JPU Tuntut 3,5 Tahun Penjara Terdakwa Alex Wijaya

243

limitnews.net

Terdakwa Alex Wijaya saat diperiksa dipersidangan PN Jakarta Utara, Senin (16/8/2021). Limitnews.net/Tomson

JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rumondang Sitorus, SH dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menjatuhkan tuntutan 3 tahun 6 bulan pidana kurungan penjara terhadap terdakwa Alex Wijaya dan 3 tahun pidana kurungan penjara kepada anaknya, terdakwa Ng. Meilani, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, JLn Gajah Mada, No 17, Jakarta Pusat, Kamis (19/8/2021).

Dihadapan ketua Majelis Hakim Tumpanuli Marbun, SH, MH, dengan anggota majelis Tiares Sirait, SH, MH dan Rudi F Abbas, SH, MH Jaksa Rumondang Sitorus, SH mengatakan terdakwa Alex Wijaya, (Presdir PT Innopack Internasional) dan Terdakwa Ng Meiliana (Komisaris) telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tidak pidana penipuan Rp 22 miliar terhadap korban Netty Malini sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP, oleh karena itu harus dijatuhi hukum pidana.

"Yang mulia, sesuai dengan keterangan saksi-saksi yang terungkap dipersidangan, baik saksi korban dan saksi lainnya dari pelapor, terlebih saksi ahli pidana telah membuktikan bahwa perbuatan kedua terdakwa Alex Wijaya dan Ng. Meiliani telah terbukti melakukan penipuan kepada saksi korban sejumlah Rp 22 miliar. Oleh karena itu, kami selaku penuntut umum memohon kepada majelis hakim yang mulia menjatuhkan hukuman pidana kepada kedua terdakwa sebagai mana yang kami tuntut," ujar JPU Rumondang Sitorus dihadapan Persidangan yang dilakukan secara virtual kepada kedua terdakwa di tahanan Rutan Polda Metro Jaya.

Di ruang sidang Ali Said itu JPU Rumondang mengatakan kebenaran materil dan formil telah digali dan diungkap selama persidang dimana pada pertemuan pertama di Senayan City menjelang akhir tahun 2013 Terdakwa Alex Wijaya dan terdakwa Ng Meiliani bertemu Netty Malini yang didampingi  saksi Budi. Terdakwa Alex Wijaya memperkenalkan dirinya sebagai komisaris PT. Innopack sementara putrinya terdakwa Ng Meiliani sebagai Direktur Utama. Dan saksi korban bersedia menginvestasikan uangnya di PT. Innopack Internasional sebanyak Rp 10 miliar.

Pada pertemuan kedua Alex Wijaya dengan Netty Malini bertemu lagi February 2014. Netty Malini berharap akan menerima profil 2 persen/bulan dari terdakwa Alex Wijaya. justru dirinya diminta lagi menginvestasikan uang nya Rp 12 miliar guna mendukung PT Innopack yang sedang go publik.

Pada pertemuan ketiga Alex Wijaya, Ng meiliani bertemu lagi sekitar bulan April 2014, dan saat itu Alex Wijaya memperlihatkan draft hasil RUPS-LB guna meyakinkan Netty Malini bahwa perusahaan nya betul betul bonafide dan sedang proses go publik. Akhirnya saksi korban Netty Malini bersedia investasi lagi Rp 12 miliar.

Padahal semua keterangan terdakwa Ng meiliani bahwa PT. Innopack belum pernah melakukan RUPS-LB sejak berdiri hingga sampai dipailitkan.

Sejak saksi korban Netty Malini menginvestasikan uang nya Rp22 miliar di perusahaan terdakwa Alex Wijaya, belum pernah menerima janji profil 2% per bulan itu.

Sebelum menjatuhkan tuntutannya, JPU Rumondang menyampaikan hal-hal yang memberatkan dan hal-hal yang meringankan.

“Hal yang memberatkan, terdakwa berbelit-belit. Meskipun Terdakwa mengakui menerima Rp 22 miliar dan Rp 6,5 miliar dari korban Netty Malini, namun tidak mengakui bahwa uang itu adalahlah investasi. Tetapi pemberian saksi korban Netty Malini untuk biaya operasional PT. Innopack. sementara saksi korban mengatakan uang itu diberikan adalah memenuhi iming-iming terdakwa untuk mendapatkan profit 2 persen perbulan," ujar JPU Rumondang meyakinkan majelis hakim.

Hal yang meringankan hanya karena kedua terdakwa belum pernah dihukum. tidak ada kewajiban terdakwa untuk mengembalikan uang tersebut. 

Dalam tuntutannya juga JPU mengatakan barang bukti Rp 2,8 miliar yang dititipkan di rekening penitipan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara di berikan kepada saksi korban Netty Malini.

Sebelum menutup persidangan, majelis hakim menolak permintaan penasihat hukum kedua terdakwa Dr Effendi Simanjuntak SH,MH, yang meminta Terdakwa hadir di persidangan saat sidang pembacaan pledoi, Senin depan.

 

Penulis: Tomson

Category: JakartaTags:

limitnews
No Response

Comments are closed.