Ditangkap Polairud, MSPI Dukung PSDKP Telusuri Alasan KM Cahaya Budi Makmur Berlabuh ke Sibolga




Kepala Pangkalan PSDKP Jakarta, Sumono Darwinto. Limitnews/Herlyna

09/21/2022 10:51:54

JAKARTA - Pangkalan Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Jakarta akan menelusuri keberadaan KM Cahaya Budi Makmur singgah dan berlabuh di Dermada Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pndok Batu, Sibolga, yang kemudian ditangkap Polairud Polres Siolga, Polda Sumatera Utara (Sumut), Minggu (18/9/2022).

Menurut Kepala Pangkalan PSDKP Jakarta, Sumono Darwinto, bahwa KM Cahaya Budi Makmur berlayar ke Laut lepas Samudera Hindia.

“Berdasarkan data yang ada, KM Cahaya Budi Makmur merupakan kapal pengangkut di laut lepas Samudera Hindia. Perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut Justifikasi/alasan masuk Sibolga. Jika karena faktor emergency seperti kerusakan atau faktor lainnya dimungkinkan untuk masuk ke pelabuhan pangkalan manapun,” ujar Sumono Darwinto ketika dikonfirmasi, Selasa (20/9/2022).

BERITA TERKAIT: Kapolda Sumut Diminta Usut Tuntas Penyelidikan Penangkapan Kapal Bawa BBM

Menurutnya, sesuai data yang ada bahwa KM Cahaya Budi Makmur berangakat dari Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta (PPSNZJ), tanggal 29 Juli 2022. Sementara menurut data yang ada di Kesyahbandaran PPSNZJ, KM Cahaya Budi Makmur berangkat tanggal 30 Juli 2022.

“Sesuai Surat Persetujuan Berlayar (SPB) KM Cahaya Budi Makmur dengan nomor : 1122 itu berangkat dari PPSNZJ tanggal 30 Juli dengan faktur BBM 7,8 Kilo Liter (KL). Kita sudah kontak dengan pelabuhan Syahbandar Sibolga belum ada jawaban, mungkin lagi rapat mereka, tadi dirizek,” ujar Kepala Sayahbandar PPSNZJ Ari Rahman.

Direktur Hubungan Antar Kelembagaan Lembaga Swadaya Masyarakat Monitoring Saber Pungli Indonesia (LSM-MSPI) Thomsom Gultom sepakat dengan keinginan Kepala Pangakalan PSDKP Jakarta, Sumono Darwinto, untuk menyelusuri keberadaan KM Cahaya Budi Makmur sampai di Pelabuhan Sibolga.

“Kita mendorong Kepala Pangkalan PSDKP Jakarta untuk menelusuri kebereradaan KM Cahaya Budi Makmur berada di Sibolga. Apakah karena emergency atau memang sengaja mecari BBM? Yang menjadi pertanyaan, apakah di PPSNZ Jakarta kurang stok BBM untuk nelayan?,” ujar Thomson Gultom.

Menurutnya, terkait dengan stok BBM di PPSNZJ atau Pelabuhan Perikanan Muara Baru dan Pelabuhan Perikanan Muara Angke  Jakarta Utara ada 16 Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBB) Bunker sehingga dirasa sangat mencukupi kebutuhan nelayan di Pelabuhan Perikanan Muara Baru dan dan Pelabuhan Perikanan Muara Angke. Bahkan karena banyaknya SPBB itu terjadi persaingat ketat dalam pemasaran, sehingga agennya pun ada yang banting harga, dibawah harga pasar, guna menarik konsumen.

“Kita mencurigai BBM yang ada terdata di ke Syahbandaran PPSNZ Jakarta bahwa faktur pembelian BBM KM Cahaya Budi Makmur hanya 7,8 KL. Padahal, perjalanan kapal berbulan-bulan. Sesuai dengan pengalaman berlayar kapal-kapal collecting menghabiskan BBM minimal 20 KL. Jika KM Cahaya Budi Makmur berlayar sejak tanggal 30 Juli 2022 s/d tanggal 18 September 2022, berapakah BBM yang dihabiskan? Mungkin Kesyahbandaran dapat menjawab, karena ke Syahbandaranlah yang mengetahu berapa GT kapal tersebut,” ungkap Thomson.

BACA JUGA: Kadiv Propam Dijabat Irjen Syahar Diantono, Surat Aduan MSPI Langsung Ditanggapi Divisi Propam Polri

Sebelumnya diberitakan Polairud Polres Sibolga, Polda Sumut menangkap dua Kapal Ikan, Minggu (18/9/2022), Subuh, dan diamankan di Dermada Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga. Yang satu KM Cahaya Budi Makmur dan yang satu lagi tidak diekspos. Desebutkan 6 orang diamankan tetapi statusnya belum dijelaskan, apakah tersangka atau sebagai saksi.

“Penangkapan dua kapal ikan yang membawa BBM tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah itu belum dijelaskan oleh Polairud Polres Sibolga. Oleh karena itu kita mendorong penyidik supaya transparan dalam pennelidikan asal usul BBM yang ada pada KM Cahaya Budi Makmur,” tegas Thomson.

 

Penulis: Herlyna

Category: JakartaTags:
limitnews
No Response

Comments are closed.