Kapolri: Kenaikan Tarif Untuk Perbaiki Pelayanan Publik

344

JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan, kenaikan tarif pengurusan surat-surat kendaraan bermotor adalah untuk perbaikan pelayanan publik.

"Itu sudah lintas sektoral, intinya untuk pelayanan publik yang lebih baik," kata Tito ditemui di Kantor Presiden Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/1).

Kapolri menyebutkan rencana kenaikan tarif pengurusan surat-surat kendaraan bermotor itu sudah dibicarakan cukup panjang. "Sudah dibicarakan cukup panjang dengan Komisi III dan Badan Anggaran DPR," ujar mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Perbaikan layanan publik itu menurut dia, antara lain pelayanan secara dalam jaringan (daring) atau online. "Januari ini kita lakukan 'pilot project' (proyek percontohan) mulai di Jakarta, setelah itu akan berkembang ke polda-polda lain, sama dengan SIM yang sudah online di sekitar 33 kota, kemudian juga e- tilang, tidak perlu bayar di pengadilan atau polisi, tapi di bank," kata Kapolri.

Tito menyebutkan, sistem online juga akan menghindari adanya biaya-biaya "tambahan", misal adanya penyalahgunaan wewenang.

"Sistem pembayarannya online langsung ke bank, otomatis biaya-biaya tambahan yang mungkin lebih dari itu dalam pembuatan STNK," ujar Tito.

Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) tertanggal 6 Desember 2016.

Peraturan itu dibuat untuk mengganti Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2010 tentang hal sama, berlaku efektif mulai 6 Januari 2017.

PP itu mengatur tarif baru untuk pengurusan surat-surat kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia secara nasional.

Dalam peraturan baru tersebut, terdapat penambahan tarif pengurusan, antara lain pengesahan STNK, penerbitan nomor registrasi kendaraan bermotor pilihan, dan surat izin serta STNK lintas batas negara.

Besaran kenaikan biaya kepengurusan surat-surat kendaraan ini naik dua sampai tiga kali lipat. Misalnya, untuk penerbitan STNK roda dua maupun roda tiga, pada peraturan lama hanya membayar Rp50.000, peraturan baru membuat tarif menjadi Rp100.000. Untuk roda empat, dari Rp75.000 menjadi Rp200.000. (ANT/DWI)

Share
Category: Jakarta

limitnews
No Response

Comments are closed.