Gusnar Hutapea Kecewa Kinerja Penyidik Polres Batu Bara Hentikan Laporan Kasus Penganiayaan

limitnews.net

Gedung Polres Batu Bara, Sumatera Utara. Limitnes.net/Istimewa

JAKARTA – Gusnar Muliadi Hutapea kecewa dengan kinerja penyidik Polres Batu Bara yang menghentikan kasus penganiayaan yang dialami istrinya Romestika dan anaknya Mikael. Ibu dan anak tersebut mengalami penganiayaan pada tanggal 2 Juni 2020.

“Setelah mengalami penganiayaan, pada pukul 17.00, istri dan anakku ku bawa ke Polsek membuat laporan penganiayaan, lalu Polsek mengarahkan visum istri dan anakku, lalu Polsek membuat laporan kami, setelah itu Polsek mengarahkan kami membuat laporan lagi ke Polres Batu Bara sebab Unit PPA ada di Polres karena ada anak yang jadi korban,” kata Gusnar kepada limitnews.net, Jumat (9/7/2021), menceritakan kisah yang dialami keluarganya.  

Menurut Gusnar, keesokan harinya mereka membuat laporan Polres dan menceritakan mula kejadian penganiayaan di ruangan SPKT.

“Satu minggu lebih laporan kami tidak ada tindak lanjut, lalu kami masukkan kasus penganiayaan ke koran. Setelah dua bulan berjalan anak sebagai korban dibuat jadi saksi, kami tidak terima. Lalu kami ke Propam dan Propam mengarahkan ke SPKT buat laporan baru. Lalu laporan baru dibuat dengan status anak saya sebagai korban. Setelah berjalan beberapa bulan tepatnya bulan Desember kasus penganiayaan yang dialami istri dan anak saya malah dihentikan,” ungkap Gusnar.

Ironisnya, kata Gusnar, kasus penganiayaan yang dialami istrinya dihentikan penyidik, dengan alasan perintah Jaksa.

“Barang bukti foto wajah istri saya sama sekali tidak dilampirkan penyidik di BAP pelimpahan berkas ke Jaksa. Pada 5 Juli 2021 kasus anakku sebagai korban juga dihentikan juga oleh penyidik,” keluh Gusnar.

Seperti diketahui, awal mula terjadi penganiayaan yaki pada 2 Juni 2020,di Desa Tanjung Seri, Dusun 12, Kecamatan Laut Tador, Kabupaten Bara Bara. Pada pukul 16.30 WIB, ibu Romestika atau korban menyuru anaknya bernama Mikael membeli mie gomak ke gang Parbagasan.

Saat itu, Mikael pulang dalam keadaan menangis. Mikael mengaku dipukul oleh orang bernama Bastian. Mamanya menjumpai si Bastian dan bertanya kenapa kau pukul anakku, tersangka (Baastian) menjawab ditulisnya nama bapakku ditembok,jawab Mikael aku menghapus nama bapak nya ma, lalu tersangka berkata kenapa rupanya kalau ku tumbuk anak mu, gak senang kau main kita.

Lalu ibu Romestika kena pukulan tepat dekat matanya hingga terjatuh. Ironisnya, datang bapak tersangka bernama Erikson ikut membantu anaknya menumbuk ibu Romestika dan anaknya Mikael.

 

Penulis: Olo Siahaan

Category: JakartaTags:

limitnews
No Response

Comments are closed.