Dua Kali Mangkir, Kejaksaan Akan Kembali Panggil Mantan Kepala BPKAD Kuansing

Kajari Kuansing Hadiman, SH, MH saat memberikan keterangan kepada wartawan. Limitnews.net/Tomson

JAKARTA - Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuantan Singingi (Kuansing), Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau akan melayangkan surat panggilan ke 3 kepada mantan Kepala BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) Kabupaten  Kuansing H alias K setelah 2 kali mangkir dari panggilan.

Menurut Kepala Kejari Kuansing Hadiman, SH, MH, bahwa H alias K dipanggil sebagai saksi terkait kasus dugaan SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas) fiktif Kabupaten Kuansing Tahun Anggaran 2019.

"Dari dua pemanggilan sebelumnya H alias K mangkir dari panggilan penyidik. Oleh karena itu akan kita lakukan pemanggilan ke-3," tegas Kajari Kuansing Hadiman yang merupakan Kajari Terbaik III Nasional itu saat dikonfirmasi, Rabu (26/5/2021).

BACA JUGA: Setelah Bupati dan Mantan Bupati, Kajari Hadiman: Penyidik Akan Periksa Muslim

Hadiman menambahkan, sama sekali tidak ada pemberitahuan dari terpanggil mengapa tidak memenuhi panggilan penyidik.

"Untuk itu kami keluarkan Sprindik baru untuk saudara H alias K karena sudah dua kali mangkir. Dan tanggal 31 Mei 2021 kami mengirimkan surat panggilan ketiga kepada beliau untuk menghadap hari Senin tanggal 7 Juni 2021 jam 10 pagi," ucap Kajari penerima predikat WBK (Wilayah Bebas Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) RI yang menjadi impian dan dambaan setiap pimpinan lembaga/instansi pemerintah di republik ini.

Hadiman menjelaskan, kerugian keuangan negara dari kasus SPPD Fiktif di BPKAD Kabupaten  Kuansing itu diduga mencapai Rp 600 jutaan.

 

Penulis: Tomson

Category: JakartaTags:

limitnews
No Response

Comments are closed.