JPU: Saksi Sebut Rp 1,4 miliar Masuk ke Rekening Pribadi Terdakwa Alex Wijaya

limitnews.net

Terdakwa Alex Wijaya dan Ng Meiliana dengan saksi Nyoman dari PT. Bank Commonwealht. Limitnres.net/Tomson

JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rumondang Sitorus, SH dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menghadirkan saksi dari pihak Bank untuk didengarkan keterangannya terhadap terdakwa Alex Wijaya dan putrinya Ng. Meiliani di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Kamis (29/7/2021).

Saksi Nyoman (Graen Manager PT. Bank Cammonwealht) diperiksa sebagai saksi terkait transferan uang Rp 5 miliar dari Netty Melani sebagai dana investasi kepada PT. Innovative Plastic Packaging (Innopack) dimana terdakwa Ng. Meiliana sebagai Dirut dan terdakwa Alek Wijaya selaku Komisaris.

Dihadapan persidangan pimpinan Ketua Majelis Hakim Tumpanuli Marbun, SH, MH, dengan Anggota Majelis Rudi F Abbas SH, MH dan Tiaris Sirait, SH, MH, saksi Nyoman (PT. Bank Commonwealht)  yang diperiksa secara virtual  mengatakan ada transaksi Rp5 miliar. Dan yang Rp5 miliar dibagi-bagi, ada yang masuk ke rekening pribadi Alex Wijaya sekitar Rp1,4 miliar. Tetapi Rp 1,4 miliar itupun bertahap, Rp.700 jutaan. 

“Saksi Nyoman menyebutkan ada uang masuk Rp5 miliar dan yang Rp5 miliar itu dibagi-bagi, ada yang ke perusahaan dan ada ke rekening pribadi terdakwa Alek Wijaya,” ujar JPU Rumondang Sitorus, SH ketika dikonfirmasi usai persidangan.

Rumondang juga mengatakan bahwa sedianya saksi Conny hadir dipersidangan sesuai dengan surat panggilan.

“Untuk saksi Conny (Direktur Keuangan PT. Innopack) sudah kita panggil dua kali. Nanti panggilan ke tiga tidak hadir maka akan kita lakukan upaya hokum paksa. Kit jemput,” ujar Rumondang Jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta itu.

BACA JUGA: Anak Korban Kejahatan Ayah, Sang Ibu Minta Perlindungan Hukum

BACA JUGA: Saksi Tidak Tahu Asal Usul Uang Masuk ke Rekening Perusahaan

Sebelum menutup persidangan, Ketua majelis hakim mengingatkan JPU maupun PH terdakwa agar mempersiapkan saksi dengan tepat waktu. Baik saksi meringankan maupun saksi ahli. Demikian juga surat tuntutan dan pledoi dari terdakwa.

“Saya minta kepada kita supaya mepersiapkan saksi-saksi yang akan dihadirkan kepersidangan. Masa tahanan sudah semakin mepet. Olehkarena itu, baik surat tuntutan dan pledoi supaya dipersiapkan. Kami pun nanti dalam membuat surat keputusan hanya 3 hari. Supaya mulai sekarang semua dicicillah demi kelancaran proses persidangan,” ujar Tumpanuli Marbun, SH, MH mengingatkan para pihak.

JPU mendakwa Alex Wijaya dan Ng. Meiliana dengan Pasal 378 KUHP karena telah melakukan penipuan investasi Rp.22 miliar terhadap korban Netty Melani.

Berawal Alex Wijaya dan Ng. Meiliani memperkenalkan anaknya Ng. Meiliani sebagai Direktur Utama (Dirut) PT. Innopack sementara dirinya sebagai Komisaris.

Netty Malini ditawarkan investasi di PT. Innopack dengan frovit 2 persen setiap bulan akhir tahun 2013. Lalu dia investasi Rp.10 miliar. Alek Wijaya mengatakan PT. Innopack bonafid. Dan Alex Wijaya juga mengatakan mengenal banyak petinggi negara karena dirinya anggota BAIS. Alex berpesan kepada Netty supaya jangan menghubunginya melalui telp atau melalui WA, karena nomernya disadap. Kalau ada perlu langsung ketemu.

Kemudian pada pertemuan kedua awal tahun 2014, hanya berdua antara Netty dengan Alex Wijaya dengan maksud menagih frovit 2 persen/perbulan sesuai  yang dijanjikan Alex Wijaya. Tetapi Netty bukannya menerima Frovit 2 persen yang dijanjikan, malah dijak lagi investai. Pada pertemuan ketiga masih tahun 2014, disepakati investasi Rp.22 miliar dihadapan Ng. Meiliana (Dirut PT. Innopack) dan Budianto Salim (staf Netty).

Karena tidak ada realisasi hasil dari investasi itu sehingga Netty Melani melalui kuasa hukumnnya melaporkan perkara itu ke Polda Metro Jaya. Sudah 10 orang saksi yang diperiksa dalam perkara ini.

 

Penulis: Tomson

Share
Category: JakartaTags:

limitnews
No Response

Comments are closed.