor-MSPI / II / 2022, Jkt, Tgl. 21 Februari 2022, Kapolda dan Dir. Polairud Polda Metro Jaya dilaporkan karena tidak membalas surat konfirmasi yang sudah dikirimkan MSPI.

“Pengaduan ke Kadiv Propam Polri itu dilakukan setelah tiga kali surat konfirmasi dari Monitoring Saber Pungli Indonesia (MSPI) yang sudah dikirimkan ke Direktur Polairud Polda Metro Jaya dan ke Kapolda Metro Jaya, tidak dijawab,” ujar Direktur Antar Kelembagaan MSPI Thomson Gultom melalui relis yang diterima redaksi, Senin (28/2/20220) malam.

Dia berharap, Kadiv Propam Polri melakukan pemeriksaan internal kepolisian, apakah melepaskan Tongkang SPBO TB Baruna I Samrinda itu sudah sesuai prosedur? Apakah ada udang dibalik batu?

“Kita menduga ada permainan kotor sehingga penangkapan itu tidak ditindak lanjuti ke penyidikan. Kita tunggu saja hasil pemeriksaan Propam Polri,” pungkas Thomson.     

Sesuai dengan tiga surat tembusan Surat MSPI yang diterima redaksi www.limitnews.net,  yakni Nomor: 005/Temuan-MSPI/I/2022, Jkt. Tgl. 20 januari 2022, Surat Nomor: 005/Temuan-MSPI/I/2022, Jkt, Tgl. 25 Januari 2022, dan Surat Nomor: 009/Temuan-MSPI/I/2022, Jkt, Tgl. 3 Februari 2022. Sementara surat kepada Kapolda Metro Jaya melalui surat Nomor: 008/Temuan-MSPI/I/2022, Jkt, Tgl.28 Januari 2022, yang juga tidak dibalas, yang isinya “Konfirmasi Terkait Proses Lidik/Sidik Kapal Tongkang SPBO Baruna I dan Dua Unit Truck Tangki Tangki Yang Bongkar BBM di Pelabuhan Kali Adem Muara Angke, Yang Dilakukan Penangkapan Oleh Satuan Ditpolairud Polda Metro Jaya, Senin, Tanggal 17 Januari 2022.

Kronologi kejadian:

Kapal Patroli (KP) VII-2004, KP VII-1002, KP VII-1010, KP BII-1019 dan KP-VII 1024, melaksanakan Patroli di Dermaga Pelabuhan Kali Adem; Hari Senin tanggal 17 Januari 2022, Melaksanakan Pemeriksaan Terhadap Tongkang SPBO TB BARUNA I Samarinda GT 116 Berbendera Indonesia, dengan Nahkoda Donal Albert dengan 8 ABK dan sejumalah truck Tangki PT. ALVINDO TRANS MANDIRI, diantaranya Truck Tangki B-9178-SYV.

Setelah Tim Satuan Patroli (Satrol) Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan terhadap dokumen Tongkang  SPBO TB BARUNA I Samarinda diketahui Tongkang  SPBO TB BARUNA I Samarinda itu beroperasi dibawah payung hukum PT. Sejahtera Energi Raya, sedang melakukan kegiatan menerima BBM (Solar) melalui Truck Tangki PT. ALVINDO TRANS Mandiri dari darat tidak dilengkapi dokumen.

Sesuai dengan hasil investigasi yang dilakukan MSPI pada hari Senin, 24 Januari 2022, Pkl 14.00 di dermaga ujung Pelabuhan Kali Adem bahwa Tongkang  SPBO TB BARUNA I Samarinda masih dikawal 1 unit Kapal Patroli (KP.VII-1017).  Tetapi pada hari Senin Tgl 24 Januari 2022, malam harinya,  Tongkang  SPBO TB BARUNA I Samarinda sudah beroperasi dan bergeser dari Dermaga Ujung Pelabuhan Kali Adem dan mendekat ke dermaga pangkal untuk menerima atau mendapatkan suplay atau pasokan BBM (Solar) dari Truck-truck Tangki BBM dari darat.

Terkait dengan beroperasinya Tongkang  SPBO TB BARUNA I Samarinda itu, MSPI mengirimkan surat konfirmasi kepada Dir Polairud Polda Metro Jaya dan Kepada Kapolda Metro Jaya, untuk mepertanyakan dasar hukum dilepaskannya Tongkang  SPBO TB BARUNA I Samarinda. Tiga surat konfirmasi yang dikirimkan MSPI itu belum dibalas-balas, maka MSPI membuat pengaduan ke Kapolri, Kadiv Propam Polri, Irwasum Polri, Kompolnas dan Komisi III DPR-RI.

Penulis: Olo Siahaan

Category: JakartaTags:
limitnews
No Response

Comments are closed.