JPU Apresiasi Putusan Hakim Djuyamto

97

limitnews.net

Hakim Djumyanto, SH, MH disaksikan JPU Dyofa, SH, dan Kuasa Penggugat Andi R Lumban Gaol SH dan David Situmeang, SH. Limitnews.net/Tomson

JAKARTA - Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara Djuyamto, SH, MH menjatuhkan vonis pidana dan mengabulkan gugatan ganti kerugian korban yang digabungkan dalam satu putusan.  Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dyofa, SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara mengapresiasi putusan Hakim  Djuyamto itu, di PN Jakarta Utara, Jl. Gagah Mada, No.17, Jakarta Pusat, Kamis (8/7/2021).

Kepada terdakwa Drelia Wangsih yang didakwa Pasal 378 KUHP, Jo. TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) itu oleh Ketua Majelis Hakim Djuyamto, SH, MH menjatuhkan hukumamn pidana 3 tahun kurungan penjara, denda Rp.500 juta dan mengabulkan permohonan gugatan ganti kerugaian korban penipuan puluhan miliar rupiah.

Direktur Eksekutif Monitoring Saber Pungli Indonesia (MSPI) Dr. Fernado Silalahi, ST, SH, MH, CLA mengatakan Hakim seperti Djuyamto, SH, MH layak mendapatkan REWARD. “Pemberian Reward ini saya rasa tidak berlebihan,” ujar Fernado Silalahi Dosen Tetap Univ Kristen Indonesia yang juga praktisi hukium itu.

Menurut Fernado, bahwa putusan terhadap perbuatan penipuan digabungkan dengan ganti rugi sudah seharusnya diterapkan mengingat maraknya modus-modus penipuan yang merugikan orang lain untuk meraih keuntungan secara tidak benar.

“Putusan ini akan berdampak efek jera kepada pelaku atau yang berencana melakukan penipuan,” ujarnya singkat ketika dihubungi, Senin (12/7/2021).

BACA JUGA: MSPI Pertanyakan Kinerja Polres Metro Bekasi Kota Terkait Dugaan Pungli Sertipikat PTSL

Dia menambahan dan mengatakan: Ini mungkin putusan yang pertama dilakukan hakim di PN Jakarta Utara. Dan putusan ini merupakan vonis inovatif bagi pencari keadilan. Mempersingkat proses hukum bagi pencari keadilan yang layak dipresiasi Ketua Mahkamah Agung.

Sementara Advokat Andi Rudini Lumban Gaol, SH dan David Situmeang, SH selaku kusa hukum korban dalam gugatan ganti kerugian dari 40 orang korban mengapresiasi Putusan Hakim Djuyamto, SH, MH.

“Kita berterimaksi kepada Bapak Hakim. Belia benar-benar menerapkan hukum dengan benar. Kami hanya kuasa hukum dalam mengajukan gugatan. Undang undang mengatur gugatan diajukan bersamaan dengan tuntutan JPU. Itu yang kami manfaatkan,” ujar Andi Rudini Lumban Gaol, SH yang didampingi rekannya David Situmeang, SH. 

JPU Dyofa, SH sebelumnya mendakwa dan menutut Terdakwa Drelia Wangsing 4 tahun pidana penjara karena telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 378 KUHP, Jo. TPPU karena telah memperdaya para korbannya menjual emas batangan dibawah harga pasaran tetapi emas batanganya tidak ada.

Berawal terdakwa Drelia Wangsih melaui online menawarkan harga emas batangan 20 persen dibawah harga pasar. Pada awalnya saat pembeli mebeli dengan ukuran kecil masih mengirimkan emas yang dibeli para korban. Contohnya emas batangan harganya Rp.900 ribu per grm dijual Rp700 ribu per gram. Dan para korbannya  sempat mendapatkan keuntungan dan menikmatinya. Namum setelah pesanan sudah besar dengan nilai miliaran rupiah maka emas yang dibeli tidak dikirimkan lagi. Sistim pembayaran adalah sipembeli mentransfer dulu uangnya kepada terdakwa baru kemudian barang dikirim terdakwa.

Korban dari terdakwa Drelia Wangsih ini berjumlah ratusan orang yang mencakup hampir seluruh pulau-pulai di Indonesia termasuk Papua.

 

Penulis: Tomson

Category: JakartaTags:

limitnews
No Response

Comments are closed.